Realisasi Biomassa di Bawah Target, Ombudsman: Berpotensi Maladministrasi

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:53 WIB
Realisasi Biomassa di Bawah Target, Ombudsman: Berpotensi Maladministrasi
Ilustrasi pengumpulan bahan baku EBT Biomassa lewat sistem marketplace. [Dok PLN].
baca 10 detik
  • Ombudsman RI menyatakan realisasi pemanfaatan biomassa listrik masih di bawah target nasional, berpotensi sebabkan maladministrasi.
  • Ketidakcapaian target disebabkan lima isu utama termasuk ketersediaan, kualitas, biaya, efisiensi, dan lemahnya koordinasi.
  • Kementerian ESDM mengakui tantangan pasokan biomassa dipicu permintaan ekspor yang lebih kompetitif daripada harga domestik.

Suara.com - Ombudsman Republik Indonesia mengungkapkan realisasi pemanfaatan biomassa untuk pembangkit listrik ramah lingkungan masih di bawah target. Hal itu pun berpotensi mengakibatkan maladministrasi. 

Temuan tersebut berdasarkan hasil rapid assessment atau kajian cepat Ombudsman terhadap program pemanfaatan biomassa dalam implementasi pembangkit listrik ramah lingkungan. 

"Realisasi pemanfaatan biomassa masih berada di bawah target yang ditetapkan di dalam kebijakan nasional  dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik atau RUPTL secara nasional," ujar Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (15/1/2025). 

Logo Ombudsman Indonesia. [ANTARA/ombudsman.go.id/pri]
Logo Ombudsman Indonesia. [ANTARA/ombudsman.go.id/pri]

Ia melanjutkan, belum tercapainya target pemanfaatan biomassa disebabkan lima persoalan utama, ketersediaan dan kontinuitas yang belum terjamin, kualitas biomassa yang belum seragam, keterbatasan teknologi dan tingginya biaya retrofit, aspek perekonomian yang belum efisien, serta lemahnya tata kelola koordinasi dan skema intensif. 

Berbagai persoalan itu menurutnya berpotensi menyebabkan maladministrasi, jika tidak dikelola dan diawasi. 

"Ini kemudian berpotensi menimbulkan ketidak efektifan program  dan bahkan memicu terjadinya maladministrasi jika tidak dikelola dan diawasi secara ketat," kata Najih. 

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Lana Saria mengakui bahwa realisasi pemanfaatan biomassa untuk pembangkit listrik belum memenuhi target. 

"Hingga saat ini perlu kami sampaikan dan harus kami akui bahwa biomassa memang belum sepenuhnya dikategorikan sebagai komoditas yang memerlukan perizinan," ujarnya. 

Hal itu disebabkan klasifikasi yang belum dianggap sebagai sektor berisiko tinggi. 

baca juga

"Sehingga kondisi ini memang akan kita lakukan peninjauan lebih lanjut, seiring dengan meningkatnya peran biomassa dalam bauran energi nasional," kata Lana. 

Dia juga mengungkap pengembangan bioenergi yang berkelanjutan sangat tergantung pada kolaborasi lintas sektor. Kementerian ESDM ditegaskannya tidak bisa bekerja sendiri, khususnya di sektor hulu. 

"Mengingat penyediaan bahan baku biomassa yang berbasis produksi berada dalam ranah sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Sinergi kebijakan antar kementerian ini menjadi suatu hal yang krusial untuk menjamin ketersediaan pasokan yang stabil bagi sektor energi," katanya. 

Selain itu, juga dihadapkan tantangan yang signifikan dalam pemenuhan kebutuhan biomassa domestik, akibat tingginya permintaan ekspor. Harga pasar internasional jauh lebih kompetitif dibanding dengan harga domestik. 

"Sehingga khususnya ini untuk program co-firing pembangkit listrik, maka ini akan menjadi pertimbangan kita di dalam kita melaksanakan biomasa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dapat Restu ESDM, Vale Gaspol Lakukan Operasional

Dapat Restu ESDM, Vale Gaspol Lakukan Operasional

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 14:02 WIB

Pelaku Industri Keluhkan Kuota PLTS Atap Masih Jadi Hambatan

Pelaku Industri Keluhkan Kuota PLTS Atap Masih Jadi Hambatan

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 20:05 WIB

ESDM Beberkan Sosok Perusahaan Pemenang Tender Pembangunan WKP Telaga Ranu

ESDM Beberkan Sosok Perusahaan Pemenang Tender Pembangunan WKP Telaga Ranu

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 19:41 WIB

Terkini

Debu Krakatau Mereda, Sekolah di Lampung Normal Lagi Langsung Gelar Salat Istisqa

Debu Krakatau Mereda, Sekolah di Lampung Normal Lagi Langsung Gelar Salat Istisqa

Lampung | Jum'at, 11 September 2026 | 08:15 WIB

Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses

Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 08:09 WIB

6 Cara Membuat Wajan Stainless Steel Baru agar Anti Lengket, Begini Triknya

6 Cara Membuat Wajan Stainless Steel Baru agar Anti Lengket, Begini Triknya

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 08:08 WIB

Perang Minyak Dimulai? Iran Dituduh Dalangi Serangan Houthi di Laut Merah

Perang Minyak Dimulai? Iran Dituduh Dalangi Serangan Houthi di Laut Merah

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 08:07 WIB

Bank Jago Catat Kredit Rp26,6 Triliun pada Semester I-2026, Tumbuh 24 Persen

Bank Jago Catat Kredit Rp26,6 Triliun pada Semester I-2026, Tumbuh 24 Persen

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 08:04 WIB

KLB Keracunan MBG di Pati: Korban Capai 269 Orang, BGN Ancam Tutup SPPG

KLB Keracunan MBG di Pati: Korban Capai 269 Orang, BGN Ancam Tutup SPPG

Jawa Tengah | Jum'at, 11 September 2026 | 07:59 WIB

Sindikat BBM Ilegal di Jambi Terbongkar: 8 Tersangka Ditangkap, 22,8 Ton Minyak Disita!

Sindikat BBM Ilegal di Jambi Terbongkar: 8 Tersangka Ditangkap, 22,8 Ton Minyak Disita!

News | Jum'at, 11 September 2026 | 07:59 WIB

Pajak SPP-TDLN Berlaku: Jangan Buat Konsumen Jadi Kambing Hitam

Pajak SPP-TDLN Berlaku: Jangan Buat Konsumen Jadi Kambing Hitam

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 07:50 WIB

Tecno Bawa AI ke Tablet, MEGAPAD 2 untuk Produktivitas dan SE 2 Jadi Teman Belajar

Tecno Bawa AI ke Tablet, MEGAPAD 2 untuk Produktivitas dan SE 2 Jadi Teman Belajar

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 07:45 WIB

Masuk Radius Bahaya! Tim SAR Belum Bisa Sisir Pulau Sertung Cari 5 Jurnalis Hilang

Masuk Radius Bahaya! Tim SAR Belum Bisa Sisir Pulau Sertung Cari 5 Jurnalis Hilang

News | Jum'at, 11 September 2026 | 07:33 WIB

×