Pemberdayaan Perempuan Picu Dampak Berantai

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Kamis, 12 Maret 2026 | 09:00 WIB
Pemberdayaan Perempuan Picu Dampak Berantai
Nasabah PNM. (Dok: PNM)

Suara.com - Upaya pemberdayaan perempuan prasejahtera yang dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi individu nasabah, tetapi juga menciptakan perubahan sosial yang lebih luas di tingkat keluarga dan komunitas.

Pemberdayaan perempuan pada sektor ultra mikro sejatinya adalah proses menyalakan lentera-lentera kecil di tengah masyarakat. Lentera tersebut menjadi simbol harapan sekaligus kekuatan bagi perempuan untuk memperbaiki kehidupan keluarga mereka.

Sejak berdiri pada 1999, PNM berkomitmen memberikan akses pembiayaan sekaligus pendampingan bagi pelaku usaha ultra mikro, khususnya perempuan prasejahtera. Melalui layanan seperti PNM Mekaar dan ULaMM, perusahaan tidak hanya menyalurkan modal usaha, tetapi juga memberikan pelatihan, pendampingan, serta pembinaan karakter usaha seperti disiplin, kejujuran, dan kerja keras.

Hingga kini, program PNM Mekaar telah menjangkau lebih dari 22,9 juta nasabah yang tergabung dalam sekitar 909 ribu kelompok perempuan di seluruh Indonesia. Layanan ini hadir di 36 provinsi, 451

kabupaten/kota, dan 6.165 kecamatan, menjadikan PNM sebagai salah satu penggerak inklusi keuangan terbesar di segmen ultra mikro.

“Dampak pemberdayaan tidak semata diukur dari angka. Perempuan yang sebelumnya hanya berjuang untuk bertahan hidup kini mulai berperan sebagai penggerak ekonomi keluarga bahkan komunitasnya,” ungkap Sekretaris Perusahaan PNM L. Dodot Patria Ary dalam giat Iftar PNM Bersama Media: Lentera dalam Makna.

Dalam proses pemberdayaan tersebut, PNM menyaksikan lahirnya kepemimpinan perempuan dari akar

rumput. Di setiap kelompok Mekaar, terdapat ketua kelompok yang menjadi penggerak bagi anggota lainnya.

Mereka belajar mengorganisasi pertemuan, menjaga kedisiplinan kelompok, serta memastikan seluruh

baca juga

anggota dapat berkembang bersama. Peran ini secara tidak langsung membentuk kepemimpinan perempuan di tingkat komunitas. Para ketua kelompok tidak hanya menjadi penggerak usaha kecil, tetapi juga panutan yang menumbuhkan solidaritas, gotong royong, dan kemandirian ekonomi di lingkungan mereka.

Dampak pemberdayaan ini semakin kuat dengan hadirnya ekosistem Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan layanan PNM, BRI, dan Pegadaian. Melalui ekosistem ini, nasabah memiliki kesempatan untuk naik kelas dengan akses ke berbagai layanan keuangan yang lebih luas.

Dodot menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki efek berantai yang jauh melampaui peningkatan ekonomi individu.

“Ketika seorang ibu mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan, yang berubah bukan hanya

usahanya. Yang berubah adalah kehidupan keluarganya, pendidikan anak-anaknya, hingga dinamika ekonomi di lingkungannya. Inilah yang kami sebut sebagai multiplier effect dari pemberdayaan perempuan,” ujarnya.

Menurut Dodot, PNM meyakini bahwa perempuan merupakan salah satu kunci penting dalam pembangunan ekonomi akar rumput. Ketika perempuan diberdayakan, mereka tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, tetapi juga menciptakan jaringan solidaritas sosial yang kuat di masyarakat.

“Karena itu PNM tidak sekadar menyalurkan pembiayaan, tetapi membangun ekosistem pemberdayaan yang memungkinkan para ibu terus berkembang dan memberi dampak bagi sekitarnya,” tambahnya.

PNM percaya bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah kecil. Seperti lentera yang mungkin tampak sederhana, namun ketika dinyalakan bersama-sama, cahaya tersebut mampu menerangi jalan yang panjang.

Melalui jutaan perempuan nasabah Mekaar, lentera-lentera pemberdayaan itu kini terus menyala dari desa-desa di seluruh Indonesia, membawa harapan baru bagi keluarga dan komunitas di sekitarnya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup

Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 21:34 WIB

PNM Bersama Jurnalis Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk Panti Penyandang Disabilitas

PNM Bersama Jurnalis Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk Panti Penyandang Disabilitas

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:44 WIB

Citi Indonesia Berikan Kunci Rahasa Wanita yang Sukses Berkarier

Citi Indonesia Berikan Kunci Rahasa Wanita yang Sukses Berkarier

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:17 WIB

Kemenkes Akui Baru 60 Persen Puskesmas Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Kemenkes Akui Baru 60 Persen Puskesmas Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:23 WIB

IWD 2026: Yayasan IPAS Perkuat Layanan bagi Penyintas Kekerasan Gender

IWD 2026: Yayasan IPAS Perkuat Layanan bagi Penyintas Kekerasan Gender

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 08:34 WIB

Peringati Hari Wanita Sedunia, Mahasiswi di Aksi Kamisan: Perempuan Masih di Hierarki Terbawah

Peringati Hari Wanita Sedunia, Mahasiswi di Aksi Kamisan: Perempuan Masih di Hierarki Terbawah

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×