Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.935

Tren Ekonomi Halal Meningkat, Pengguna Jago Syariah Tembus 2,4 Juta

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 05 Maret 2026 | 08:20 WIB
Tren Ekonomi Halal Meningkat, Pengguna Jago Syariah Tembus 2,4 Juta
Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat (kiri) dan Head of Sharia Business Bank Jago, Waasi Sumintardja (kanan) di Jakarta, Rabu (4/3/2026). [Suara.com/RIna]
baca 10 detik
  • Layanan Jago Syariah mencapai hampir 2,4 juta nasabah pada Desember 2025, tumbuh 16,5% karena kepercayaan layanan keuangan digital syariah.
  • Indonesia menempati peringkat ketiga ekonomi syariah global, didorong oleh penguatan tren ekonomi halal dan kontribusi HVC sebesar 27,34% terhadap PDB 2025.
  • Indeks literasi keuangan syariah 2025 mencapai 43,42% namun inklusi masih 13,41%, menciptakan peluang bagi solusi digital seperti fitur perencanaan ibadah.

Suara.com - Layanan usaha syariah PT Bank Jago Tbk atau Jago Syariah terus menunjukkan pertumbuhan seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam mengelola keuangan berbasis syariah.

Perkembangan ini juga didorong oleh tren ekonomi halal dan industri keuangan syariah di Indonesia yang semakin kuat.

Melalui aplikasi Jago Syariah, nasabah dapat mengatur keuangan harian sekaligus merencanakan berbagai kebutuhan, termasuk ibadah, secara lebih teratur, transparan, dan sesuai prinsip syariah.

Hingga Desember 2025, jumlah pengguna Jago Syariah tercatat hampir mencapai 2,4 juta nasabah. Angka ini tumbuh 16,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Head of Sharia Business Bank Jago, Waasi Sumintardja, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital berbasis syariah.

“Pencapaian ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital berbasis syariah yang mudah, inovatif, dan kolaboratif,” ujar Waasi di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Sementara itu, Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menilai perkembangan Jago Syariah sejalan dengan prospek ekonomi halal dan keuangan syariah di Indonesia yang terus menguat.

Menurut Emir, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat ekonomi syariah dunia. Hal ini didukung oleh jumlah penduduk muslim yang besar, meningkatnya kesadaran terhadap gaya hidup halal, serta dukungan regulasi dan penguatan ekosistem industri halal nasional.

Ia menambahkan, Indonesia juga terus menunjukkan posisi kompetitif dalam ekonomi syariah global. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025, Indonesia konsisten berada di peringkat ketiga dunia dalam ekonomi syariah.

baca juga

Beberapa sektor yang menjadi kekuatan Indonesia antara lain modest fashion, farmasi halal, dan kosmetik halal. Selain itu, sektor industri halal atau halal value chain (HVC) juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Pada kuartal III 2025, kontribusi HVC tercatat mencapai 27,34 persen atau sekitar Rp4.832 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar 26,53 persen atau Rp4.368 triliun.

“Ini menunjukkan sektor-sektor pembentuk halal value chain seperti pertanian, makanan dan minuman halal, fashion, dan pariwisata tumbuh lebih cepat dibandingkan sektor lain dalam komponen pendapatan nasional,” kata Emir.

Pertumbuhan sektor tersebut juga diikuti oleh peningkatan program sertifikasi halal. Hingga Desember 2025, total sertifikat halal yang diterbitkan mencapai 3,32 juta sertifikat atau bertambah sekitar satu juta dibandingkan tahun sebelumnya, dengan akumulasi 10,99 juta produk bersertifikat halal.

Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat indeks ekonomi syariah Indonesia pada 2025 mencapai 50,18 persen. Sementara itu, survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan indeks literasi keuangan syariah mencapai 43,42 persen, meningkat 39,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, tingkat inklusi keuangan syariah di Indonesia masih relatif rendah, yakni baru mencapai 13,41 persen.

“Survei OJK menunjukkan masih ada kesenjangan yang cukup besar antara literasi dan inklusi keuangan syariah. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang, terutama bagi bank digital seperti Jago Syariah,” ujar Emir.

Ilustrasi Bank Jago (Antara)
Ilustrasi Bank Jago (Antara)

Menurutnya, digitalisasi dapat membuat layanan keuangan syariah lebih mudah diakses, efisien, dan relevan bagi generasi muda tanpa meninggalkan prinsip syariah.

Emir juga menilai fitur perencanaan keuangan berbasis tujuan, seperti kantong digital, dapat memperkuat model pengelolaan keuangan syariah yang menekankan perencanaan, kejelasan akad, serta pengelolaan dana yang terpisah dan transparan.

“Model goal-based saving dalam platform digital sangat selaras dengan prinsip syariah karena membantu masyarakat merencanakan kebutuhan keuangan dan ibadah secara disiplin dan terukur,” ujarnya.

Hal tersebut tercermin dari perilaku nasabah Jago Syariah yang memanfaatkan fitur Kantong untuk mengatur keuangan sesuai tujuan finansial, termasuk untuk kebutuhan ibadah seperti zakat, infak, hingga rencana umrah dan haji.

Tercatat lebih dari 40 ribu nasabah telah memulai perencanaan ibadah melalui fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah di aplikasi Jago Syariah.

“Ini menunjukkan bahwa perencanaan perjalanan ibadah kini bisa dilakukan dengan lebih mudah, transparan, dan terukur melalui fitur dalam aplikasi digital,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Mega Syariah Gaet DPK Lewat Tabungan Kurban

Bank Mega Syariah Gaet DPK Lewat Tabungan Kurban

Bisnis | Minggu, 01 Maret 2026 | 15:54 WIB

Penetrasi Masih di Bawah 1 Persen, Inklusi Produk Proteksi Halal Minim

Penetrasi Masih di Bawah 1 Persen, Inklusi Produk Proteksi Halal Minim

Bisnis | Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:05 WIB

Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif

Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif

Bisnis | Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:40 WIB

BEI Bidik 50 Ribu Calon Investor Masuk di Pasar Modal Syariah, Ini Strateginya

BEI Bidik 50 Ribu Calon Investor Masuk di Pasar Modal Syariah, Ini Strateginya

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 09:11 WIB

Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya

Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 18:16 WIB

Ma'ruf Amin Respons Menkeu Purbaya soal Mahalnya Bank Syariah

Ma'ruf Amin Respons Menkeu Purbaya soal Mahalnya Bank Syariah

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 08:33 WIB

Terkini

Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara

Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara

Jogja | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:12 WIB

Kemelekatan Adalah Derita

Kemelekatan Adalah Derita

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:05 WIB

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:03 WIB

Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun

Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun

Batam | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:01 WIB

Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara

Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:00 WIB

Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!

Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:00 WIB

Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki

Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:54 WIB

Nonton Timnas di Pakansari Besok? Simak Skema Pengalihan Lalu Lintas Polres Bogor

Nonton Timnas di Pakansari Besok? Simak Skema Pengalihan Lalu Lintas Polres Bogor

Bogor | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:52 WIB

Wamentrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot Bangun Pusat Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi

Wamentrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot Bangun Pusat Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:46 WIB

Persija Jakarta Tetap Dukung Shin Tae-yong di Tengah Sanksi KFA

Persija Jakarta Tetap Dukung Shin Tae-yong di Tengah Sanksi KFA

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:37 WIB

×