Proyeksi BRMS Pasca Harga Saham Menguat, Sejumlah Pengamat Ungkap Saran Terbaru

M Nurhadi Suara.Com
Senin, 05 Januari 2026 | 12:51 WIB
Proyeksi BRMS Pasca Harga Saham Menguat, Sejumlah Pengamat Ungkap Saran Terbaru
Bumi Resources Minerals
Baca 10 detik
  • Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan penguatan signifikan, ditutup Senin (5/1/2026) di Rp1.275 (naik 8%).
  • Kinerja BRMS selama setahun terakhir mencapai pertumbuhan fantastis yaitu 173,1 persen, menarik minat investor.
  • Beberapa sekuritas memproyeksikan target harga jangka pendek, seperti BRI Danareksa Sekuritas di rentang Rp1.220 hingga Rp1.295.

Suara.com - Salah satu bintang utamanya adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), yang kembali mencatatkan performa gemilang pada penutupan perdagangan pekan lalu.

Emiten yang berfokus pada penambangan emas dan mineral berharga ini menunjukkan tren penguatan yang konsisten, memicu optimisme tinggi di kalangan investor ritel maupun institusi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.

Hari ini, Senin (5/1/2026), saham BRMS ditutup berada di angka 1.275 (menguat 8% jika dibandingkan pembukaan pasar).

Sementara pada Jumat (2/1/2026), harga saham BRMS melonjak tajam sebesar 7,27 persen, berakhir di posisi Rp1.180 per lembar saham.

Kenaikan ini bukan sekadar fluktuasi harian biasa, melainkan kelanjutan dari reli panjang yang telah terbentuk selama setahun terakhir.

Data pasar menunjukkan bahwa dalam kurun waktu satu pekan saja, saham BRMS sudah melejit hingga 20,4 persen, sementara performa tahunannya mencatat angka fantastis dengan pertumbuhan mencapai 173,1 persen.

Analisis Saham BRMS

Melihat momentum bullish yang begitu kuat, sejumlah perusahaan sekuritas terkemuka memberikan pandangan teknikal dan target harga baru bagi emiten ini.

CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan bahwa dalam waktu dekat, saham BRMS memiliki potensi besar untuk menembus level psikologis Rp1.240.

Baca Juga: Daftar Saham 'Kapal' Tanker dan Logistik di IHSG, Ini Alasannya Meroket Awal 2026

Dalam ulasan yang dirilis pada Senin (5/1/2026), tim analis CGS International merekomendasikan strategi speculative buy bagi para pelaku pasar.

Mereka menetapkan level support di angka 1.150 dan menyarankan langkah cut loss jika harga merosot di bawah 1.120.

"BRMS spec buy dengan support 1.150, cutloss jika break di bawah 1.120. Jika tidak break di bawah 1.150, potensi naik ke 1.210-1.240 short term," tulis mereka dalam laporan tersebut.

Senada dengan proyeksi tersebut, BRI Danareksa Sekuritas juga memasang target harga yang cukup agresif. Mereka memperkirakan harga saham BRMS akan bergerak di rentang Rp1.220 hingga Rp1.295 dalam periode jangka pendek.

Rentang harga ini dianggap realistis mengingat volume perdagangan yang terus meningkat seiring dengan masuknya aliran dana segar ke sektor komoditas.

Kinerja mentereng BRMS juga mendapat pengakuan dari Mirae Asset Sekuritas. Berdasarkan catatan mereka, BRMS menjadi salah satu pilihan unggulan yang berhasil memberikan imbal hasil jauh di atas rata-rata pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Analis Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, mengungkapkan keberhasilan strategi pemilihan saham tersebut dalam laporan terbarunya.

Menurut dia, DEWA dan BRMS mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 63% dan 18%, jauh melampaui kenaikan IHSG pada periode yang sama yang hanya sebesar 1,6%.

Lebih lanjut, tim analis Mirae Asset melihat bahwa pergerakan saham BRMS saat ini masih berada dalam jalur tren naik (bullish trend).

Meskipun saat ini harga sedang mengalami sedikit koreksi sehat atau pullback, level dukungan (support) di rentang 1.085 - 1.135 dinilai masih sangat kuat untuk menjaga arah pergerakan harga tetap positif.

Selama harga bertahan di atas level tersebut, tren bullish jangka panjang dianggap belum berubah arah.

Kenaikan harga saham BRMS juga didorong oleh kepercayaan investor mancanegara yang sangat tinggi. Pada perdagangan Jumat (2/1/2026) lalu, tercatat aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing mencapai nilai yang sangat signifikan, yakni sebesar Rp252,4 miliar.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI