Saham INET Diborong Asing, Target Harganya Bisa Tembus Rekor

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:26 WIB
Saham INET Diborong Asing, Target Harganya Bisa Tembus Rekor
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
  • Saham INET melonjak 10% hingga Rp422 didorong transaksi masif, menempatkannya diburu investor asing.
  • Kiwoom Sekuritas merekomendasikan BELI INET target Rp630 karena ekspansi ISP dan proyek kabel laut strategis.
  • Perusahaan pendanaan ekspansi besar melalui *rights issue* dan obligasi, antisipasi pendapatan stabil mulai 2026.

Suara.com - Berdasarkan data pasar yang dipantau hingga jeda siang, saham INET mencatatkan lonjakan harga yang impresif sebesar 10%, mendarat di level Rp422 per saham (data per pukul 15.00 WIB).

Kenaikan ini bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan didorong oleh volume transaksi yang sangat masif. Tercatat sebanyak 939,6 juta lembar saham telah berpindah tangan dengan total nilai transaksi menembus Rp392,6 miliar.

Aktivitas ini menempatkan INET di posisi kedua dalam daftar saham yang paling banyak diburu asing (net buy) berdasarkan data Stockbit.

Tak tanggung-tanggung, investor asing membukukan beli bersih sebanyak 112,8 juta saham. Tren ini sebenarnya sudah mulai terbaca sejak akhir pekan lalu (13/2), di mana asing menyuntikkan dana sekitar Rp11,95 miliar ke saham ini.

Sebelumnya, Kiwoom Sekuritas Indonesia, dalam laporan prospek tahunan bertajuk ‘2026 Year of Fire Horse Outlook’, memasukkan INET ke dalam jajaran saham pilihan utama.

Alasannya cukup fundamental: INET dipandang sedang berada di jalur ekspansi "gila-gilaan" yang berpotensi mengubah peta persaingan penyedia jasa internet (ISP) di tanah air.

Tim riset Kiwoom Sekuritas secara tegas memberikan rekomendasi BELI dengan target harga yang cukup ambisius, yakni di level Rp630.

Jika dibandingkan dengan harga saat ini di Rp422, artinya masih ada potensi kenaikan (upside) yang sangat lebar.

Proyek Kabel Laut dan Gurita Infrastruktur Digital

Apa yang membuat analis begitu optimistis terhadap masa depan INET? Jawabannya ada pada deretan proyek infrastruktur digital yang sedang digarap secara paralel:

  • Jalur Kabel Laut Jakarta-Batam-Singapura: Proyek ini memiliki kapasitas raksasa hingga 20 Terabit per detik (Tbps). Menariknya, sekitar 10 Tbps sudah dipesan terlebih dahulu oleh mitra strategis, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge. Dengan kapasitas yang sudah terserap 50%, INET memiliki potensi pendapatan berulang (recurring income) yang sangat stabil mulai April 2026.
  • Ekspansi FTTH Bali-Lombok: INET sedang gencar membangun jaringan Fiber to the Home (FTTH) dengan target ambisius mencapai 2 juta sambungan rumah (home passes).
  • Dominasi di Kalimantan Barat: Melalui akuisisi PT Trans Hybrid Communication (THC), INET kini memiliki infrastruktur backbone yang kuat di Kalimantan Barat, memperlebar sayap bisnis mereka di luar Pulau Jawa.

Langkah ekspansi anorganik INET tidak berhenti di situ. Perusahaan juga mengakuisisi PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) untuk memperkuat operasionalnya.

Dalam proyek pembangunan jaringan FTTH milik Surge (WIFI), INET berperan sebagai kontraktor utama dengan target pembangunan 2 juta homepass hingga tahun 2028. Nilai kontrak dari kerja sama ini diperkirakan mencapai Rp540 miliar.

Untuk mendanai seluruh "hajatan" besar ini, INET telah menyiapkan amunisi finansial yang sangat kuat. Perseroan melakukan aksi korporasi berupa rights issue senilai Rp3,2 triliun serta penerbitan obligasi sebesar Rp1 triliun.

Total modal jumbo ini diharapkan mampu mengerek pendapatan dan laba bersih secara eksponensial dalam beberapa tahun ke depan.

Secara rinci, saham INET diperdagangkan pada rasio EV/EBITDA 2026 sekitar 15,1 kali. Angka ini diprediksi akan menyusut menjadi 9,4 kali pada tahun 2027 seiring dengan mulai beroperasinya segmen ritel (B2C) FTTH secara penuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Terus Melonjak di Sesi I, 466 Saham Menghijau

IHSG Terus Melonjak di Sesi I, 466 Saham Menghijau

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 13:10 WIB

Target Harga DEWA saat Sahamnya Uji Level Resistance

Target Harga DEWA saat Sahamnya Uji Level Resistance

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 11:51 WIB

RMKE Torehkan Pertumbuhan Eksponensial di Awal 2026

RMKE Torehkan Pertumbuhan Eksponensial di Awal 2026

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 10:31 WIB

5 Fakta Stock Split DSSA: Rasio 1:25 hingga Target Saham

5 Fakta Stock Split DSSA: Rasio 1:25 hingga Target Saham

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 10:14 WIB

IHSG Menghijau Pagi Ini Usai Libur Panjang, 331 Saham Melonjak

IHSG Menghijau Pagi Ini Usai Libur Panjang, 331 Saham Melonjak

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 09:19 WIB

IHSG Diramal Menghijau Usai Libur Panjang, Cek Rekomendasi Saham Ini

IHSG Diramal Menghijau Usai Libur Panjang, Cek Rekomendasi Saham Ini

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 07:21 WIB

Terkini

Bahlil soal WFH Akibat Krisis Energi: Akan Menghemat Impor Migas

Bahlil soal WFH Akibat Krisis Energi: Akan Menghemat Impor Migas

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:05 WIB

3 Rekomendasi Aplikasi Investasi Terbaik untuk Pemula di 2026

3 Rekomendasi Aplikasi Investasi Terbaik untuk Pemula di 2026

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:36 WIB

Perkuat Stok, Bahlil Buka Opsi Impor BBM dari Rusia

Perkuat Stok, Bahlil Buka Opsi Impor BBM dari Rusia

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps

Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:20 WIB

500 Pemudik Mengikuti Program Mudik Aman Berbagi Harapan 2026 dari Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1

500 Pemudik Mengikuti Program Mudik Aman Berbagi Harapan 2026 dari Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:19 WIB

Rekayasa Mudik Dikritik, Pelabuhan Penunjang Padat Merak Justru Lengang

Rekayasa Mudik Dikritik, Pelabuhan Penunjang Padat Merak Justru Lengang

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:01 WIB

Perang di Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Biar Rupiah Makin Kuat

Perang di Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Biar Rupiah Makin Kuat

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:00 WIB

Diskon Tiket Mudik 30 Persen Disebut Justru Bebani Operator Kapal Ferry

Diskon Tiket Mudik 30 Persen Disebut Justru Bebani Operator Kapal Ferry

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:46 WIB

Alasan Danantara Terbitkan Surat Utang Rp 7 Triliun

Alasan Danantara Terbitkan Surat Utang Rp 7 Triliun

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:38 WIB

Fitur QRIS Ini Bisa Cair 3 Kali Sehari Bikin UMKM Makin Satset di Ramadan

Fitur QRIS Ini Bisa Cair 3 Kali Sehari Bikin UMKM Makin Satset di Ramadan

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:37 WIB