Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menuju Kedaulatan Energi, RDMP Balikpapan Jadi Andalan ESDM Stop Impor BBM

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 12 Januari 2026 | 14:31 WIB
Menuju Kedaulatan Energi, RDMP Balikpapan Jadi Andalan ESDM Stop Impor BBM
Kilang RDMP Balikpapan
  • Kementerian ESDM berupaya mengatasi ketergantungan impor BBM karena kapasitas kilang nasional 1,182 juta BOPD di bawah kebutuhan 1,6 juta BOPD.
  • Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan diresmikan untuk meningkatkan kedaulatan energi dan kapasitas menjadi 360 ribu BOPD.
  • Operasi RDMP Balikpapan berpotensi mengurangi impor BBM senilai Rp 68 triliun per tahun serta meningkatkan kualitas produk menjadi setara EURO V.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan ketahanan energi Indonesia terganggu, karena masih bergantung pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Untuk mengatasi itu, pemerintah terus mengenjot penguatan kilang nasional sebagai jurus penghalang ketergantungan impor.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan saat ini pemerintah berharap pada proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek yang dimiliki PT Pertamina (Persero) ini merupakan kilang minyak terbesar di Indonesia.

Menurut Laode, RDMP Balikpapan ini bisa mewujudkan kedaulatan energi sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Apalagi, saat ini Indonesia hanya memiliki 8 uni kilang pengolahan minyak bumi dengan total kapasitas sekitar 1,182 juta BOPD, sementara kebutuhan BBM nasional telah mencapai sekitar 1,6 juta BOPD. Kesenjangan inilah yang selama ini mendorong impor dalam skala besar.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas), Laode Sulaeman. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas), Laode Sulaeman. [Suara.com/Achmad Fauzi].

"RDMP Balikpapan menandai bagaimana negara, melalui arahan Presiden dan kepemimpinan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, memfokusan kebijakan hilirisasi migas secara nyata untuk memperkuat kedaulatan energi nasional," ujarnya Laode dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Senin (12/1/2026).

Ia melanjutkan, pada hari ini Indonesia akan memulai sejarah baru dengan adanya peresmian RDMP Balikpapan. Tidak hanya itu, kedaulatan energi di RI makin diperkuat dengan peresmian serentak fasilitas minyak dan gas (Migas) di berbagai seluruh Indonesia.

Peresmian fasilitas migas itu diantaranya, Penambahan kapasitas tangki timbun crude oil Lawe-Lawe dari 5,6 juta barel menjadi 7,6 juta barel, Pembangunan tangki timbun BBM dan Terminal Tanjung Batu berkapasitas 125.000 KL serta empat dermaga, serta pembangunan pipa gas pasokan bahan bakar kilang dari Senipah ke Balikpapan sepanjang 78 km berdiameter 20 inch dengan kapasitas 125 MMSCFD.

"Proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu contoh konkret keberhasilan pengawalan kebijakan tersebut. Proyek strategis nasional ini dimulai pada 2019 dan sempat mengalami perlambatan akibat pandemi COVID-19. Namun, dengan konsistensi arah kebijakan dan komitmen kuat Kementerian ESDM, proyek ini tetap diselesaikan hingga dapat beroperasi penuh," kata Laode.

Laode menuturkan, RDMP Balikpapan yang memiliki nilai proyek USD 7,4 miliar tak hanya membuat lonjakan kapasitas menjadi 360 ribu BOPD, tetapi juga meingkatkan kualitas BBM dari 75,3 persen menjadi 91,8 persen atau setara dengan EURO V.

Sedangkan, kompleksitas kilang meningkat signifikan dari 3,7 menjadi 8. Sehingga Ini menunjukkan bahwa kebijakan Menteri ESDM tidak berhenti pada target volume, tetapi menekankan peningkatan nilai tambah dan daya saing industri pengolahan migas nasional.

"Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, produksi dalam negeri akan diperkuat melalui tambahan gasoline, diesel, avtur, LPG, serta produk petrokimia seperti propilena. Total produksi ini berpotensi menurunkan nilai impor BBM hingga sekitar Rp 68 triliun per tahun," bebernya.

Kemudian, tutur Laode, proyek ini juga menyerap puluhan ribu tenaga kerja, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, serta memberi kontribusi signifikan terhadap PDB nasional hingga Rp514 triliun.

"Salah satu unit kunci dalam pengembangan kilang terintegrasi ini adalah Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Unit ini menjadi simbol keberhasilan strategi hilirisasi migas yang selama ini didorong oleh Menteri ESDM.

"Karena memungkinkan konversi residu menjadi BBM dan produk bernilai tambah tinggi, sekaligus meningkatkan efisiensi dan daya saing kilang nasional," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target

Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 16:02 WIB

Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif

Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:35 WIB

Bahlil: Kewajiban E10 Paling Lambat Berlaku pada 2028

Bahlil: Kewajiban E10 Paling Lambat Berlaku pada 2028

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:56 WIB

Terkini

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:41 WIB

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:31 WIB

IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat

IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:03 WIB

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:59 WIB

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:04 WIB

Volume Bongkar Muat IPC TPK Tumbuh Tipis 0,9% di Kuartal I-2026

Volume Bongkar Muat IPC TPK Tumbuh Tipis 0,9% di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 11:54 WIB

CMNP Optimistis Menang Gugatan Rp 119 T Lawan Hary Tanoe, Incar Aset di Beverly Hills

CMNP Optimistis Menang Gugatan Rp 119 T Lawan Hary Tanoe, Incar Aset di Beverly Hills

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 11:45 WIB

Indonesia Cari Pasokan Energi Baru, Bahlil Temui Menteri Energi Rusia

Indonesia Cari Pasokan Energi Baru, Bahlil Temui Menteri Energi Rusia

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 11:39 WIB