Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

IHSG Meroket ke Level Tertinggi, Apa Saja Saham yang Cuan?

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 05 Januari 2026 | 17:02 WIB
IHSG Meroket ke Level Tertinggi, Apa Saja Saham yang Cuan?
Layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • IHSG mencapai rekor tertinggi baru pada 5 Januari 2026, ditutup menguat 1,27 persen didorong sektor material dasar.
  • Kenaikan IHSG ditopang penguatan harga komoditas global meskipun terjadi eskalasi geopolitik AS dan Venezuela.
  • Inflasi Indonesia Desember 2025 naik menjadi 2,92 persen YoY, sementara surplus neraca perdagangan menurun menjadi USD 2,66 miliar.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026. IHSG ditutup menguat 1,27 persen ke level 8.859, seiring dengan menguatnya harga mayoritas komoditas global.

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, kenaikan IHSG kali ini terutama ditopang oleh sektor basic material yang membukukan penguatan terbesar.

Lonjakan harga komoditas logam menjadi katalis utama bagi sektor tersebut, di tengah sentimen global yang relatif kondusif.

Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Meski terjadi serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela, dampaknya dinilai tidak signifikan terhadap pasar modal domestik. Namun, eskalasi geopolitik tersebut justru mendorong kenaikan harga sebagian besar komoditas logam di pasar global.

Sejalan dengan itu, mayoritas indeks saham di kawasan Asia juga ditutup menguat pada perdagangan Senin. Kendati demikian, nilai tukar rupiah justru melemah. Rupiah ditutup di level Rp 16.740 per dolar AS di pasar spot, mengikuti pergerakan mayoritas mata uang Asia yang cenderung tertekan.

Secara teknikal, pergerakan IHSG menunjukkan sinyal positif. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) tercatat membentuk golden cross, seiring dengan penguatan Stochastic RSI di area pivot. Kondisi tersebut juga diperkuat oleh peningkatan volume beli di pasar.

"Dengan kondisi teknikal tersebut, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju level 8.900,” tulis riset Phintraco Sekuritas.

Untuk perdagangan selanjutnya, level resistance IHSG berada di 8.900, dengan pivot di 8.800 dan support di area 8.700.

Dari sisi data ekonomi, inflasi Indonesia pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen secara tahunan (year on year/YoY), meningkat dibandingkan inflasi November 2025 yang sebesar 2,72 persen YoY.

Laju inflasi tersebut merupakan yang tertinggi sejak April 2024, namun masih berada dalam rentang target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5–3,5 persen.

Kenaikan inflasi Desember 2025 didorong oleh lonjakan inflasi bulanan (month on month/MoM) yang mencapai 0,64 persen, naik dari 0,17 persen MoM pada bulan sebelumnya. Peningkatan inflasi ini antara lain dipicu oleh kenaikan harga komoditas di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sebagai dampak bencana alam di daerah tersebut.

Sementara itu, surplus neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 tercatat menyusut menjadi USD 2,66 miliar, turun dari USD 4,34 miliar pada November 2024. Penurunan surplus tersebut dipengaruhi oleh kontraksi ekspor sebesar 6,6 persen YoY, di tengah kenaikan impor sebesar 0,46 persen YoY.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 68,31 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 30,25 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,96 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 470 saham bergerak naik, sedangkan 259 saham mengalami penurunan, dan 229 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, AHAP, BIPI, FIRE, ASJT, VINS, CPRO, YOII, CGAS, BBSS, GTSI, INET.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, KLAS, MPXL, UNIQ, LION, UDNG, EMDE, MMLP, BEER, CBDK, BMBL, KING.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GOTO Diborong BlackRock dan Vanguard, Target Harga Saham Capai Rp 100 Tahun Ini?

GOTO Diborong BlackRock dan Vanguard, Target Harga Saham Capai Rp 100 Tahun Ini?

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 16:32 WIB

Saham INET Melesat 25 Persen, Ini Target Harga Setelah Right Issue

Saham INET Melesat 25 Persen, Ini Target Harga Setelah Right Issue

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 14:19 WIB

Proyeksi BRMS Pasca Harga Saham Menguat, Sejumlah Pengamat Ungkap Saran Terbaru

Proyeksi BRMS Pasca Harga Saham Menguat, Sejumlah Pengamat Ungkap Saran Terbaru

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 12:51 WIB

Terkini

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:27 WIB

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:18 WIB

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:08 WIB

Dasco Mendadak ke Gedung BEI saat IHSG Merah Membara, Ucapannya Diharap Injeksi Sinyal Positif

Dasco Mendadak ke Gedung BEI saat IHSG Merah Membara, Ucapannya Diharap Injeksi Sinyal Positif

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:55 WIB

Pegang Kontrak Hingga 2040, MedcoEnergi Perpanjang Operasional di Oman

Pegang Kontrak Hingga 2040, MedcoEnergi Perpanjang Operasional di Oman

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:41 WIB

realme P4 Series Resmi Diumumkan, Bawa Baterai 10.000mAh dan AI Gaming Canggih

realme P4 Series Resmi Diumumkan, Bawa Baterai 10.000mAh dan AI Gaming Canggih

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:31 WIB

BBRI Tebar Kabar Baik saat IHSG Loyo, Saham Menguat Usai Diborong Asing

BBRI Tebar Kabar Baik saat IHSG Loyo, Saham Menguat Usai Diborong Asing

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:24 WIB

Prabowo Mau Mobil Transparan Buat Sapa Rakyat, Purbaya Klaim Anggaran Ada

Prabowo Mau Mobil Transparan Buat Sapa Rakyat, Purbaya Klaim Anggaran Ada

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:12 WIB

Kolaborasi Industri dan Gerakan Kreatif Hasilkan Karya Seni Edukatif

Kolaborasi Industri dan Gerakan Kreatif Hasilkan Karya Seni Edukatif

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:08 WIB

Dilema Pertahanan Harga BBM : Rupiah Melemah dan Minyak Anteng di Atas 100 Dolar AS per Barel

Dilema Pertahanan Harga BBM : Rupiah Melemah dan Minyak Anteng di Atas 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:57 WIB