Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Purbaya Ungkap Alasan Rupiah Menguat: Bukan Karena Thomas Djiwandono

Dicky Prastya | Suara.com

Selasa, 27 Januari 2026 | 17:01 WIB
Purbaya Ungkap Alasan Rupiah Menguat: Bukan Karena Thomas Djiwandono
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto Rina-Suara.com
  • Menkeu Purbaya membantah penguatan Rupiah semata-mata akibat terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Dewan Gubernur Bank Indonesia.
  • Purbaya menyatakan penguatan Rupiah dipengaruhi oleh langkah Bank Sentral serta potensi pelemahan Dolar Amerika Serikat secara global.
  • Pemerintah fokus memperbaiki fondasi ekonomi agar investor masuk, mendukung penguatan signifikan nilai tukar Rupiah ke depan.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi soal kurs Rupiah yang menguat beberapa waktu belakangan. Ia membantah kalau itu bukan karena faktor Thomas Djiwandono yang baru saja terpilih sebagai Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).

Menkeu Purbaya menjelaskan kalau faktor Rupiah menguat tak hanya dari terpilihnya keponakan Presiden RI Prabowo Subianto itu, tapi juga langkah dari BI itu sendiri.

"Bukan karena Pak Thomas saja, memang langkah Bank Sentral sudah lebih baik daripada yang sebelumnya saya pikir," kata Purbaya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Purbaya sebelumnya menjanjikan kalau nilai tukar Rupiah bakal menguat dalam dua minggu, yang mana sebelumnya nyaris menyentuh Rp 17 ribu per USD. Kini dia percaya kalau BI mampu menguatkan mata uang negara.

"Itu kita serahkan semuanya ke Bank Sentral kan untuk mengandalkan nilai tukar? Dan kita percaya mereka mampu dan dalam waktu sebentar saja sudah menguatkan," lanjutnya.

Selain faktor BI, Purbaya berpandangan kalau mata uang Dolar AS memang berpotensi melemah secara global. Sebaliknya, mata uang negara lain seperti Yen Jepang mulai diperkuat lewat upaya bersama (concerted effort).

"Apalagi kalau saya lihat si Dolar akan cenderung dilemahkan di pasar global, Yen dikuatkan, itu biasanya berpengaruh. Concerted Effort seperti itu biasanya berpengaruh ke nilai tukar Dolar, ke mata uang yang lain dalam jangka waktu yang cukup panjang," papar dia.

Purbaya menegaskan kalau nilai tukar Rupiah amat bisa diperkuat jika ada strategi yang lebih cerdik. Hanya saja perannya di Kemenkeu lebih condong ke kebijakan fiskal, bukan moneter.

Ia juga memastikan Pemerintah berupaya untuk memperbaiki fondasi ekonomi Indonesia lebih baik ke depannya. Itu juga bakal berpengaruh ke masuknya investasi asing ke Indonesia.

"Jadi kalau kita pintar-pintar dikit harusnya Rupiah gampang sekali diperkuat lebih jauh lagi dari level yang sekarang. Kalau saya di Keuangan ya kewajiban saya hanya memastikan bahwa program-program ekonominya berjalan dengan baik, fondasi akan membaik terus ke depan, dan investor melihat itu, dan mereka masuk ke sini sehingga Rupiah ikut menguat dengan signifikan," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lewat Paripurna DPR, Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI

Lewat Paripurna DPR, Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI

Foto | Selasa, 27 Januari 2026 | 16:33 WIB

Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru

Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 16:31 WIB

Rupiah Masih Tekan Dolar AS, Melesat ke Level Rp 16.768/USD

Rupiah Masih Tekan Dolar AS, Melesat ke Level Rp 16.768/USD

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 16:09 WIB

Purbaya Mau Tambah Bandwidth Coretax Jelang Deadline SPT Tahunan

Purbaya Mau Tambah Bandwidth Coretax Jelang Deadline SPT Tahunan

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 15:46 WIB

Jadwal Penukaran Uang Baru 2026, Cek Tata Cara dan Syaratnya

Jadwal Penukaran Uang Baru 2026, Cek Tata Cara dan Syaratnya

Lifestyle | Selasa, 27 Januari 2026 | 15:00 WIB

Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono: Terima Kasih DPR

Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono: Terima Kasih DPR

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 14:10 WIB

Terkini

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:55 WIB

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:34 WIB

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:16 WIB

IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900

IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:07 WIB