Rupiah Masih Lemas Lawan Dolar AS ke Level Rp16.893

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 12 Maret 2026 | 09:35 WIB
Rupiah Masih Lemas Lawan Dolar AS ke Level Rp16.893
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah melemah menjadi Rp16.893 per dolar AS pada pembukaan Kamis (12/3/2026), turun 0,05% dari penutupan sebelumnya.
  • Pelemahan nilai tukar rupiah diakibatkan oleh meningkatnya ketegangan perang di Timur Tengah yang mengancam pasokan minyak.
  • Sebagian besar mata uang Asia lainnya juga terpantau melemah, terkecuali yen Jepang dan dolar Hongkong yang menguat.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah masih melanjutkan pelemahan pada pembukaan hari ini. Mata uang garuda pun sudah melemah pada penutupan kemarin.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Kamis (12/3/2026) dibuka ke level Rp16.893 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,05 persen dibanding penutupan pada Rabu (10/3/2026) yang berada di level Rp16.886 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.867 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh tensi perang di Timur Tengah (Timteng)

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah kembalinya kekuatiran seputar disrupsi pasokan minyak mentah dunia," katanya saat dihubungi Suara.com.

Namun, mata uang Garuda masih diprediksi akan tertekan lebih lama. Sebab,masih ada kekhawatiran harga minyak yang melonjak.

"Harga minyak mentah dunia kembali melonjak walau ada harapan dukungan dari rencana perlepasan cadangan minyak besar-besaran oleh anggota-anggota IEA. Range 16.800-16.950," jelasnya.

Sementara itu, mata uang Asia bergerak melemah. Salah satunya, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,65 persen. Disusul, baht Thailand yang anjlok 0,27 persen.

Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang tertekan 0,19 persen dan won Korea Selatan terkoreksi 0,16 persen. Lalu dolar Taiwan yang terdepresiasi 0,05 persen. Berikutnya, dolar Singapura yang turun 0,04 persen dan yuan China yang melemah tipis 0,006 persen.

Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,05 persen. Kemudian, dolar Hongkong yang menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback di pagi ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp16.872

Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp16.872

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:13 WIB

Intervensi BI Manjur, Rupiah Berhasil 'Rebound' Tipis ke Rp16.861

Intervensi BI Manjur, Rupiah Berhasil 'Rebound' Tipis ke Rp16.861

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 09:28 WIB

Kena Sentimen Perang AS-Iran, Rupiah Ambruk ke Rp 16.868/USD

Kena Sentimen Perang AS-Iran, Rupiah Ambruk ke Rp 16.868/USD

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 16:08 WIB

Perang AS-Israel Vs Iran, Rupiah Terkapar ke Rp16.830 per Dolar AS

Perang AS-Israel Vs Iran, Rupiah Terkapar ke Rp16.830 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 09:36 WIB

Rupiah Berpotensi Anjlok dan Ancaman Krisis Energi Indonesia Imbas Perang Iran

Rupiah Berpotensi Anjlok dan Ancaman Krisis Energi Indonesia Imbas Perang Iran

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 08:06 WIB

Dolar AS Makin Mahal, Cek Kurs Terbaru di Bank Mandiri hingga BCA

Dolar AS Makin Mahal, Cek Kurs Terbaru di Bank Mandiri hingga BCA

Bisnis | Minggu, 01 Maret 2026 | 15:18 WIB

Terkini

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

×