Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Target Harga BBCA saat Sahamnya Ambles Parah di Bawah Rp6.800

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 04 Maret 2026 | 15:42 WIB
Target Harga BBCA saat Sahamnya Ambles Parah di Bawah Rp6.800
BBCA [Dok BCA]
  • Saham BBCA terkoreksi tajam pada Rabu, 4 Maret 2026, ditutup melemah 1,77% di level Rp 6.950 akibat tekanan jual masif.
  • Penurunan signifikan BBCA dipicu oleh ketidakpastian geopolitik global yang mendorong aksi jual bersih investor asing senilai Rp 183 miliar.
  • Koreksi BBCA menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 4,32% ke 7.596,57, meskipun analis masih mempertahankan rekomendasi BELI.

Suara.com - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau mengalami koreksi yang sangat tajam pada sesi perdagangan Rabu, 4 Maret 2026.

Tak tanggung-tanggung, emiten perbankan blue chip ini dipaksa menyerah dan terperosok ke bawah level psikologis Rp 7.000.

Tekanan jual sudah terasa sejak sesi 1. Kinerja saham BBCA menunjukkan grafik yang memprihatinkan sepanjang sesi pertama berlangsung. Hingga penutupan sesi, nilai saham bank milik Grup Djarum ini ditutup melemah 1,77% ke posisi Rp 6.950.

Berdasarkan pantauan data perdagangan hingga pukul 15.25 WIB, harga BBCA terus merosot lebih dalam hingga menyentuh angka Rp 6.850.

Sejak awal perdagangan, saham BBCA memang sudah menunjukkan tanda-tanda berada di titik kritis. Level terendah harian sempat menyentuh Rp 6.900 sebelum akhirnya jatuh lebih dalam di sore hari.

Transaksi tercatat sangat masif dengan nilai mencapai Rp 647,1 miliar dan volume perdagangan menembus 92,63 juta lembar saham.

Tingginya volume di tengah penurunan harga ini menjadi sinyal kuat bahwa tekanan jual dari para pelaku pasar, terutama pemodal besar, sedang berada pada puncaknya.

Sinyal Bearish Semakin Kuat

Secara teknis, rontoknya harga saham BBCA memberikan indikasi buruk bagi para pemburu cuan jangka pendek. Saat ini, posisi harga BBCA telah menembus ke bawah garis Moving Average (MA) 9 dan MA 50.

Dalam dunia analisis teknikal, kondisi ini merupakan konfirmasi bahwa momentum pelemahan sedang berlangsung dengan sangat dominan.

Selain itu, grafik harian menunjukkan pola tren penurunan yang sangat klasik, yakni pembentukan lower high (puncak yang lebih rendah) dan lower low (lembah yang lebih rendah).

Kini, perhatian para analis tertuju pada area support terdekat yang berada di rentang Rp 6.800 hingga Rp 7.000. Area ini menjadi benteng pertahanan terakhir bagi BBCA.

Apabila tekanan jual terus berlanjut dan level ini gagal dipertahankan, maka skenario terburuknya adalah harga akan meluncur bebas menuju level Rp 6.300. Angka tersebut merupakan titik terendah baru yang sangat dihindari oleh para pemegang saham jangka panjang.

Ambruknya saham BBCA tidak lepas dari guncangan hebat di pasar global. Ketidakpastian geopolitik yang kian memanas—terutama dampak dari konflik di Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran—telah memicu fase risk-off di seluruh bursa dunia.

Dalam kondisi seperti ini, investor global cenderung menarik dana mereka dari negara berkembang (emerging markets) untuk dipindahkan ke aset yang dianggap lebih aman (safe haven).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Alasan yang Buat IHSG Ambruk Hari Ini

3 Alasan yang Buat IHSG Ambruk Hari Ini

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 14:35 WIB

IHSG Semakin Hancur pada Sesi I, Turun 4% dan 748 Saham Merah

IHSG Semakin Hancur pada Sesi I, Turun 4% dan 748 Saham Merah

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:52 WIB

IHSG Makin Memburuk pada Rabu Pagi, Dibuka ke Level 7.859

IHSG Makin Memburuk pada Rabu Pagi, Dibuka ke Level 7.859

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 09:16 WIB

3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI

3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 07:30 WIB

BEI Mulai Buka Akses Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen

BEI Mulai Buka Akses Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 07:28 WIB

Indeks Saham AS Merosot Secara Massal Imbas Konflik dengan Iran

Indeks Saham AS Merosot Secara Massal Imbas Konflik dengan Iran

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 07:01 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB