Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Rupiah Makin Loyo, Kini Tembus Rp16.780

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 07 Januari 2026 | 15:54 WIB
Rupiah Makin Loyo, Kini Tembus Rp16.780
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah pada penutupan pasar Rabu (7/1/2026) berakhir di level Rp16.780 per dolar Amerika Serikat (AS). Foto Antara.
  • Rupiah Rabu ini ditutup melemah 0,13% ke level Rp16.780 per dolar AS karena penguatan dolar global.
  • Pelemahan dipicu prospek pangkas suku bunga BI dan penantian rilis data ekonomi penting AS-RI.
  • Analis prediksi rupiah bergerak di rentang Rp16.700-Rp16.850 menanti data Cadangan Devisa.

Suara.com - Mata uang Garuda belum mampu lepas dari tekanan pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah pada penutupan pasar Rabu (7/1/2026) berakhir di level Rp16.780 per dolar Amerika Serikat (AS).

Capaian ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,13 persen dibandingkan penutupan hari Selasa yang berada di level Rp16.758. Sejalan dengan itu, kurs referensi Jisdor Bank Indonesia turut menempatkan rupiah pada angka Rp16.785 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau beragam. Di saat rupiah melemah, Yen Jepang justru menguat 0,10 persen, diikuti Ringgit Malaysia yang melesat 0,62 persen, dan Baht Thailand naik 0,45 persen. Sebaliknya, Peso Filipina dan Won Korea Selatan bernasib serupa dengan rupiah, masing-masing melemah 0,17 persen dan 0,03 persen.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS secara global menjadi faktor utama yang menekan mata uang regional. Namun, bagi Indonesia, terdapat sentimen lokal spesifik yang turut membebani.

“Rupiah masih tertekan oleh prospek pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI). Investor juga mewaspadai rilis data-data ekonomi penting dari AS dan Indonesia beberapa hari ke depan,” ujar Lukman saat dihubungi.

Pasar saat ini dalam posisi wait and see menunggu rilis data Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia dan tingkat kepercayaan konsumen. Lukman memprediksi tren pelemahan rupiah masih akan bertahan setidaknya hingga data ekonomi tersebut dirilis.

Jika data domestik menunjukkan hasil yang positif, rupiah berpeluang mendapatkan napas baru untuk menguat. "Range pergerakan rupiah diperkirakan akan berada di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.850," pungkasnya.

Pelemahan ini menjadi pengingat bagi para pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap volatilitas eksternal dan kebijakan moneter domestik di awal tahun 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Masih Loyo, Cek Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA Hari Ini

Rupiah Masih Loyo, Cek Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA Hari Ini

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 11:26 WIB

Rupiah Masih Loyo ke Level Rp16.776 saat Lawan Dolar Amerika Serikat, Apa Penyebabnya?

Rupiah Masih Loyo ke Level Rp16.776 saat Lawan Dolar Amerika Serikat, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 09:45 WIB

Rupiah Makin Terperosok ke Level Rp 16.758 per USD Hari Ini

Rupiah Makin Terperosok ke Level Rp 16.758 per USD Hari Ini

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 16:33 WIB

Terkini

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB