Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Media Asing Soroti Lunaknya Prabowo di Hadapan Trump

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 27 Februari 2026 | 14:06 WIB
Media Asing Soroti Lunaknya Prabowo di Hadapan Trump
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: White House)
  • RI hapus tarif 99% barang AS, namun produk RI ke AS tetap kena tarif tinggi 19%.
  • Kesepakatan bisnis RI-AS capai US$38,4 miliar mencakup pangan, mineral, dan chip.
  • Media internasional soroti perjanjian dagang yang dinilai sangat menguntungkan pihak AS.

Suara.com - Kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tengah menjadi sorotan tajam dunia internasional.

Pasalnya, sejumlah media raksasa asal Negeri Paman Sam menyebut perjanjian tarif resiprokal yang diteken di Washington D.C., Kamis (19/2/2026) lalu, memberikan keuntungan luar biasa besar bagi pihak AS.

Melansir laporan Associated Press , Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Indonesia, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, telah sepakat untuk menghapus tarif bagi 99 persen barang asal Amerika.

Namun, yang menjadi ironi adalah sikap AS yang tetap kukuh mempertahankan tarif tinggi bagi produk-produk asal Tanah Air.

"Berdasarkan kesepakatan tersebut, Indonesia akan menghapus tarif untuk 99% barang Amerika, sementara AS akan mempertahankan tarif untuk sebagian besar barang Indonesia sebesar 19%," tulis laporan AP News mengutip keterangan resmi Gedung Putih, sebagaimana dilihat, Jumat (27/2/2026).

Besaran tarif 19% yang dibebankan AS kepada Indonesia ini setara dengan tarif yang mereka tetapkan untuk Kamboja dan Malaysia. Tak hanya soal tarif, Jakarta juga berkomitmen menghapus hambatan non-tarif serta melonggarkan pembatasan ekspor mineral kritis dan komoditas industri lainnya ke AS.

Selain relaksasi tarif, sektor swasta kedua negara juga menyepakati 11 komitmen bisnis dengan nilai fantastis mencapai US$38,4 miliar (setara Rp600 triliun lebih).

Investasi dan kesepakatan dagang ini mencakup pembelian kedelai, jagung, kapas, dan gandum dari petani AS, kerja sama mineral kritis dan pemulihan ladang minyak, usaha patungan (joint venture) dalam pengembangan chip komputer.

Senada dengan AP News, media bergengsi lainnya seperti New York Times, Reuters, hingga The Diplomat kompak menyuarakan narasi serupa. Mereka menyoroti bagaimana posisi tawar Indonesia tampak melunak dengan memberikan akses pasar yang nyaris tanpa hambatan bagi produk-produk Amerika.

Banyak analis menilai, komitmen Indonesia untuk memborong produk AS dan membuka keran ekspor mineral kritis menjadi "kemenangan diplomatik" yang sangat menguntungkan bagi ekonomi AS di bawah pemerintahan saat ini.

Kini, publik menunggu penjelasan lebih rinci dari pemerintah terkait apa kompensasi strategis yang didapatkan Indonesia di balik angka-angka yang terlihat "jomplang" tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Daya Angkut Pick Up Mahindra Scorpio? Akan Dipakai Agrinas, Unggul dari Suzuki Carry

Berapa Daya Angkut Pick Up Mahindra Scorpio? Akan Dipakai Agrinas, Unggul dari Suzuki Carry

Otomotif | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:38 WIB

Kembali ke Tanah Air Usai Lawatan, Ini Oleh-oleh yang Dibawa Prabowo

Kembali ke Tanah Air Usai Lawatan, Ini Oleh-oleh yang Dibawa Prabowo

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 11:23 WIB

"Oleh-oleh" Prabowo Usai Keliling Dunia: Bawa Pulang Tarif 0% dari Trump hingga Teknologi Chip AI

"Oleh-oleh" Prabowo Usai Keliling Dunia: Bawa Pulang Tarif 0% dari Trump hingga Teknologi Chip AI

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:40 WIB

Terkini

Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara

Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:17 WIB

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:08 WIB

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:58 WIB

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:47 WIB

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:05 WIB

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:00 WIB

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:27 WIB

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:03 WIB

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:02 WIB

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:53 WIB