Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.501,585
LQ45 638,736
Srikehati 310,420
JII 390,270
USD/IDR 17.774

Saham INET Diborong Asing, Target Harganya Bisa Tembus Rekor

M Nurhadi

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:26 WIB
Saham INET Diborong Asing, Target Harganya Bisa Tembus Rekor
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
baca 10 detik
  • Saham INET melonjak 10% hingga Rp422 didorong transaksi masif, menempatkannya diburu investor asing.
  • Kiwoom Sekuritas merekomendasikan BELI INET target Rp630 karena ekspansi ISP dan proyek kabel laut strategis.
  • Perusahaan pendanaan ekspansi besar melalui *rights issue* dan obligasi, antisipasi pendapatan stabil mulai 2026.

Suara.com - Berdasarkan data pasar yang dipantau hingga jeda siang, saham INET mencatatkan lonjakan harga yang impresif sebesar 10%, mendarat di level Rp422 per saham (data per pukul 15.00 WIB).

Kenaikan ini bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan didorong oleh volume transaksi yang sangat masif. Tercatat sebanyak 939,6 juta lembar saham telah berpindah tangan dengan total nilai transaksi menembus Rp392,6 miliar.

Aktivitas ini menempatkan INET di posisi kedua dalam daftar saham yang paling banyak diburu asing (net buy) berdasarkan data Stockbit.

Tak tanggung-tanggung, investor asing membukukan beli bersih sebanyak 112,8 juta saham. Tren ini sebenarnya sudah mulai terbaca sejak akhir pekan lalu (13/2), di mana asing menyuntikkan dana sekitar Rp11,95 miliar ke saham ini.

Sebelumnya, Kiwoom Sekuritas Indonesia, dalam laporan prospek tahunan bertajuk ‘2026 Year of Fire Horse Outlook’, memasukkan INET ke dalam jajaran saham pilihan utama.

Alasannya cukup fundamental: INET dipandang sedang berada di jalur ekspansi "gila-gilaan" yang berpotensi mengubah peta persaingan penyedia jasa internet (ISP) di tanah air.

Tim riset Kiwoom Sekuritas secara tegas memberikan rekomendasi BELI dengan target harga yang cukup ambisius, yakni di level Rp630.

Jika dibandingkan dengan harga saat ini di Rp422, artinya masih ada potensi kenaikan (upside) yang sangat lebar.

Proyek Kabel Laut dan Gurita Infrastruktur Digital

baca juga

Apa yang membuat analis begitu optimistis terhadap masa depan INET? Jawabannya ada pada deretan proyek infrastruktur digital yang sedang digarap secara paralel:

  • Jalur Kabel Laut Jakarta-Batam-Singapura: Proyek ini memiliki kapasitas raksasa hingga 20 Terabit per detik (Tbps). Menariknya, sekitar 10 Tbps sudah dipesan terlebih dahulu oleh mitra strategis, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge. Dengan kapasitas yang sudah terserap 50%, INET memiliki potensi pendapatan berulang (recurring income) yang sangat stabil mulai April 2026.
  • Ekspansi FTTH Bali-Lombok: INET sedang gencar membangun jaringan Fiber to the Home (FTTH) dengan target ambisius mencapai 2 juta sambungan rumah (home passes).
  • Dominasi di Kalimantan Barat: Melalui akuisisi PT Trans Hybrid Communication (THC), INET kini memiliki infrastruktur backbone yang kuat di Kalimantan Barat, memperlebar sayap bisnis mereka di luar Pulau Jawa.

Langkah ekspansi anorganik INET tidak berhenti di situ. Perusahaan juga mengakuisisi PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) untuk memperkuat operasionalnya.

Dalam proyek pembangunan jaringan FTTH milik Surge (WIFI), INET berperan sebagai kontraktor utama dengan target pembangunan 2 juta homepass hingga tahun 2028. Nilai kontrak dari kerja sama ini diperkirakan mencapai Rp540 miliar.

Untuk mendanai seluruh "hajatan" besar ini, INET telah menyiapkan amunisi finansial yang sangat kuat. Perseroan melakukan aksi korporasi berupa rights issue senilai Rp3,2 triliun serta penerbitan obligasi sebesar Rp1 triliun.

Total modal jumbo ini diharapkan mampu mengerek pendapatan dan laba bersih secara eksponensial dalam beberapa tahun ke depan.

Secara rinci, saham INET diperdagangkan pada rasio EV/EBITDA 2026 sekitar 15,1 kali. Angka ini diprediksi akan menyusut menjadi 9,4 kali pada tahun 2027 seiring dengan mulai beroperasinya segmen ritel (B2C) FTTH secara penuh.

Para analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan, menyebutkan bahwa sumber pertumbuhan terbesar justru akan terlihat saat segmen konsumen mulai memberikan kontribusi pada 2027 mendatang.

Dengan target take-up rate sebesar 60-70% di wilayah Bali-Lombok dan Kalimantan Barat, INET tampaknya sedang membangun mesin uang jangka panjang yang sangat menjanjikan bagi para pemegang sahamnya.



DISCLAIMER: Investasi saham merupakan instrumen keuangan yang memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Seluruh informasi mengenai PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dalam artikel ini disusun berdasarkan data pasar per 18 Februari 2026 dan riset lembaga sekuritas terkait. Artikel ini bertujuan sebagai referensi informasi berita dan bukan merupakan perintah atau ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Terus Melonjak di Sesi I, 466 Saham Menghijau

IHSG Terus Melonjak di Sesi I, 466 Saham Menghijau

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 13:10 WIB

Target Harga DEWA saat Sahamnya Uji Level Resistance

Target Harga DEWA saat Sahamnya Uji Level Resistance

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 11:51 WIB

RMKE Torehkan Pertumbuhan Eksponensial di Awal 2026

RMKE Torehkan Pertumbuhan Eksponensial di Awal 2026

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 10:31 WIB

5 Fakta Stock Split DSSA: Rasio 1:25 hingga Target Saham

5 Fakta Stock Split DSSA: Rasio 1:25 hingga Target Saham

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 10:14 WIB

IHSG Menghijau Pagi Ini Usai Libur Panjang, 331 Saham Melonjak

IHSG Menghijau Pagi Ini Usai Libur Panjang, 331 Saham Melonjak

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 09:19 WIB

IHSG Diramal Menghijau Usai Libur Panjang, Cek Rekomendasi Saham Ini

IHSG Diramal Menghijau Usai Libur Panjang, Cek Rekomendasi Saham Ini

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 07:21 WIB

Terkini

Qlola New Skin Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital Terintegrasi bagi Nasabah Bisnis

Qlola New Skin Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital Terintegrasi bagi Nasabah Bisnis

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Kemasan Rokok Polos Mau Diterapkan, Pengusaha Minta Dampak Ekonomi Dihitung

Kemasan Rokok Polos Mau Diterapkan, Pengusaha Minta Dampak Ekonomi Dihitung

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Terjaring OTT, Nasib Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq dan Wakilnya Ditentukan KPK dalam 1x24 Jam

Terjaring OTT, Nasib Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq dan Wakilnya Ditentukan KPK dalam 1x24 Jam

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:35 WIB

BRI Hadirkan Qlola New Skin, Perkuat Solusi Digital untuk Nasabah Bisnis

BRI Hadirkan Qlola New Skin, Perkuat Solusi Digital untuk Nasabah Bisnis

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:31 WIB

Rice Cooker Cosmos Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan Terbaik yang Murah dan Laris Manis

Rice Cooker Cosmos Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan Terbaik yang Murah dan Laris Manis

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:30 WIB

BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Mencapai 153 Ton

BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Mencapai 153 Ton

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:29 WIB

Kejar Program B50, Bantuan Peremajaan Sawit Naik Jadi Rp60 Juta/Hektare

Kejar Program B50, Bantuan Peremajaan Sawit Naik Jadi Rp60 Juta/Hektare

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Misteri Hilangnya Fitra di Samudera Hindia: Lenyap dari Kamar Kapal

Misteri Hilangnya Fitra di Samudera Hindia: Lenyap dari Kamar Kapal

Jatim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:25 WIB

BRI Dukung Arahan Presiden Optimalkan Potensi Emas Indonesia

BRI Dukung Arahan Presiden Optimalkan Potensi Emas Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Paus Leo XIV Dorong Pimpinan Gereja Sedunia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Paus Leo XIV Dorong Pimpinan Gereja Sedunia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:20 WIB

×