Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing

M Nurhadi

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:48 WIB
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
PT BUMI Resources Tbk [Suara.com/BUMI-HO Ist]
baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada 7.935,260 pada Jumat (6/2/2026), mencatat penurunan mingguan 4,73 persen.
  • Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami jual bersih asing Rp336,5 miliar sepanjang pekan, terbesar kedua di bursa.
  • Pada penutupan Jumat, investor asing membalik strategi dengan mencatatkan beli bersih Rp171,48 miliar untuk saham BUMI.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa parkir di level 7.935,260 pada penutupan perdagangan Jumat (6/2/2026).

Angka ini mencerminkan kejatuhan yang cukup dalam, yakni sebesar 4,73 persen jika dibandingkan dengan posisi pekan sebelumnya yang masih bertengger gagah di level 8.329,60.

Di tengah badai koreksi yang melanda indeks acuan, sorotan tajam tertuju pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Emiten tambang batu bara ini menunjukkan dinamika yang menarik, di mana terjadi pertarungan sengit antara aksi jual masif sepanjang pekan dengan upaya akumulasi selektif oleh investor mancanegara pada detik-detik akhir perdagangan.

Berdasarkan data pasar yang dihimpun selama periode 2 hingga 6 Februari 2026, saham BUMI menjadi salah satu instrumen yang paling banyak dilepas oleh pemodal internasional.

Dalam skala mingguan, investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) mencapai Rp336,5 miliar di pasar reguler.

Angka tersebut menempatkan BUMI sebagai saham dengan nilai net sell asing terbesar kedua di seluruh bursa, hanya terpaut tipis di bawah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang mencatat aksi jual sebesar Rp453,7 miliar.

Tekanan jual pada BUMI melampaui emiten besar lainnya seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang mencatatkan net sell sebesar Rp332,9 miliar.

Masifnya aksi lepas saham ini sejalan dengan melesunya gairah transaksi di lantai bursa. Rata-rata nilai transaksi harian bursa anjlok drastis menjadi Rp24,75 triliun, atau merosot hingga 43,45 persen dibandingkan rata-rata pekan sebelumnya yang sempat menembus Rp43,76 triliun.

baca juga

Penurunan intensitas ini mengindikasikan sikap wait and see yang sangat kental dari para pelaku pasar global.

Asing Mulai Melirik BUMI Kembali

Meskipun secara akumulasi mingguan BUMI babak belur diterjang aksi jual, sebuah anomali muncul pada perdagangan Jumat (6/2).

Ketika IHSG masih berjuang melawan sentimen negatif, investor asing justru mulai memutar balik strateginya dengan melakukan aksi beli bersih (net buy) pada saham BUMI.

Tercatat, investor asing melakukan akumulasi beli senilai Rp171,48 miliar pada saham BUMI hanya dalam satu hari perdagangan tersebut.

Angka ini menjadikan BUMI sebagai salah satu saham yang paling banyak diborong asing di penutupan pekan, bersanding dengan emiten blue chip lainnya seperti BMRI dan TLKM.

Fenomena "serok bawah" ini menarik perhatian analis, mengingat pada saat yang sama, harga saham BUMI justru ditutup melemah signifikan.

BUMI berakhir di level Rp226 per lembar saham, atau terkoreksi tajam sebesar 5,83 persen. Penurunan harga yang dalam ini tampaknya justru dipandang sebagai peluang oleh sebagian investor institusi untuk melakukan akumulasi pada harga yang dianggap lebih kompetitif, meskipun tekanan jual dari investor domestik masih sangat terasa.

Kejatuhan harga saham BUMI dan emiten unggulan lainnya turut menyeret kapitalisasi pasar bursa secara keseluruhan.

Nilai pasar modal Indonesia merosot ke level Rp14.341 triliun, turun sekitar 4,69 persen dibandingkan posisi pekan lalu yang masih berada di angka Rp15.046 triliun.

Kondisi ini diperparah dengan penurunan volume transaksi harian bursa sebesar 31,75 persen menjadi 43,2 miliar saham. Melandainya volume perdagangan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku pasar memilih untuk menahan diri di tengah volatilitas yang tinggi.

Secara umum, dalam sepekan terakhir, total net sell investor asing di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp1,1 triliun. Hal ini menjadi kelanjutan dari tren negatif pekan sebelumnya yang bahkan mencatatkan aksi jual bersih hingga Rp13,9 triliun.


DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi dan dapat menyebabkan hilangnya modal secara keseluruhan. Artikel ini disusun berdasarkan data pasar historis per Februari 2026 dan bukan merupakan rekomendasi beli, jual, atau tahan terhadap saham tertentu. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil pembaca berdasarkan informasi di atas. Setiap keputusan keuangan harus didasarkan pada analisis pribadi dan konsultasi dengan ahli keuangan profesional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pra Penjualan CBDK Melonjak 309 Persen di Kuartal IV 2025

Pra Penjualan CBDK Melonjak 309 Persen di Kuartal IV 2025

Bisnis | Minggu, 08 Februari 2026 | 12:27 WIB

Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor

Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor

Bisnis | Minggu, 08 Februari 2026 | 10:23 WIB

Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia

Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia

Bisnis | Minggu, 08 Februari 2026 | 07:36 WIB

IHSG Rungkad, Saham Apa yang Masih Layak Dibidik?

IHSG Rungkad, Saham Apa yang Masih Layak Dibidik?

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 12:48 WIB

Panik Gempa Dini Hari, Belasan Warga Bantul Luka-luka Akibat Terbentur saat Selamatkan Diri

Panik Gempa Dini Hari, Belasan Warga Bantul Luka-luka Akibat Terbentur saat Selamatkan Diri

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:34 WIB

Bahlil Sedang Urus Tata Administrasi, Tambang Emas Martabe Mau di Nasionalisasi?

Bahlil Sedang Urus Tata Administrasi, Tambang Emas Martabe Mau di Nasionalisasi?

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:22 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Jam Tangan Casio untuk Tangan Kecil, Desain Klasik hingga Vintage

3 Rekomendasi Jam Tangan Casio untuk Tangan Kecil, Desain Klasik hingga Vintage

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 10:42 WIB

DPRD DKI Dorong Subsidi Pangan Jadi Saldo Digital ala New York, Warga Bebas Pilih Bahan Pangan!

DPRD DKI Dorong Subsidi Pangan Jadi Saldo Digital ala New York, Warga Bebas Pilih Bahan Pangan!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 10:42 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 10:41 WIB

Tiga Hari Ditelan Ombak, Jasad Pelajar Asal Lampung Barat Ditemukan Terdampar di Pantai

Tiga Hari Ditelan Ombak, Jasad Pelajar Asal Lampung Barat Ditemukan Terdampar di Pantai

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 10:35 WIB

Emiten HGII Bidik Kapasitas Energi Terbarukan 100 MW pada 2031

Emiten HGII Bidik Kapasitas Energi Terbarukan 100 MW pada 2031

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 10:30 WIB

Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik

Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik

Surakarta | Jum'at, 25 September 2026 | 10:30 WIB

Ulasan Novel 28: Ketika Wabah Mematikan Membuka Sisi Gelap Manusia

Ulasan Novel 28: Ketika Wabah Mematikan Membuka Sisi Gelap Manusia

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 10:30 WIB

Berawal dari Motor Warga Sering Mogok, Polisi Bongkar Gudang Pengoplos BBM Subsidi di Lampung Tengah

Berawal dari Motor Warga Sering Mogok, Polisi Bongkar Gudang Pengoplos BBM Subsidi di Lampung Tengah

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 10:27 WIB

Bagaimana Cara agar Bunga Es di Freezer Kulkas Tidak Banyak? Begini Tipsnya

Bagaimana Cara agar Bunga Es di Freezer Kulkas Tidak Banyak? Begini Tipsnya

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 10:26 WIB

Banyak Ulasan Negatif, Ji Chang Wook Mengaku Tak Malu Bintangi The Scandal

Banyak Ulasan Negatif, Ji Chang Wook Mengaku Tak Malu Bintangi The Scandal

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 10:25 WIB

×