Jumlah Aset Masih Kurang, Spin Off Maybank Syariah Ditargetkan Tahun 2027

Jum'at, 09 Januari 2026 | 09:17 WIB
Jumlah Aset Masih Kurang, Spin Off Maybank Syariah Ditargetkan Tahun 2027
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan di Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026). [Suara.com/Rina]
Baca 10 detik
  • PT Maybank Indonesia menargetkan pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) terjadi pada tahun 2027, sesuai regulasi OJK.
  • Saat ini aset UUS Maybank tercatat Rp42 triliun, masih di bawah batas minimum Rp50 triliun untuk pemisahan.
  • Perusahaan menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar sembilan hingga sepuluh persen pada akhir tahun 2026.

Suara.com - PT Bank Maybank Indonesia Tbk menargetkan pemisahan alias spin off unit usaha syariah (UUS), dilakukan pada tahun 2027 mendatang. 

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengatakan target itu akan dilakukan jika aset UUS mencapai jumlah minimal kewajiban spin off.

Dia memastikan, spin off bakal segera dilakukan sesuai regulasi berlaku. 

Adapun, total aset Maybank Syariah tercatat sebesar Rp42 triliun. 

Nilai itu meningkat dibandingkan posisi Juni 2025 yang sebesar Rp40,9 triliun, namun masih berada di bawah ketentuan minimum spin off sebesar Rp50 triliun.

“Kami sedang melakukan progres terus. Saat ini (jumlah aset) mencapai kisaran Rp42 triliun. Tentunya pada saat kami sudah mencapai batas, kami akan spin off sesuai dengan peraturan,” katanya di Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026). 

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan di Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026). [Suara.com/Rina]
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan di Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026). [Suara.com/Rina]

Kata dia, spin-off ini bukan sekadar aksi korporasi biasa, melainkan respons terhadap peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  

Untuk itu, lembaga ini mewajibkan UUS melakukan pemisahan apabila asetnya telah mencapai persentase tertentu dari induknya atau telah mencapai batas nilai tertentu.

"Tentunya, pada saat kita sudah mencapai limit di Syariah Banking kita, kita akan melakukan spin-off sesuai dengan peraturan yang ditetapkan,” tutur Steffano.

Baca Juga: Izin Usaha Pendirian Unit Syariah PT Manulife Indonesia Dicabut, Ini Alasannya

Selain itu, perusahaan terus mendorong tren  penyaluran kredit agar tumbuh tinggi di tahun 2026. Lantaran, total kredit yang disalurkan pada tahun 2025 menurun.

Dia mengatakan, banyak tantangan yang harus dihadapi perusahaan dalam mendorong sektor pertumbuhan kredit. 

Apalagi, gejolak ekonomi yang belum stabil membuat nasabah mengambil langkah hati-hati.

"Banyak nasabah yang lebih hati-hati menggunakan fasilitasnya. Karena fasilitas kan dipakai berdasarkan kebutuhan, kalau ada kebutuhan baru dipakai,” jelas Steffano.

Untuk itu, Maybank Indonesia membidik penyaluran kredit ditargetkan tumbuh di kisaran 9 persen hingga 10 persen di akhir tahun 2026.  

Salah satu yang menjadi fokus kredit Maybank Indonesia adalah UMKM.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI