- Danantara Indonesia merayakan satu tahun berdirinya di Jakarta, dihadiri Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya disiplin tata kelola aset negara.
- Selama tahun pertama, Danantara membangun fondasi kelembagaan, menyusun 27 kebijakan tata kelola, dan mendukung program prioritas pemerintah.
- Lembaga ini juga mendorong hilirisasi industri senilai USD 26 miliar serta menjalin 11 kemitraan investasi global senilai Rp346 triliun.
Suara.com - Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan kelembagaannya dengan menggelar kegiatan refleksi bersama di Wisma Danantara, Jakarta, Selasa (11/3). Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, para Menteri Kabinet, serta pimpinan dan seluruh insan Danantara.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan kepada jajaran Danantara mengenai pentingnya menjaga integritas dan disiplin tata kelola dalam pengelolaan aset negara.
"Kita bersyukur Indonesia kini memiliki sebuah lembaga pengelola investasi negara yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di tingkat global. Dalam satu tahun ini sudah terlihat bahwa dengan manajemen yang baik, tata kelola yang disiplin, serta komitmen yang kuat, kinerja pengelolaan aset negara dapat meningkat secara signifikan," ujarnya dalam sambutannya seperti dikutip, Kamis (12/3/2026).
"Namun, capaian ini baru awal. Ke depan kita harus terus memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja agar pengelolaan aset negara benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia," sambung Prabowo.

Peringatan satu tahun Danantara mengusung tema “Satu Danantara”, yang mencerminkan semangat seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bergerak bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan, ahun pertama lembaga tersebut difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan serta tata kelola yang kuat.
"Tahun pertama ini adalah tahun pembangunan fondasi. Kami membangun tata kelola yang kuat, memperkuat struktur kelembagaan, serta memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi pijakan bagi penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia," ujarnya.
Sepanjang tahun pertama operasionalnya, BPI Danantara menyusun lebih dari 27 kebijakan tata kelola atau governance framework yang diselaraskan dengan peraturan perundang-undangan. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara transparan, akuntabel, dan profesional.
Selain memperkuat tata kelola, Danantara juga mendukung berbagai program prioritas pemerintah seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, serta pengembangan perumahan bagi masyarakat yang juga diharapkan membuka peluang lapangan pekerjaan baru.
Baca Juga: Prabowo: Krisis Global Jadi Peluang, Indonesia Percepat Swasembada Pangan dan Energi
Di sisi sosial, Danantara juga membentuk Yayasan Danantara Indonesia Trust Fund pada Oktober 2025. Inisiatif ini dirancang sebagai platform filantropi sovereign wealth fund yang mendorong investasi sosial di sektor pendidikan, kesehatan, serta air dan sanitasi.
Penguatan fondasi kelembagaan tersebut juga tercermin dari persepsi publik. Sekitar 93 persen pemberitaan mengenai Danantara Indonesia tercatat berada dalam sentimen positif, menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap transformasi yang tengah dijalankan lembaga tersebut.
Sementara itu, melalui Danantara Asset Management (DAM), lembaga ini menjalankan mandat transformasi portofolio BUMN, termasuk restrukturisasi bisnis dan keuangan, konsolidasi portofolio, serta pengembangan usaha pada sektor strategis.
Sebagai bagian dari penataan portofolio BUMN, DAM juga menjalankan proses streamlining secara bertahap melalui langkah-langkah seperti likuidasi, merger, maupun divestasi terhadap entitas yang tidak lagi menjadi prioritas.
Selain itu, Danantara juga mendorong berbagai inisiatif hilirisasi industri lintas sektor dengan potensi investasi sekitar USD 26 miliar. Sejumlah proyek bahkan telah memasuki tahap pembangunan pada Februari 2026, antara lain pengolahan alumina dan bauksit, pengembangan bioavtur dan bioethanol, industri ayam terintegrasi, serta pengolahan garam industri.
Di sisi investasi global, Danantara Investment Management (DIM) juga aktif menjalin kemitraan strategis internasional. Dalam satu tahun operasionalnya, DIM telah menjalin 11 kemitraan global melalui berbagai memorandum of understanding (MoU) dengan komitmen investasi mencapai sekitar Rp346 triliun.