- Dirut PLN Darmawan Prasodjo menangis saat rapat DPR pada 21 Januari 2026 mengenai pemulihan kelistrikan pascabencana Sumatera.
- Kerusakan infrastruktur PLN di Aceh sangat masif; pemulihan total di Sumbar 100%, Sumut 99,97% per Desember 2025.
- PLN akan menyusun contingency master plan baru dan membangun dashboard digital untuk meningkatkan kesiapan menghadapi bencana.
Ia menyatakan PLN akan melakukan brainstorming ulang dan menggeser kriteria yang selama ini digunakan, dengan tujuan memfinalisasi contingency master plan untuk penanganan bencana.
Rencana tersebut mencakup penguatan keandalan sistem kelistrikan, dari standar lama yang dianggap aman menjadi standar baru yang lebih sesuai dengan kondisi terkini. Perusahaan juga menyiapkan rancangan proses bisnis baru, termasuk mekanisme pengambilan keputusan terkait tingkat kerusakan akibat bencana.
Kemudian, perusahaan juga akan menyusun peta jalan pemulihan secara mendalam dan komprehensif, namun tetap ditargetkan berlangsung dalam waktu yang cepat, sehingga penanganan dapat lebih presisi dan efektif.
Ia menambahkan PLN juga akan mulai membangun dashboard digital untuk memantau titik gangguan. Ia mencontohkan jika saat tsunami Aceh hanya ada 8 titik yang bisa dicatat manual, kini jumlah titik gangguan mencapai hampir seribu di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Kami harus membangun sistem digital penanganan bencana yang bisa melakukan monitoring secara kontinu, dan juga mendeteksi progres di lapangan, apa yang menjadi tantangan ... sehingga proses pemulihannya bisa berjalan dengan cepat," tuturnya.
Darmawan menegaskan pengalaman di Sumatera akan menjadi acuan bagi PLN untuk memperkuat kesiapan menghadapi bencana di seluruh Indonesia, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara, Bali, Jawa, dan Madura.