- Harga emas Antam 1 gram pada Rabu, 14 Januari 2026, mencapai Rp 2.665.000, naik Rp 13.000 dari hari sebelumnya.
- Harga beli kembali (buyback) emas Antam juga meningkat signifikan menjadi Rp 2.513.000 per gram pada tanggal yang sama.
- Harga emas dunia menguat mendekati USD 4.600 per ons karena ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat dan ketidakpastian global.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 14 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.665.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu masih pecah rekor dengan naik Rp 13.000 dibandingkan hari Selasa, 12 Januari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.513.000 per gram.
Harga buyback itu juga melompat tinggi Rp 10.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.
![Warga melihat stok emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/14/28321-emas-antam-ilustrasi-antam-harga-emas-antam.jpg)
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.382.500
- Emas 1 Gram Rp 2.665.000
- Emas 2 gram Rp 5.270.000
- Emas 3 gram Rp 7.880.000
- Emas 5 gram Rp 13.100.000
- Emas 10 gram Rp 26.145.000
- Emas 25 gram Rp 65.237.000
- Emas 50 gram Rp 130.395.000
- Emas 100 gram Rp 260.712.000
- Emas 250 gram Rp 651.515.000
- Emas 500 gram Rp 1.302.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.605.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia Terus Melonjak
Harga emas dunia kembali menguat pada awal perdagangan Asia, Rabu. Harga emas spot tercatat naik hingga mendekati level USD 4.600 per ons, seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) setelah rilis data inflasi terbaru.
Mengutip FXStreet, Penguatan emas terjadi setelah laporan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS memberikan sinyal positif bagi logam mulia. CPI inti tercatat berada di bawah ekspektasi analis, sehingga memperbesar peluang Federal Reserve (The Fed) untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Harga Emas Batangan Galeri 24 dan UBS Naik Lagi Hari Ini
Kondisi suku bunga yang lebih rendah dinilai menguntungkan bagi emas. Pasalnya, penurunan suku bunga akan mengurangi biaya peluang dalam memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut di mata investor.
Selain faktor moneter, sentimen ketidakpastian global juga turut menopang pergerakan harga emas. Pasar mencermati dinamika di bank sentral AS yang dibayangi tekanan baru dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Di saat bersamaan, situasi geopolitik turut memanas setelah pasukan keamanan Republik Islam dilaporkan menindak demonstrasi besar-besaran, dengan ratusan korban jiwa.
Pemerintah setempat bahkan memutus akses internet, sehingga perkembangan situasi di lapangan sulit diverifikasi. Presiden Trump disebut berulang kali mengancam akan melakukan intervensi apabila pemerintah setempat terus melakukan kekerasan terhadap para demonstran.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi AS lainnya, terutama data Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) yang dijadwalkan rilis pada Rabu waktu setempat. Data-data tersebut diperkirakan memberikan petunjuk lanjutan mengenai arah kebijakan suku bunga AS.
Namun demikian, jika data ekonomi menunjukkan tekanan inflasi yang kembali meningkat, hal tersebut berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan memberikan tekanan terhadap harga emas dalam jangka pendek, mengingat emas diperdagangkan dalam denominasi dolar AS.