Purbaya Akui Indonesia Tak Berpihak ke Ekonomi Syariah, Singgung Peran Menteri Agama

Dicky Prastya Suara.Com
Senin, 16 Februari 2026 | 12:16 WIB
Purbaya Akui Indonesia Tak Berpihak ke Ekonomi Syariah, Singgung Peran Menteri Agama
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan prinsip ekonomi syariah Indonesia tertinggal jauh dibanding pusat global lain.
  • Purbaya menyoroti kurangnya kebijakan jelas pemerintah dalam mendorong dan mengintegrasikan ekonomi syariah sebagai strategi besar.
  • Pelaku bisnis melaporkan bahwa biaya pembiayaan dari bank syariah secara rata-rata masih lebih mahal daripada konvensional.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kalau prinsip ekonomi syariah di Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara lain. Padahal RI memiliki penduduk beragama Islam paling banyak di dunia.

"Tapi yang pusat syariah bukan di Jakarta. Ada di London, di Hongkong. Kadang-kadang Singapura juga ingin jadi pusat ekonomi syariah. Syariah financial. Kita ketinggalan sekali dalam hal itu," kata Purbaya dalam Sharia Ekonomi Forum 2026, dikutip Senin (16/2/2026).

Purbaya menilai kalau selama ini tidak ada kebijakan yang jelas untuk ekonomi syariah. Sebagai ekonom 25 tahun terakhir, ia berpandangan kalau Indonesia adalah ekonomi Islam besar, tapi keberpihakan ekonomi syariah hampir tidak ada.

"Ekonomi syariah adalah bagian dari strategi besar pembangunan. Saya tidak melihat strategi di pembangunan, yang berusaha mendorong ekonomi syariah," lanjutnya.

Bendahara Negara bercerita kalau dirinya sempat bertemu dengan aktivis ekonomi syariah. Hanya saja mereka malah berjalan sendiri dan tidak dibantu oleh Pemerintah.

Ia menyebut kalau fenomena ini adalah kesalahan semua pihak. Indonesia dinilainya memiliki umat Islam terbesar, namun kenyataannya mereka lebih banyak diam.

Menteri Agama Nasaruddin Umar. [dok.pribadi]
Menteri Agama Nasaruddin Umar. [dok.pribadi]

Purbaya lalu meminta Menteri Agama (Menag) Nasaruddin untuk mengajaknya membangun sistem ekonomi syariah. Tapi jika hanya sekadar nama, ia menolak.

"Harusnya pak Menteri Agama baru mengajak saya menjadi apa, semacam perkumpulan cendekia Islam Muslim. Saya ikut. Saya bilang saya bantu, kalau bapak mau betul-betul bangun ekonomi syariah. Tapi kalau bapak cuma pakai nama namanya aja saya enggak ikut," timpal dia.

"Artinya gini, kalau mau bangun, bangun betul. Syariah bukan hanya istilahnya, tapi praktik syariahnya betul-betul syariah," lanjutnya.

Baca Juga: BI: Ekonomi Syariah Jadi Pilar Strategis Hadapi Ketidakpastian Global

Lebih lanjut Menkeu juga meminta testimoni dari para pelaku bisnis. Ia memperoleh jawaban kalau bunga kredit yang didapat dari bank syariah rata-rata lebih mahal, meskipun tidak menggunakan istilah bunga.

"Jadi bukan itu sebetulnya yang diinginkan dari suatu ekonomi yang berbasis syariah. Saya pikir juga tadinya, 'Ekonomi syariah mah bullshit, enggak mungkin jalan'. Itu didikan Barat, Amerika," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI