Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Dirut PT BEI, Tugasnya di Hari Pertama Kerja Cukup Seram

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:11 WIB
Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Dirut PT BEI, Tugasnya di Hari Pertama Kerja Cukup Seram
Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia atau Dirut BEI. Tugas pertamanya tidak main-main, bertemu MSCI. [Dok PT BEI]
baca 10 detik
  • Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Pjs Dirut BEI pada Sabtu malam (31/1/2026) menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri.
  • Jeffrey akan mewakili BEI dan OJK dalam pertemuan daring dengan MSCI pada Senin (2/2/2026) terkait masalah indeks.
  • Pengunduran diri pejabat BEI dan OJK dipicu oleh pembekuan indeks MSCI akibat isu transparansi kepemilikan saham dan *coordinated trading*.

"Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa Indeks Provider Global, dan kami sudah menampung apa yang diharapkan, dan semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor, baik investor global maupun investor domestik kita,” ujar Jeffrey.

Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman mengumumkan mengundurkan diri dari jabatannya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026). [Suara.com/Rina]
Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman mengumumkan mengundurkan diri dari jabatannya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026). [Suara.com/Rina]

IHSG Ambruk Bos Bursa Mengundurkan Diri

Sebelumnya Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan sebagai Direktur Utama BEI pada Jumat pagi (29/1/2026) setelah IHSG ambruk sangat dalam sejak Rabu (28/1/2026). Empat petinggi OJK belakangan juga ramai-ramai mengundurkan diri di hari yang sama.

Rontoknya saham-saham di bursa Indonesia terjadi setelah penyedia indeks global terkemuka MSCI mengumumkan hasil konsultasi pasar mereka untuk sekuritas Indonesia.

Di dalamnya antara lain MSCI memutuskan untuk membekukan sementara seluruh perubahan indeks untuk pasar Indonesia. Ada dua alasan di balik keputusan itu.

Pertama, MSCI menilai adanya masalah serius terkait transparansi struktur kepemilikan saham yang dinilai belum memenuhi standar keterbukaan internasional. Kedua, terdapat kekhawatiran mendalam mengenai indikasi "coordinated trading behavior" atau perilaku perdagangan terkoordinasi pada sejumlah saham tertentu, sehingga harga yang terbentuk tidak mencerminkan valuasi yang wajar.

Sebagai konsekuensinya MSCI tak lagi menerima emiten baru di dalam indeks mereka serta membekukan segala bentuk kenaikan bobot saham Indonesia. Alhasil investor institusi global ramai-ramai menjual saham mereka sehingga IHSG terjun bebas yang memaksa BEI melakukan dua kali trading halt atau penghentian perdagangan karena kondisi darurat pada Rabu dan Kamis kemarin.

Pada Jumat pagi, Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama BEI. Ia mengatakan keputusan ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Selanjutnya, pada Jumat sore sekitar pukul 18.30 WIB, Ketua DK OJK Mahendra Siregar bersama dua petinggi bidang pasar modal mengumumkan pengunduran diri.

Mereka adalah Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) IB Aditya Jayaantara.

Mahendra menyatakan pengunduran dirinya bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan.

Namun, usai pengumuman pengunduran ketiga pejabat tersebut, pengunduran diri dari jabatan juga diikuti oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, sebagaimana siaran pers pada pukul 21.00 WIB.

Sebagai gantinya pada Sabtu sore OJK mengumumkan menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

Selain itu, OJK juga menetapkan Hasan Fawzi Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon.

Sebagai ganti Iman Rachman di kursi Dirut PT BEI ditunjuklah Jeffrey Hendrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Airlangga: Presiden Prabowo Pastikan Akan Berantas Praktik Goreng Saham

Airlangga: Presiden Prabowo Pastikan Akan Berantas Praktik Goreng Saham

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 00:17 WIB

OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan

OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:31 WIB

Danantara Berencana Pegang Saham PT BEI, CORE Ingatkan soal Konflik Kepentingan

Danantara Berencana Pegang Saham PT BEI, CORE Ingatkan soal Konflik Kepentingan

Bisnis | Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:23 WIB

Karier Friderica Widyasari Dewi: Ketua OJK Baru Punya Jejak di KSEI Hingga BEI

Karier Friderica Widyasari Dewi: Ketua OJK Baru Punya Jejak di KSEI Hingga BEI

Bisnis | Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:03 WIB

Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Baru dengan Latar Belakang Mentereng

Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Baru dengan Latar Belakang Mentereng

Bisnis | Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:54 WIB

Terkini

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 08:32 WIB

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+  Ditonton 6 Juta Kali

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+ Ditonton 6 Juta Kali

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:30 WIB

Tampil Apik Saat Ajax Gunduli Nathan Tjoe-A-On Cs, Maarten Paes Dapat Kabar Bahagia

Tampil Apik Saat Ajax Gunduli Nathan Tjoe-A-On Cs, Maarten Paes Dapat Kabar Bahagia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:17 WIB

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:15 WIB

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:11 WIB

Bobotoh Serbu Seoul, Marc Klok: Hormat Setinggi-tingginya, Kami Membawa Nama Indonesia

Bobotoh Serbu Seoul, Marc Klok: Hormat Setinggi-tingginya, Kami Membawa Nama Indonesia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:07 WIB

Kabut Asap Kiriman dari Selatan Diklaim Perburuk Kualitas Udara di Riau

Kabut Asap Kiriman dari Selatan Diklaim Perburuk Kualitas Udara di Riau

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:06 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Investor Soroti Kepastian Investasi Indonesia

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Investor Soroti Kepastian Investasi Indonesia

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:01 WIB

Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien

Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 08:00 WIB

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:59 WIB

×