Baca 10 detik
- Kementerian Perindustrian menyusun skema pemulihan bertahap untuk IKM terdampak bencana alam akhir 2025 di Sumatera dan Aceh.
- Dampak bencana menyebabkan gangguan produksi dan distribusi, menahan nilai tambah manufaktur nasional sekitar Rp 11–15 triliun.
- Langkah pemulihan 2026 meliputi pemetaan lanjutan, pemberian bantuan mesin, dan pendampingan teknis untuk memperkuat ketahanan usaha IKM.
Intervensi yang disiapkan meliputi bantuan mesin dan peralatan sederhana, penyediaan starter kit usaha termasuk bahan baku, pengembangan produk kebutuhan dasar dan fast moving, pendampingan teknis, serta fasilitasi kemitraan untuk memperluas akses pasar.
"Melalui program restarting ini, kami berharap pemulihan industri kecil tidak hanya mengembalikan kapasitas produksi seperti sebelum bencana, tetapi juga memperkuat ketahanan dan keberlanjutan usaha agar lebih siap menghadapi risiko di masa mendatang," pungkas Agus.