Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Saham INET Diborong Asing, Target Harganya Bisa Tembus Rekor

M Nurhadi

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:26 WIB
Saham INET Diborong Asing, Target Harganya Bisa Tembus Rekor
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
baca 10 detik
  • Saham INET melonjak 10% hingga Rp422 didorong transaksi masif, menempatkannya diburu investor asing.
  • Kiwoom Sekuritas merekomendasikan BELI INET target Rp630 karena ekspansi ISP dan proyek kabel laut strategis.
  • Perusahaan pendanaan ekspansi besar melalui *rights issue* dan obligasi, antisipasi pendapatan stabil mulai 2026.

Suara.com - Berdasarkan data pasar yang dipantau hingga jeda siang, saham INET mencatatkan lonjakan harga yang impresif sebesar 10%, mendarat di level Rp422 per saham (data per pukul 15.00 WIB).

Kenaikan ini bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan didorong oleh volume transaksi yang sangat masif. Tercatat sebanyak 939,6 juta lembar saham telah berpindah tangan dengan total nilai transaksi menembus Rp392,6 miliar.

Aktivitas ini menempatkan INET di posisi kedua dalam daftar saham yang paling banyak diburu asing (net buy) berdasarkan data Stockbit.

Tak tanggung-tanggung, investor asing membukukan beli bersih sebanyak 112,8 juta saham. Tren ini sebenarnya sudah mulai terbaca sejak akhir pekan lalu (13/2), di mana asing menyuntikkan dana sekitar Rp11,95 miliar ke saham ini.

Sebelumnya, Kiwoom Sekuritas Indonesia, dalam laporan prospek tahunan bertajuk ‘2026 Year of Fire Horse Outlook’, memasukkan INET ke dalam jajaran saham pilihan utama.

Alasannya cukup fundamental: INET dipandang sedang berada di jalur ekspansi "gila-gilaan" yang berpotensi mengubah peta persaingan penyedia jasa internet (ISP) di tanah air.

Tim riset Kiwoom Sekuritas secara tegas memberikan rekomendasi BELI dengan target harga yang cukup ambisius, yakni di level Rp630.

Jika dibandingkan dengan harga saat ini di Rp422, artinya masih ada potensi kenaikan (upside) yang sangat lebar.

Proyek Kabel Laut dan Gurita Infrastruktur Digital

baca juga

Apa yang membuat analis begitu optimistis terhadap masa depan INET? Jawabannya ada pada deretan proyek infrastruktur digital yang sedang digarap secara paralel:

  • Jalur Kabel Laut Jakarta-Batam-Singapura: Proyek ini memiliki kapasitas raksasa hingga 20 Terabit per detik (Tbps). Menariknya, sekitar 10 Tbps sudah dipesan terlebih dahulu oleh mitra strategis, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge. Dengan kapasitas yang sudah terserap 50%, INET memiliki potensi pendapatan berulang (recurring income) yang sangat stabil mulai April 2026.
  • Ekspansi FTTH Bali-Lombok: INET sedang gencar membangun jaringan Fiber to the Home (FTTH) dengan target ambisius mencapai 2 juta sambungan rumah (home passes).
  • Dominasi di Kalimantan Barat: Melalui akuisisi PT Trans Hybrid Communication (THC), INET kini memiliki infrastruktur backbone yang kuat di Kalimantan Barat, memperlebar sayap bisnis mereka di luar Pulau Jawa.

Langkah ekspansi anorganik INET tidak berhenti di situ. Perusahaan juga mengakuisisi PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) untuk memperkuat operasionalnya.

Dalam proyek pembangunan jaringan FTTH milik Surge (WIFI), INET berperan sebagai kontraktor utama dengan target pembangunan 2 juta homepass hingga tahun 2028. Nilai kontrak dari kerja sama ini diperkirakan mencapai Rp540 miliar.

Untuk mendanai seluruh "hajatan" besar ini, INET telah menyiapkan amunisi finansial yang sangat kuat. Perseroan melakukan aksi korporasi berupa rights issue senilai Rp3,2 triliun serta penerbitan obligasi sebesar Rp1 triliun.

Total modal jumbo ini diharapkan mampu mengerek pendapatan dan laba bersih secara eksponensial dalam beberapa tahun ke depan.

Secara rinci, saham INET diperdagangkan pada rasio EV/EBITDA 2026 sekitar 15,1 kali. Angka ini diprediksi akan menyusut menjadi 9,4 kali pada tahun 2027 seiring dengan mulai beroperasinya segmen ritel (B2C) FTTH secara penuh.

Para analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan, menyebutkan bahwa sumber pertumbuhan terbesar justru akan terlihat saat segmen konsumen mulai memberikan kontribusi pada 2027 mendatang.

Dengan target take-up rate sebesar 60-70% di wilayah Bali-Lombok dan Kalimantan Barat, INET tampaknya sedang membangun mesin uang jangka panjang yang sangat menjanjikan bagi para pemegang sahamnya.



DISCLAIMER: Investasi saham merupakan instrumen keuangan yang memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Seluruh informasi mengenai PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dalam artikel ini disusun berdasarkan data pasar per 18 Februari 2026 dan riset lembaga sekuritas terkait. Artikel ini bertujuan sebagai referensi informasi berita dan bukan merupakan perintah atau ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Terus Melonjak di Sesi I, 466 Saham Menghijau

IHSG Terus Melonjak di Sesi I, 466 Saham Menghijau

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 13:10 WIB

Target Harga DEWA saat Sahamnya Uji Level Resistance

Target Harga DEWA saat Sahamnya Uji Level Resistance

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 11:51 WIB

RMKE Torehkan Pertumbuhan Eksponensial di Awal 2026

RMKE Torehkan Pertumbuhan Eksponensial di Awal 2026

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 10:31 WIB

5 Fakta Stock Split DSSA: Rasio 1:25 hingga Target Saham

5 Fakta Stock Split DSSA: Rasio 1:25 hingga Target Saham

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 10:14 WIB

IHSG Menghijau Pagi Ini Usai Libur Panjang, 331 Saham Melonjak

IHSG Menghijau Pagi Ini Usai Libur Panjang, 331 Saham Melonjak

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 09:19 WIB

IHSG Diramal Menghijau Usai Libur Panjang, Cek Rekomendasi Saham Ini

IHSG Diramal Menghijau Usai Libur Panjang, Cek Rekomendasi Saham Ini

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 07:21 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Masih Sama Rp2,67 Juta/Gram, Layak untuk Dibeli

Harga Emas Antam Masih Sama Rp2,67 Juta/Gram, Layak untuk Dibeli

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:02 WIB

IHSG Uji Level 6.000: Cek 6 Saham Rekomendasi, BUMI Ikut Disebut

IHSG Uji Level 6.000: Cek 6 Saham Rekomendasi, BUMI Ikut Disebut

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 08:49 WIB

RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut

RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 08:39 WIB

Danantara Percepat Perampingan BUMN, Libatkan Kejagung hingga BPK

Danantara Percepat Perampingan BUMN, Libatkan Kejagung hingga BPK

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 08:34 WIB

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 07:42 WIB

Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi

Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 07:34 WIB

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:07 WIB

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56 WIB

×