Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Konsumsi Bensin Mudik Nataru Cuma Naik 0,9%, BPH Migas Ungkap Alasannya

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2026 | 14:20 WIB
Konsumsi Bensin Mudik Nataru Cuma Naik 0,9%, BPH Migas Ungkap Alasannya
Ketua Posko Nataru ESDM, Erika Retnowati. Foto Yaumal-Suara.com
  • Konsumsi bensin Nataru naik tipis 0,9%; warga beralih ke angkutan umum & kereta.
  • Pemakaian avtur melonjak 5,5% dan transaksi SPKLU naik 3 kali lipat dari tahun lalu
  • Tren mobil hybrid dan EV mulai geser dominasi bensin di musim mudik 2026.

Suara.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan tren unik pada konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Konsumsi gasoline atau bensin tercatat hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,9 persen dibandingkan rata-rata harian normal.

Data ini dihimpun selama masa kerja Posko Nataru ESDM yang berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Angka pertumbuhan yang rendah ini menjadi sinyal adanya pergeseran pola mobilitas masyarakat Indonesia.

Ketua Posko Nataru ESDM, Erika Retnowati, menjelaskan bahwa rendahnya kenaikan konsumsi bensin disebabkan oleh antusiasme masyarakat yang beralih menggunakan transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi. Fenomena ini terkonfirmasi dari lonjakan signifikan pada konsumsi bahan bakar pesawat atau avtur.

"Perkiraannya adalah banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum. Kalau kita lihat dari kenaikan avtur itu tinggi ya, 5,5 persen. Kemudian kereta api juga dipenuhi oleh penumpang,” ujar Erika dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Selain transportasi umum, Erika menyebut masifnya penggunaan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) turut menekan konsumsi BBM nasional. Hal ini terlihat dari transaksi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang melesat hingga tiga kali lipat dibanding tahun lalu.

Senada dengan Erika, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menambahkan bahwa kehadiran kendaraan hybrid yang semakin populer menjadi faktor penentu.

"Kendaraan hybrid ini fuel consumption-nya lebih irit dibanding yang non-hybrid. Penjualan hybrid sangat signifikan akhir-akhir ini," tutur Mars Ega. Meski hanya naik 0,9 persen dari hari normal, ia mencatat konsumsi bensin tahun ini tetap lebih tinggi 1,9 persen jika dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Selama masa Satgas Nataru, BPH Migas mencatat dinamika konsumsi produk energi sebagai berikut:

  • Gasoline (Bensin): Naik 0,9%
  • Avtur: Naik 5,5%
  • Gasoil (Solar): Turun 3,4%
  • Kerosin (Minyak Tanah): Turun 6,2%

Penurunan konsumsi solar (gasoil) sebesar 3,4 persen selaras dengan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama masa puncak mudik dan balik. Secara keseluruhan, pemerintah menilai stok BBM nasional tetap dalam kondisi aman dan mencukupi selama masa liburan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pipa Gas Milik TGI Alami Kebocoran, Berpotensi Berdampak pada Target Lifting 2026

Pipa Gas Milik TGI Alami Kebocoran, Berpotensi Berdampak pada Target Lifting 2026

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 13:54 WIB

ESDM Targetkan Setop Impor Solar Mulai April, Usai RDMP Kilang Balikpapan Berproduksi

ESDM Targetkan Setop Impor Solar Mulai April, Usai RDMP Kilang Balikpapan Berproduksi

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 12:53 WIB

Vale Hentikan Operasional Tambang, ESDM Beri Penjelasan

Vale Hentikan Operasional Tambang, ESDM Beri Penjelasan

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 08:30 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB