- Danantara Indonesia merayakan satu tahun berdirinya di Jakarta, dihadiri Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya disiplin tata kelola aset negara.
- Selama tahun pertama, Danantara membangun fondasi kelembagaan, menyusun 27 kebijakan tata kelola, dan mendukung program prioritas pemerintah.
- Lembaga ini juga mendorong hilirisasi industri senilai USD 26 miliar serta menjalin 11 kemitraan investasi global senilai Rp346 triliun.
DIM juga memperluas kapasitas investasi nasional dengan menciptakan tambahan kapasitas pembiayaan sekitar Rp150 triliun melalui berbagai instrumen keuangan, seperti pinjaman, penyertaan modal, penerbitan patriot bonds, hingga fasilitas revolving credit facility (RCF) dari institusi global.
Selain itu, DIM juga terlibat dalam sejumlah proyek investasi strategis, termasuk partisipasi dalam pengembangan proyek Kampung Haji di Mekkah serta co-investment pada fasilitas waste-to-energy yang diperkirakan dapat memberikan kontribusi ekonomi hingga Rp1,3–1,6 triliun per tahun selama masa konstruksi.
Pada momentum satu tahun tersebut, Danantara juga menyalurkan dukungan sosial melalui penyerahan simbolis 88.000 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak di berbagai daerah di Indonesia.
Paket tersebut terdiri dari tas sekolah, buku tulis, kotak pensil, alat tulis, penggaris, dan tumbler yang didistribusikan secara serentak oleh BUMN di berbagai provinsi.
"Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata, melalui tata kelola yang kuat, pengelolaan aset negara yang profesional, serta investasi strategis yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia," pungkas Rosan.