Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Realisasi Biomassa di Bawah Target, Ombudsman: Berpotensi Maladministrasi

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:53 WIB
Realisasi Biomassa di Bawah Target, Ombudsman: Berpotensi Maladministrasi
Ilustrasi pengumpulan bahan baku EBT Biomassa lewat sistem marketplace. [Dok PLN].
  • Ombudsman RI menyatakan realisasi pemanfaatan biomassa listrik masih di bawah target nasional, berpotensi sebabkan maladministrasi.
  • Ketidakcapaian target disebabkan lima isu utama termasuk ketersediaan, kualitas, biaya, efisiensi, dan lemahnya koordinasi.
  • Kementerian ESDM mengakui tantangan pasokan biomassa dipicu permintaan ekspor yang lebih kompetitif daripada harga domestik.

Suara.com - Ombudsman Republik Indonesia mengungkapkan realisasi pemanfaatan biomassa untuk pembangkit listrik ramah lingkungan masih di bawah target. Hal itu pun berpotensi mengakibatkan maladministrasi. 

Temuan tersebut berdasarkan hasil rapid assessment atau kajian cepat Ombudsman terhadap program pemanfaatan biomassa dalam implementasi pembangkit listrik ramah lingkungan. 

"Realisasi pemanfaatan biomassa masih berada di bawah target yang ditetapkan di dalam kebijakan nasional  dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik atau RUPTL secara nasional," ujar Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (15/1/2025). 

Logo Ombudsman Indonesia. [ANTARA/ombudsman.go.id/pri]
Logo Ombudsman Indonesia. [ANTARA/ombudsman.go.id/pri]

Ia melanjutkan, belum tercapainya target pemanfaatan biomassa disebabkan lima persoalan utama, ketersediaan dan kontinuitas yang belum terjamin, kualitas biomassa yang belum seragam, keterbatasan teknologi dan tingginya biaya retrofit, aspek perekonomian yang belum efisien, serta lemahnya tata kelola koordinasi dan skema intensif. 

Berbagai persoalan itu menurutnya berpotensi menyebabkan maladministrasi, jika tidak dikelola dan diawasi. 

"Ini kemudian berpotensi menimbulkan ketidak efektifan program  dan bahkan memicu terjadinya maladministrasi jika tidak dikelola dan diawasi secara ketat," kata Najih. 

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Lana Saria mengakui bahwa realisasi pemanfaatan biomassa untuk pembangkit listrik belum memenuhi target. 

"Hingga saat ini perlu kami sampaikan dan harus kami akui bahwa biomassa memang belum sepenuhnya dikategorikan sebagai komoditas yang memerlukan perizinan," ujarnya. 

Hal itu disebabkan klasifikasi yang belum dianggap sebagai sektor berisiko tinggi. 

"Sehingga kondisi ini memang akan kita lakukan peninjauan lebih lanjut, seiring dengan meningkatnya peran biomassa dalam bauran energi nasional," kata Lana. 

Dia juga mengungkap pengembangan bioenergi yang berkelanjutan sangat tergantung pada kolaborasi lintas sektor. Kementerian ESDM ditegaskannya tidak bisa bekerja sendiri, khususnya di sektor hulu. 

"Mengingat penyediaan bahan baku biomassa yang berbasis produksi berada dalam ranah sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Sinergi kebijakan antar kementerian ini menjadi suatu hal yang krusial untuk menjamin ketersediaan pasokan yang stabil bagi sektor energi," katanya. 

Selain itu, juga dihadapkan tantangan yang signifikan dalam pemenuhan kebutuhan biomassa domestik, akibat tingginya permintaan ekspor. Harga pasar internasional jauh lebih kompetitif dibanding dengan harga domestik. 

"Sehingga khususnya ini untuk program co-firing pembangkit listrik, maka ini akan menjadi pertimbangan kita di dalam kita melaksanakan biomasa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dapat Restu ESDM, Vale Gaspol Lakukan Operasional

Dapat Restu ESDM, Vale Gaspol Lakukan Operasional

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 14:02 WIB

Pelaku Industri Keluhkan Kuota PLTS Atap Masih Jadi Hambatan

Pelaku Industri Keluhkan Kuota PLTS Atap Masih Jadi Hambatan

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 20:05 WIB

ESDM Beberkan Sosok Perusahaan Pemenang Tender Pembangunan WKP Telaga Ranu

ESDM Beberkan Sosok Perusahaan Pemenang Tender Pembangunan WKP Telaga Ranu

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 19:41 WIB

Terkini

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 14:51 WIB

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB