Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Purbaya Pamer Efek Dana SAL Rp 200 Triliun: Penjualan Mobil-Motor Tumbuh, Ritel Naik

Dicky Prastya

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:35 WIB
Purbaya Pamer Efek Dana SAL Rp 200 Triliun: Penjualan Mobil-Motor Tumbuh, Ritel Naik
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI yang digelar virtual, Rabu (4/2/2026). [Screenshot]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan menyuntikkan dana SAL Rp 200 triliun ke Himbara untuk mengatasi penurunan daya beli masyarakat.
  • Injeksi dana tersebut berhasil meningkatkan beberapa indikator ekonomi, seperti penjualan kendaraan bermotor dan indeks penjualan ritel.
  • Kebijakan ini membuat kondisi perekonomian lebih kuat memasuki 2026, ditandai peningkatan konsumsi dan aktivitas industri.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan efek kebijakan penempatan dana Saldo Anggaran Pemerintah (SAL) Rp 200 triliun ke Himpunan Bank Negara (Himbara) yang dilakukan pada awal dia menjabat.

Sebelum ada pemindahan kas pemerintah, Purbaya mengungkapkan kalau indeks keyakinan konsumen mengalami penurunan dari awal tahun hingga September 2025. Ia menilai kalau itu menandakan daya beli masyarakat tertekan dan hampir membuat aksi demonstrasi yang semakin tak terkendali.

"Dengan kebijakan injeksi uang sebesar Rp 200 triliun ke perekonomian, itu berhasil membangkitkan daya beli masyarakat," katanya saat Rapat Kerja (Raker) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Komisi XI DPR RI yang digelar virtual, dikutip Kamis (5/2/2026).

Pertama, Purbaya mengungkapkan penjualan mobil tumbuh 17,9 persen secara year on year (YoY) per Desember 2025. Begitu pula dengan motor yang naik 14,5 persen.

Kedua yakni indeks penjualan ritel tumbuh 4,6 persen hingga akhir tahun yang didorong kelompok barang makan minum, suku cadang (mobilitas), dan barang rekreasi.

Ketiga yaitu indeks konsumsi BBM yang bergerak naik hingga Desember 2025. BBM untuk transportasi ada di level 6,9 persen, sementara BBM untuk industri 2,7 persen.

Keempat adalah penjualan listrik yang naik 4,8 persen hingga Desember 2025. Kategori konsumsi bisnis mencapai 7,3 persen, sedangkan industri naik 4,8 persen.

Kelima yakni kinerja manufaktur yang mencapai level 52,6. Purbaya mengartikan kalau itu menandakan produsen turut merasakan perbaikan dari sisi permintaan sehingga mereka berniat meningkatkan suplai dari produksi ke pasar.

"Jadi secara keseluruhan, indikator ini menunjukkan bahwa perekonomian memasuki tahun 2026 dalam kondisi yang jauh lebih kuat, konsumsi terus meningkat, mobilitas pulih, kegiatan industri aktif, dan optimisme masyarakat berada dalam level yang tinggi. Kondisi ini memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih stabil untuk tahun 2026 dan ke depannya," jelas Purbaya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Sedan Bekas yang Mesinnya Badak Kuat Nanjak, Cocok untuk Jangka Panjang

5 Sedan Bekas yang Mesinnya Badak Kuat Nanjak, Cocok untuk Jangka Panjang

Otomotif | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:10 WIB

Tembus 3,55 Persen di Januari 2026, Purbaya Klaim Inflasi Reda Setelah Maret

Tembus 3,55 Persen di Januari 2026, Purbaya Klaim Inflasi Reda Setelah Maret

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:04 WIB

5 Mobil Paling Irit Biaya Servis, Sparepart Melimpah dan Ringan Buat Harian

5 Mobil Paling Irit Biaya Servis, Sparepart Melimpah dan Ringan Buat Harian

Otomotif | Kamis, 05 Februari 2026 | 06:31 WIB

Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan

Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:41 WIB

Layanan Purna Jual Topang Bisnis Auto2000 di Tengah Lesunya Penjualan Mobil Baru

Layanan Purna Jual Topang Bisnis Auto2000 di Tengah Lesunya Penjualan Mobil Baru

Otomotif | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:05 WIB

5 Tanda Kampas Kopling Mobil Habis, Jangan Paksa Jalan Tanjakan

5 Tanda Kampas Kopling Mobil Habis, Jangan Paksa Jalan Tanjakan

Otomotif | Rabu, 04 Februari 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

×