Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Rupiah Melemah Terus, Menkeu: Saya Tidak Bisa Kendalikan

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 13 Februari 2026 | 07:18 WIB
Rupiah Melemah Terus, Menkeu: Saya Tidak Bisa Kendalikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
  • Menkeu Purbaya menegaskan pengelolaan nilai tukar rupiah adalah kewenangan penuh Bank Indonesia, bukan Kemenkeu.
  • Purbaya menyatakan fokus Kemenkeu adalah memperkuat pertumbuhan ekonomi domestik yang konsisten dan berkelanjutan.
  • Meskipun terjadi arus modal asing masuk besar, rupiah tetap melemah sehingga perlu ditanyakan ke bank sentral.

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan bahwa kewenangan pengelolaan nilai tukar rupiah berada di tangan Bank Indonesia. 

Pasalnya, Menkeu tidak bisa melakukan intervensi langsung terhadap pergerakan kurs dan memilih fokus pada penguatan pertumbuhan ekonomi.

“Sebetulnya kalau rupiah, yang berhak menjawab bank sentral. Saya tidak mengelola nilai tukar karena mereka yang mengendalikan,” ujar Purbaya di Finance Hall, Kamis (12/2/2026).

Dia pun menyoroti arus modal asing tercatat masuk dalam jumlah signifikan pada periode November, Desember, hingga awal Januari. Namun, masuknya aliran modal asing belum bisa membangkit rupiah.

“Kalau kita lihat November, Desember, Januari awal itu inflow positif dan cukup besar, tapi rupiah melemah. Jadi Anda harus tanya ke bank sentral kenapa terjadi seperti itu,” katanya.

Ia juga menepis anggapan bahwa pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, mengintervensi kebijakan moneter bank sentral atau Bank Indonesia.

Ilustrasi Rupiah. [Pixabay]
Ilustrasi Rupiah. [Pixabay]

“Masalah figures too early dan apakah disusupi pemerintah, jadi kita enggak bisa, kita enggak memutuskan,” bebernya.

Dia menambahkan, Kementerian Keuangan memilih berkonsentrasi pada penciptaan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

“Saya fokus ke penciptaan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Kalau ekonomi tumbuh lebih tinggi dan orang percaya kita bergerak konsisten, biasanya pasar modal akan mengikuti karena keuntungan perusahaan naik,” ujarnya.

Pemerintah, lanjutnya, juga berupaya memperbaiki iklim investasi agar pelaku usaha dapat berbisnis dengan lebih mudah di dalam negeri.

Menurut dia, pertumbuhan yang kuat akan mendorong masuknya investasi, baik melalui pasar modal maupun investasi langsung asing (FDI). Dalam kondisi tersebut, nilai tukar rupiah diyakini akan menguat secara alami.

“Daripada mengendalikan nilai tukar dengan intervensi yang bukan bidang saya, saya kendalikan saja pertumbuhan ekonomi secara konsisten dan kuat ke depannya,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Ribuan Kontainer China: Mafia Impor Diduga Gerogoti Institusi Bea Cukai

Skandal Ribuan Kontainer China: Mafia Impor Diduga Gerogoti Institusi Bea Cukai

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 19:09 WIB

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp 16.811/USD

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp 16.811/USD

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 16:23 WIB

Rupiah Terus Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.786

Rupiah Terus Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.786

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Cara Purbaya Kejar Setoran Pajak demi Tax Ratio 12 Persen

Cara Purbaya Kejar Setoran Pajak demi Tax Ratio 12 Persen

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 18:09 WIB

Purbaya Siapkan Rp 15 Miliar Buat Anggaran Reaktivasi BPJS Kesehatan

Purbaya Siapkan Rp 15 Miliar Buat Anggaran Reaktivasi BPJS Kesehatan

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 17:54 WIB

Purbaya Ungkap Biang Kerok Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang Diprotes Warga

Purbaya Ungkap Biang Kerok Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang Diprotes Warga

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 14:11 WIB

Terkini

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:08 WIB