Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Impor Energi dari AS, CORE: Ini Bertentangan dengan Kemandirian Energi

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Sabtu, 21 Februari 2026 | 07:10 WIB
Impor Energi dari AS, CORE: Ini Bertentangan dengan Kemandirian Energi
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: White House)
  • Direktur CORE Indonesia menilai kewajiban impor energi USD 15 miliar dari AS bertentangan agenda swasembada energi nasional.
  • Kewajiban impor mencakup batu bara metalurgi, LPG, minyak mentah, dan bensin olahan dari Amerika Serikat.
  • Kementerian ESDM memastikan program swasembada energi, seperti penghentian impor solar 2026, tetap berjalan.

Suara.com - Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menilai bahwa kewajiban Indonesia mengimpor produk energi senilai USD 15 miliar dari Amerika Serikat dalam perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) bertolak belakang dengan agenda swasembada energi yang selama ini digencarkan pemerintah.

"Jadi jelas semua permintaan dari Amerika Serikat dalam renegosiasi ini kan bertentangan sama agenda nasional ya. Pertama tadi yang disebutkan, agenda kemendiraan energi," kata Faisal saat dihubungi Suara.com pada Jumat (20/2/2026). 

Pembelian produk energi dari AS menjadi salah satu poin kesepakatan. Adapun produk energi yang harus diimpor dari negeri Paman Sam tersebut di antaranya batu bara metalurgi, LPG, minyak mentah hingga bensin olahan. 

Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sejumlah produk energi yang harus dibeli tersebut menurutnya tidak sejalan dengan beberapa upaya yang dilakukan Kementerian ESDM guna menekan ketergantungan terhadap impor seperti penyetopan impor solar pada April 2026 hingga penerapan mandatori biodiesel dan bioetanol. 

"Nah tapi ini tentu saja akan tertahan,  karena sebagai dari kesepakatan dagang ini kita diharuskan membeli crude oil dan juga bensin olahan dari Amerika. Nah berarti yang harus kita perlu lakukan ini adalah penyesuaian dalam hal kebutuhan impor kita," kata Faisal. 

Alhasil, sejumlah agenda pemerintah untuk mencapai swasembada energi akan berubah. 

"Berarti harus ada perubahan-perubahan lagi karena ini sudah ditandatangani. Artinya jelas kita dalam konteks ini ada kerugian yang kita tanggung, tinggal bagaimana kemudian kita memitigasi, meminimalisir resikonya," tuturnya. 

Faisal juga menyebut bahwa perjanjian dagang tersebut akan berdampak terhadap berkurangnya volume BBM dari negara-negara yang selama ini menjadi pemasok minyak  ke Indonesia. 

"Nah cuma kan untuk mengubah itu juga tidak mudah dalam waktu singkat karena kita terlibat kontrak juga dengan negara-negara yang selama ini kita menjadi dimana kita mengimpor minyak tersebut," jelasnya. 

Di samping itu yang perlu dipastikan harga BBM yang ditetapkan AS kepada Indonesia, apakah lebih murah atau lebih mahal. 

"Nah kalau dia seandainya membeli price yang diberikan oleh Amerika Serikat untuk produk minyaknya itu mahal berartikan rugi di kita," ujarnya. 

"Karena berarti kita secara volume mungkin bisa kita atur tidak lebih besar  impornya,  tapi secara harga, secara nilai jadinya akan lebih mahal, lebih tinggi nilai impornya. Nah ini yang perlu diwaspadai," sambugnya. 

Terpisah Juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menegaskan Meski harus mengimpor produk energi dari AS, Anggia memastikan bahwa sejumlah program swasembada energi tetap berjalan.  Salah satunya penghentian impor solar pada 2026. 

"Tapi tidak melepaskan bahwa kita tetap harus mengedepankan  kemandirian energi kita dalam hal yang komitmen Pak Menteri untuk stop impor solar dan lainnya tetap jalan. Ini satu hal yang berbeda, karena kesepakatan untuk perdagangan antara kita dengan Amerika," pungkasnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor 105 Ribu Truk dari India, Bos Agrinas Pangan: Agar Tak Ganggu Produksi Lokal

Impor 105 Ribu Truk dari India, Bos Agrinas Pangan: Agar Tak Ganggu Produksi Lokal

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 18:53 WIB

Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 17:33 WIB

Indonesia Impor Energi dari AS Senilai USD 15 Miliar: Mulai dari Batubara hingga Bensin Olahan!

Indonesia Impor Energi dari AS Senilai USD 15 Miliar: Mulai dari Batubara hingga Bensin Olahan!

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 12:14 WIB

Terkini

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:18 WIB

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:05 WIB

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:05 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:51 WIB

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:17 WIB