Baca 10 detik
- Kementerian ESDM menurunkan target produksi nikel 2026 menjadi 250-260 juta ton, selaras kapasitas serap hilir.
- Kebijakan pembatasan suplai Indonesia ini diharapkan mendorong kenaikan harga nikel internasional menembus $17.000/dmt.
- Menteri ESDM meminta smelter besar menyerap bijih nikel lokal demi pemberdayaan pengusaha daerah.
Para analis melihat adanya potensi penguatan jangka pendek pada sejumlah emiten terkait, di antaranya:
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (DKFT)
PT PAM Mineral Tbk (NICL)