Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Purbaya Akui Indonesia Tak Berpihak ke Ekonomi Syariah, Singgung Peran Menteri Agama

Dicky Prastya

Senin, 16 Februari 2026 | 12:16 WIB
Purbaya Akui Indonesia Tak Berpihak ke Ekonomi Syariah, Singgung Peran Menteri Agama
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan prinsip ekonomi syariah Indonesia tertinggal jauh dibanding pusat global lain.
  • Purbaya menyoroti kurangnya kebijakan jelas pemerintah dalam mendorong dan mengintegrasikan ekonomi syariah sebagai strategi besar.
  • Pelaku bisnis melaporkan bahwa biaya pembiayaan dari bank syariah secara rata-rata masih lebih mahal daripada konvensional.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kalau prinsip ekonomi syariah di Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara lain. Padahal RI memiliki penduduk beragama Islam paling banyak di dunia.

"Tapi yang pusat syariah bukan di Jakarta. Ada di London, di Hongkong. Kadang-kadang Singapura juga ingin jadi pusat ekonomi syariah. Syariah financial. Kita ketinggalan sekali dalam hal itu," kata Purbaya dalam Sharia Ekonomi Forum 2026, dikutip Senin (16/2/2026).

Purbaya menilai kalau selama ini tidak ada kebijakan yang jelas untuk ekonomi syariah. Sebagai ekonom 25 tahun terakhir, ia berpandangan kalau Indonesia adalah ekonomi Islam besar, tapi keberpihakan ekonomi syariah hampir tidak ada.

"Ekonomi syariah adalah bagian dari strategi besar pembangunan. Saya tidak melihat strategi di pembangunan, yang berusaha mendorong ekonomi syariah," lanjutnya.

Bendahara Negara bercerita kalau dirinya sempat bertemu dengan aktivis ekonomi syariah. Hanya saja mereka malah berjalan sendiri dan tidak dibantu oleh Pemerintah.

Ia menyebut kalau fenomena ini adalah kesalahan semua pihak. Indonesia dinilainya memiliki umat Islam terbesar, namun kenyataannya mereka lebih banyak diam.

Menteri Agama Nasaruddin Umar. [dok.pribadi]
Menteri Agama Nasaruddin Umar. [dok.pribadi]

Purbaya lalu meminta Menteri Agama (Menag) Nasaruddin untuk mengajaknya membangun sistem ekonomi syariah. Tapi jika hanya sekadar nama, ia menolak.

"Harusnya pak Menteri Agama baru mengajak saya menjadi apa, semacam perkumpulan cendekia Islam Muslim. Saya ikut. Saya bilang saya bantu, kalau bapak mau betul-betul bangun ekonomi syariah. Tapi kalau bapak cuma pakai nama namanya aja saya enggak ikut," timpal dia.

"Artinya gini, kalau mau bangun, bangun betul. Syariah bukan hanya istilahnya, tapi praktik syariahnya betul-betul syariah," lanjutnya.

baca juga

Lebih lanjut Menkeu juga meminta testimoni dari para pelaku bisnis. Ia memperoleh jawaban kalau bunga kredit yang didapat dari bank syariah rata-rata lebih mahal, meskipun tidak menggunakan istilah bunga.

"Jadi bukan itu sebetulnya yang diinginkan dari suatu ekonomi yang berbasis syariah. Saya pikir juga tadinya, 'Ekonomi syariah mah bullshit, enggak mungkin jalan'. Itu didikan Barat, Amerika," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI: Ekonomi Syariah Jadi Pilar Strategis Hadapi Ketidakpastian Global

BI: Ekonomi Syariah Jadi Pilar Strategis Hadapi Ketidakpastian Global

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 12:01 WIB

Gibran Janji Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional

Gibran Janji Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 11:32 WIB

Kementerian ESDM Beri Izin Perusahaan Israel Garap Proyek Geothermal di Halmahera?

Kementerian ESDM Beri Izin Perusahaan Israel Garap Proyek Geothermal di Halmahera?

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 09:10 WIB

Viral Kejagung Geledah Rumah Pejabat Pajak Temukan Rp 920 Miliar, Kemenkeu Pastikan Hoaks

Viral Kejagung Geledah Rumah Pejabat Pajak Temukan Rp 920 Miliar, Kemenkeu Pastikan Hoaks

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 20:40 WIB

IHT Disebut Kunci Prabowonomics, Mampukah Dongkrak Target Ekonomi 8%?

IHT Disebut Kunci Prabowonomics, Mampukah Dongkrak Target Ekonomi 8%?

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 19:33 WIB

Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik

Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik

News | Minggu, 15 Februari 2026 | 18:58 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×