Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

Daya Saing Pariwisata RI Lemah? SDM Harus Adaptif dan Melek Digital!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:05 WIB
Daya Saing Pariwisata RI Lemah? SDM Harus Adaptif dan Melek Digital!
Ilustrasi wisata di pantai Lombok.[pexels.com]
  • Digitalisasi dan kreativitas jadi syarat utama saing di pasar global.
  • Sertifikasi internasional dan Bahasa Inggris tingkatkan nilai tawar pekerja.
  • Profesionalisme global harus tetap membawa fondasi budaya Indonesia.

Suara.com - Industri pariwisata Indonesia tengah berada di persimpangan jalan. Di tengah gempuran teknologi digital dan perubahan pola perjalanan wisatawan pascapandemi, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif dan berstandar internasional kini menjadi harga mati untuk memenangkan persaingan global.

Rektor Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI), Ariani Kusumo Wardhani, mengungkapkan bahwa sektor pariwisata tidak lagi bisa hanya mengandalkan layanan konvensional. Integrasi antara teknologi, strategi bisnis, dan kreativitas menjadi ekosistem baru yang wajib dikuasai para pemain industri.

"Pariwisata saat ini tidak berdiri sendiri. Ia berkelindan dengan teknologi, bisnis, dan kreativitas. SDM harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut," ujar Ariani dalam keterangannya saat peresmian kampus IPTI di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026).

Ariani menekankan, selain penguasaan aspek digital, kemampuan komunikasi internasional—khususnya Bahasa Inggris serta sertifikasi kompetensi global menjadi syarat mutlak agar tenaga kerja lokal tidak kalah saing dengan tenaga kerja asing.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Menara Bhakti, Nurani Pujiastuti, menilai investasi di bidang pendidikan pariwisata adalah strategi jangka panjang bagi ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa profesionalisme harus tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.

“SDM pariwisata harus profesional, beretika, dan mampu membawa nilai lokal ke level internasional,” tegas Nurani.

Untuk mendukung visi tersebut, institusi pendidikan kini mulai memperkuat fasilitas praktik berstandar dunia, mulai dari dapur hingga restoran operasional. Selain itu, kolaborasi antara pendidikan menengah dan tinggi diperketat guna memastikan kurikulum yang diajarkan selaras dengan kebutuhan pasar kerja terkini.

Dengan penguatan SDM yang komprehensif, pariwisata Indonesia diharapkan tidak sekadar pulih, namun mampu tampil kompetitif sebagai pemain utama di pasar internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Xiaomi Pimpin Pasar Smartphone Indonesia 2025, Siap Gas Ekspansi Ekosistem Human x Car x Home

Xiaomi Pimpin Pasar Smartphone Indonesia 2025, Siap Gas Ekspansi Ekosistem Human x Car x Home

Tekno | Kamis, 19 Februari 2026 | 12:41 WIB

Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) 2026 Hadirkan Kebaruan dengan Tema Sophisticated

Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) 2026 Hadirkan Kebaruan dengan Tema Sophisticated

Lifestyle | Kamis, 19 Februari 2026 | 11:26 WIB

Meniti Karier di Industri Ekowisata: Peluang, Tantangan, dan Masa Depannya

Meniti Karier di Industri Ekowisata: Peluang, Tantangan, dan Masa Depannya

Lifestyle | Rabu, 18 Februari 2026 | 16:19 WIB

Terkini

LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis

LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:47 WIB

Hindari Saham-saham Ini Jelang Rebalancing MSCI

Hindari Saham-saham Ini Jelang Rebalancing MSCI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:47 WIB

Loker BUMN: BRI Buka Lowongan Hingga Juli 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar

Loker BUMN: BRI Buka Lowongan Hingga Juli 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:32 WIB

Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty, Kecuali Perintah Presiden

Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty, Kecuali Perintah Presiden

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:09 WIB

Rupiah Jadi Biang Kerok IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.800 di Sesi I

Rupiah Jadi Biang Kerok IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.800 di Sesi I

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:04 WIB

Intip Kisi-kisi Rebalancing MSCI

Intip Kisi-kisi Rebalancing MSCI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:47 WIB

Purbaya Nurut Bahlil soal Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang

Purbaya Nurut Bahlil soal Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:07 WIB

Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan

Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:06 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp18.000

Rupiah Bisa Tembus Rp18.000

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:34 WIB

Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500

Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:34 WIB