Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Belajar dari Ricuh Pembagian Bantuan, Mendagri Minta Stok Pangan Sumatera Diamankan untuk 3 Bulan

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 19 Februari 2026 | 09:56 WIB
Belajar dari Ricuh Pembagian Bantuan, Mendagri Minta Stok Pangan Sumatera Diamankan untuk 3 Bulan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (tangkap layar)
  • Mendagri Tito Karnavian meminta ketersediaan stok logistik dan pangan Sumatera aman selama tiga bulan ke depan, termasuk Ramadan 2026.
  • Permintaan ini disampaikan saat rapat bersama DPR di Jakarta Pusat pada Rabu (18/2/2026) untuk cegah kekurangan pasca-bencana.
  • Bencana di Sumatera menyebabkan 1.205 jiwa meninggal dunia dan berdampak pada lebih dari 52 kabupaten/kota terdampak.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta ketersediaan stok logistik dan pangan di wilayah Sumatera dipastikan aman untuk tiga bulan ke depan.

Permintaan ini mencakup kebutuhan selama Ramadan 2026, terutama di daerah terdampak bencana yang masih rentan terhadap gangguan distribusi.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam rapat bersama DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026). Ia menyebut, pemerintah ingin memastikan peristiwa kekurangan logistik di awal bencana tidak kembali terulang.

Tito menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga ketahanan stok pangan di wilayah tersebut.

Koordinasi dilakukan agar cadangan logistik bisa tersedia dalam jangka menengah, bukan hanya untuk kebutuhan harian.

"Kami sudah koordinasi dengan Bapak Menteri Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional, dan juga Bulog agar stok pangan logistik, belajar dari kasus ini, agar distok selama tiga bulan," ucapnya.

Ia secara khusus meminta Perum Bulog mengirimkan bahan pangan pokok secara bertahap, terutama beras dan minyak goreng, ke daerah terdampak bencana.

Ilustrasi beras di gudang Bulog [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
Ilustrasi beras di gudang Bulog [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]

Langkah ini diambil setelah pemerintah melihat dampak sosial saat distribusi bantuan sempat tersendat.

Tito mengingatkan, pada awal bencana masyarakat sempat berebut bantuan pangan hingga menimbulkan kericuhan. Bahkan, terjadi aksi penjarahan minimarket karena stok logistik dinilai tidak mencukupi.

"Itu lah yang terjadi di Takengon saat itu sempat akan terjadi demo karena kekurangan logistik," tuturnya.

"Bulog terutama, beras, minyak goreng, itu dikirim secara bertahap untuk kekuatan tiga bulan," sambung Tito.

Di sisi lain, Tito juga memaparkan dampak besar bencana di Sumatra yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan luas. Berdasarkan data pemerintah, sebanyak 1.205 orang meninggal dunia dan 139 orang dinyatakan hilang.

"Itu yang meninggal dunia, dalam data kita, adalah 1.205 orang dan yang hilang 139 orang. Pengungsi juga tadinya 2 juta lebih, sekarang menjadi lebih kurang 12.994 yang ada di tenda," ucapnya.

Ia merinci korban meninggal terdiri dari 267 orang di Sumatera Barat, 376 orang di Sumatera Utara, dan 562 orang di Aceh. Sementara korban hilang tercatat 70 orang di Sumatera Barat, 40 orang di Sumatera Utara, dan 29 orang di Aceh.

Bencana tersebut juga berdampak luas pada wilayah administrasi. Tercatat 52 kabupaten/kota, 491 kecamatan, dan 4.511 desa terdampak, termasuk kerusakan rumah warga hingga fasilitas publik.

"Termasuk kerusakan rumah, baik ringan, sedang, berat, maupun yang hilang. Kemudian fasilitas pendidikan yang rusak, sesuai data," katanya.

"Fasilitas kesehatan, kemudian juga jembatan yang rusak ataupun roboh, fasilitas ibadah, baik masjid maupun gereja, jalan, kemudian fasilitas umum lain, serta tadi, pengungsi," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Daftar dan Cek Penerima BSU Terbaru 2026

Cara Daftar dan Cek Penerima BSU Terbaru 2026

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 07:26 WIB

Pemerintah Siapkan Rp 11,92 Triliun untuk Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

Pemerintah Siapkan Rp 11,92 Triliun untuk Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 17:39 WIB

BUMN Kerahkan Produk Unggulan untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera

BUMN Kerahkan Produk Unggulan untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 19:43 WIB

Dalih Tepat Sasaran, Pemerintah Akui Blokir 11,53 Juta Peserta PBI-JKN

Dalih Tepat Sasaran, Pemerintah Akui Blokir 11,53 Juta Peserta PBI-JKN

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 13:18 WIB

Mendagri Wanti-wanti Tingkat Inflasi, Harga yang Diatur Pemerintah Dilarang Naik

Mendagri Wanti-wanti Tingkat Inflasi, Harga yang Diatur Pemerintah Dilarang Naik

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 19:54 WIB

Harga Emas Hampir Rp3 Juta/Gram, Mendagri: Jadi Biang Kerok Inflasi Nasional

Harga Emas Hampir Rp3 Juta/Gram, Mendagri: Jadi Biang Kerok Inflasi Nasional

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 13:52 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB