Merger Grab - GoTo Tersandung Saham Telkomsel, KPPU Belum Terima Notifikasi

Liberty Jemadu

Senin, 26 Januari 2026 | 15:47 WIB
Merger Grab - GoTo Tersandung Saham Telkomsel, KPPU Belum Terima Notifikasi
Sebanyak 2 persen saham Telkomsel di GoTo menjadi batu sandungan untuk rencana akuisisi oleh Grab. [Dok GoTo]
baca 10 detik
  • Rencana akuisisi GoTo oleh Grab terhambat karena Telkomsel enggan menjual saham sekitar 2 persen miliknya.
  • Telkomsel khawatir mengalami kerugian hukum sebab harga jual saham saat ini jauh di bawah harga beli 2020 - 2021.
  • KPPU belum menerima notifikasi resmi merger, namun akan meningkatkan pengawasan pascatransaksi jika terjadi.

Suara.com - Rencana Grab untuk mengakuisisi GoTo tersandung saham Telkomsel, demikian diwartakan Bloomberg pada akhir pekan kemarin. Beberapa sumber menyebutkan, anak usaha Telkom itu enggan melepas sahamnya, yang sekitar 2 persen, di GoTo dengan harga murah.

Telkomsel dilaporkan enggan menjual sahamnya pada valuasi yang mendekati harga pasar saat ini, karena investasi awal dilakukan pada harga yang jauh lebih tinggi, kata para sumber yang identitasnya dirahasiakan.

Ada kekhawatiran akan adanya jerat hukum jika Telkomsel menjual sahamnya di Goto yang kini harganya sekitar Rp 60 per lembar. Adapun total investasi Telkomsel saat itu mencapai Rp6,4 triliun.

Telkomsel sendiri belum memberikan komentar terkait informasi ini. Sementara GoTo dan Grab juga sejauh ini masih membantah adanya rencana merger atau akuisisi.

KPPU Belum Terima Notifikasi

Sementara itu pada Senin (26/1/2026) Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Eugenia Mardanugraha mengungkapkan Grab Indonesia dan PT GoTo Gojek Tokopedia belum memberikan notifikasi terkait isu rencana merger.

“Belum, belum (ada notifikasi). Di media kan masih naik-turun terus, ya (kabar rencana merger). Di KPPU belum ada notifikasi, ya,” kata Eugenia saat ditemui di Jakarta.

Lebih lanjut, ia mengatakan sistem pengawasan merger di Indonesia saat ini masih bersifat post merger notification atau pemberitahuan wajib pascatransaksi. Hal ini, lanjutnya, sesuai dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Saya rasa, mungkin nanti ya, karena sekarang kan undang-undangnya itu masih post-notifikasi ya, jadi setelah mereka itu merger, baru melakukan notifikasi,” ujar Eugenia.

baca juga

Ia menambahkan, pihaknya sangat terbuka jika kedua perusahaan teknologi itu ingin melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan merger.

“Sebelumnya juga bisa konsultasi dengan KPPU. Kalau perusahaan-perusahaan lain yang mau merger, itu biasanya datang ke KPPU dulu untuk melakukan konsultasi,” katanya.

Mengenai potensi penguasaan pasar oleh satu pihak saja imbas dari merger ini, Eugenia mengingatkan perusahaan-perusahaan yang berencana melakukan merger untuk memperhatikan regulasi persaingan usaha yang sesuai.

Selain itu, ia juga memastikan KPPU akan lebih intensif untuk melakukan pengawasan, bahkan ketika merger kedua aplikator layanan transportasi daring terbesar di Indonesia itu benar terjadi.

“Dengan adanya merger ini, intensitas pengawasan KPPU kepada perusahaan hasil merger itu jadi semakin besar. Jadi, kalau dia itu melakukan sedikit saja pelanggaran, atau kalau dari sisi kesejahteraan, kalau pengemudinya itu menurun kesejahteraannya, itu KPPU akan lebih cepat melihat,” kata Eugenia.

“Jadi, pengawasan yang dilakukan KPPU tentu pasti lebih intensif dibandingkan dengan sebelum merger kepada perusahaan yang menguasai marketshare besar ini,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyebut proses penggabungan atau merger antara GoTo dan Grab masih berjalan.

"Masih berjalan itu," ujar Rosan di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Diketahui, Danantara Indonesia menyebutkan pihaknya mengikuti arahan dan masukan pemerintah soal keterlibatan dalam penggabungan antara GoTo dan Grab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkomsel Unjuk Peran Kunci Transformasi Digital Indonesia di WEF 2026, Soroti AI dan Kolaborasi

Telkomsel Unjuk Peran Kunci Transformasi Digital Indonesia di WEF 2026, Soroti AI dan Kolaborasi

Tekno | Senin, 26 Januari 2026 | 10:31 WIB

Grab Boyong UMKM Medan ke Panggung World Economic Forum 2026

Grab Boyong UMKM Medan ke Panggung World Economic Forum 2026

Tekno | Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:31 WIB

Strategi Digital by.U Picu Lonjakan Partisipasi hingga 97% di KOREA KAJA Vol.2

Strategi Digital by.U Picu Lonjakan Partisipasi hingga 97% di KOREA KAJA Vol.2

Tekno | Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:39 WIB

Internet IndiHome-Telkomsel Gangguan Se-Nasional, Ini Solusi dari Provider

Internet IndiHome-Telkomsel Gangguan Se-Nasional, Ini Solusi dari Provider

Tekno | Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35 WIB

Indihome Gangguan, Netizen Ramai Unggah Meme dan Mengeluh di X

Indihome Gangguan, Netizen Ramai Unggah Meme dan Mengeluh di X

Tekno | Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06 WIB

Terkini

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×