Harga Emas Diprediksi Makin Naik Tahun 2026, Faktor 'Perang' Jadi Kunci

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 28 Desember 2025 | 12:50 WIB
Harga Emas Diprediksi Makin Naik Tahun 2026, Faktor 'Perang' Jadi Kunci
Ilustarsi emas (Dok: Istimewa)
  • Goldman Sachs memproyeksikan harga emas berpotensi mencapai US$ 4.900 per troy ons pada 2026 didorong ketidakpastian geopolitik.
  • Pergerakan harga emas diprediksi mengalami volatilitas, termasuk potensi penurunan awal tahun sebelum tren penguatan.
  • Pembelian masif oleh bank sentral, terutama China, serta antisipasi pemotongan suku bunga The Fed mendukung optimisme emas.

“Indeks komoditas telah memberikan pengembalian total yang kuat pada tahun 2025 (misalnya BCOM 15%) karena pengembalian yang sangat kuat di sektor industri dan terutama logam mulia, yang keduanya cenderung diuntungkan dari pemotongan suku bunga The Fed, sekaligus mengimbangi pengembalian yang sedikit negatif di sektor energi," tambah Goldman Sachs.

Salah satu motor penggerak paling signifikan bagi kenaikan harga emas adalah perilaku bank sentral, terutama di negara-negara berkembang (Emerging Markets).

Ilustrasi pembuatan emas (jresources.com)
Ilustrasi pembuatan emas (jresources.com)

Goldman Sachs mengamati adanya perubahan paradigma besar sejak tahun 2022, dipicu oleh pembekuan cadangan devisa Rusia oleh negara-negara Barat.

Kejadian tersebut telah mengubah cara pandang para pengelola cadangan devisa terhadap risiko geopolitik dan keamanan aset negara.

Maraknya pembelian emas oleh bank sentral diprediksi akan berkontribusi sekitar 14 poin persentase terhadap total kenaikan harga emas hingga Desember 2026.

Bank Sentral China (PBoC) menjadi sorotan utama karena pangsa cadangan emasnya yang dinilai masih relatif rendah jika dibandingkan dengan standar bank sentral global lainnya.

Langkah China untuk terus menambah pundi-pundi emasnya juga berkaitan erat dengan rencana besar mereka untuk menginternasionalisasi mata uang Yuan.

Dengan memiliki cadangan emas yang kuat, kredibilitas mata uang sebuah negara akan meningkat di mata dunia, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Dollar AS.

Selain faktor geopolitik, kondisi ekonomi makro global juga sangat mendukung penguatan harga logam mulia. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) global yang diprediksi tetap kuat akan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap emas fisik. Di sisi lain, kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), menjadi kunci yang dinanti para investor.

Goldman Sachs memperkirakan adanya pemotongan suku bunga The Fed sebesar 50 basis poin (bp) pada tahun 2026. Secara historis, penurunan suku bunga selalu menjadi angin segar bagi emas.

Karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil (bunga), maka rendahnya suku bunga akan menurunkan opportunity cost dalam memegang emas, sehingga permintaannya cenderung melonjak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Kompak Meroket: Galeri24 dan UBS di Pegadaian Naik Signifikan!

Harga Emas Kompak Meroket: Galeri24 dan UBS di Pegadaian Naik Signifikan!

Bisnis | Minggu, 28 Desember 2025 | 11:10 WIB

Anime Jaadugar Tayang Juli 2026, Angkat Peran Perempuan dalam Sejarah

Anime Jaadugar Tayang Juli 2026, Angkat Peran Perempuan dalam Sejarah

Your Say | Minggu, 28 Desember 2025 | 12:40 WIB

800 Polantas Bakal Dikerahkan Blokade Sudirman-Thamrin di Malam Tahun Baru 2026

800 Polantas Bakal Dikerahkan Blokade Sudirman-Thamrin di Malam Tahun Baru 2026

News | Sabtu, 27 Desember 2025 | 20:35 WIB

Terkini

Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya

Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:58 WIB

Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO

Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:53 WIB

Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela

Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:53 WIB

Bos Agrinas Pangan Sebut Impor Pikap Jadi 160.000 Unit dari India, Cina, dan Jepang

Bos Agrinas Pangan Sebut Impor Pikap Jadi 160.000 Unit dari India, Cina, dan Jepang

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:52 WIB

Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi

Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:49 WIB

Pemerintah Gagap Soal Harga BBM: Bahlil Kasih Sinyal Naik, Mensesneg Bilang Tetap

Pemerintah Gagap Soal Harga BBM: Bahlil Kasih Sinyal Naik, Mensesneg Bilang Tetap

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:37 WIB

Dasco: 1 April Malam Ini, Harga Pertalite dan Pertamax Tidak Naik

Dasco: 1 April Malam Ini, Harga Pertalite dan Pertamax Tidak Naik

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:28 WIB

Tarif Listrik PLN April-Juni 2026, Apakah Naik?

Tarif Listrik PLN April-Juni 2026, Apakah Naik?

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:26 WIB

Bahlil: Semua Proyek Energi Digas, dari Panas Bumi hingga Angin

Bahlil: Semua Proyek Energi Digas, dari Panas Bumi hingga Angin

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:12 WIB

Presiden Prabowo Teken Kerja Sama Ekonomi Rp 370 T dengan Jepang

Presiden Prabowo Teken Kerja Sama Ekonomi Rp 370 T dengan Jepang

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:08 WIB