Baca 10 detik
- FAO mencatat 43,5 persen penduduk Indonesia tidak mampu membeli pangan sehat.
- Global Hunger Index (GHI) 2025 menempatkan Indonesia pada posisi ke-70 dari 123 negara.
- Akibatnya, kenaikan harga sekecil apa pun di pasar bagaikan hantaman badai yang seketika membuat pangan bergizi menjadi barang mewah yang tak terjangkau.
M Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, menjelaskan bahwa proyeksi tersebut merupakan hasil riset menggunakan model Overlapping Generation Indonesia (OG IDN). “PDB atau GDP meningkat moderat dengan puncaknya di angka 0,15 sampai 0,17 persen pada awal 2040-an,” ucap Rizal.
Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan yang dibangun hari ini adalah modal utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Namun begitu untuk mengimplementasikannya tentu tidak mudah. Perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar program MBG bisa tepat sasaran dan berdampak lebih luas.