Purbaya Pamer Efek Dana SAL Rp 200 Triliun: Penjualan Mobil-Motor Tumbuh, Ritel Naik

Dicky Prastya Suara.Com
Kamis, 05 Februari 2026 | 10:35 WIB
Purbaya Pamer Efek Dana SAL Rp 200 Triliun: Penjualan Mobil-Motor Tumbuh, Ritel Naik
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI yang digelar virtual, Rabu (4/2/2026). [Screenshot]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan menyuntikkan dana SAL Rp 200 triliun ke Himbara untuk mengatasi penurunan daya beli masyarakat.
  • Injeksi dana tersebut berhasil meningkatkan beberapa indikator ekonomi, seperti penjualan kendaraan bermotor dan indeks penjualan ritel.
  • Kebijakan ini membuat kondisi perekonomian lebih kuat memasuki 2026, ditandai peningkatan konsumsi dan aktivitas industri.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan efek kebijakan penempatan dana Saldo Anggaran Pemerintah (SAL) Rp 200 triliun ke Himpunan Bank Negara (Himbara) yang dilakukan pada awal dia menjabat.

Sebelum ada pemindahan kas pemerintah, Purbaya mengungkapkan kalau indeks keyakinan konsumen mengalami penurunan dari awal tahun hingga September 2025. Ia menilai kalau itu menandakan daya beli masyarakat tertekan dan hampir membuat aksi demonstrasi yang semakin tak terkendali.

"Dengan kebijakan injeksi uang sebesar Rp 200 triliun ke perekonomian, itu berhasil membangkitkan daya beli masyarakat," katanya saat Rapat Kerja (Raker) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Komisi XI DPR RI yang digelar virtual, dikutip Kamis (5/2/2026).

Pertama, Purbaya mengungkapkan penjualan mobil tumbuh 17,9 persen secara year on year (YoY) per Desember 2025. Begitu pula dengan motor yang naik 14,5 persen.

Kedua yakni indeks penjualan ritel tumbuh 4,6 persen hingga akhir tahun yang didorong kelompok barang makan minum, suku cadang (mobilitas), dan barang rekreasi.

Ketiga yaitu indeks konsumsi BBM yang bergerak naik hingga Desember 2025. BBM untuk transportasi ada di level 6,9 persen, sementara BBM untuk industri 2,7 persen.

Keempat adalah penjualan listrik yang naik 4,8 persen hingga Desember 2025. Kategori konsumsi bisnis mencapai 7,3 persen, sedangkan industri naik 4,8 persen.

Kelima yakni kinerja manufaktur yang mencapai level 52,6. Purbaya mengartikan kalau itu menandakan produsen turut merasakan perbaikan dari sisi permintaan sehingga mereka berniat meningkatkan suplai dari produksi ke pasar.

"Jadi secara keseluruhan, indikator ini menunjukkan bahwa perekonomian memasuki tahun 2026 dalam kondisi yang jauh lebih kuat, konsumsi terus meningkat, mobilitas pulih, kegiatan industri aktif, dan optimisme masyarakat berada dalam level yang tinggi. Kondisi ini memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih stabil untuk tahun 2026 dan ke depannya," jelas Purbaya.

Baca Juga: 5 Sedan Bekas yang Mesinnya Badak Kuat Nanjak, Cocok untuk Jangka Panjang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI