Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

M Nurhadi

Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
Donald Trump [The White House]
baca 10 detik
  • Presiden Trump menunda lima hari rencana serangan udara terhadap infrastruktur energi Iran, bergantung pada keberhasilan diskusi yang sedang berlangsung.
  • Iran membantah klaim Trump mengenai percakapan produktif, menyebutnya upaya memanipulasi harga energi global dan mengulur waktu.
  • Ketegangan dipicu ultimatum 48 jam Trump terkait Selat Hormuz, direspons Iran dengan ancaman serangan terhadap fasilitas vital regional.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pengalihan instruksi kepada Departemen Pertahanan untuk menunda seluruh rencana serangan udara terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari ke depan.

Penundaan ini, menurut Trump, bergantung pada "keberhasilan" rangkaian pertemuan dan diskusi yang tengah berlangsung saat ini.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (23/3/2026), Trump mengeklaim bahwa Washington dan Teheran telah menjalin "percakapan yang sangat baik dan produktif" selama dua hari terakhir guna mencapai penyelesaian total atas permusuhan di Timur Tengah.

Namun, pihak Iran membantah klaim tersebut. Iran pada hari ini, membantah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Washington dan Teheran telah mengadakan "percakapan produktif."

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa pernyataan Trump merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi harga energi global dan mengulur waktu untuk melaksanakan rencana militer.

Sebagai tanggapan terhadap inisiatif negara-negara regional yang bertujuan untuk de-eskalasi, kementerian menambahkan bahwa Teheran mengatakan kepada para mediator bahwa mereka bukanlah pihak yang memulai perang, dan menegaskan kembali posisinya bahwa "tanggung jawab atas konflik tersebut terletak di tempat lain."

Media yang terkait dengan pemerintah Iran, Fars dan Tasnim, secara terpisah mengutip pejabat dan sumber Iran yang mengatakan bahwa tidak ada negosiasi langsung atau tidak langsung dengan Trump, dan bahwa presiden AS telah mundur setelah ancaman Iran dianggap kredibel, termasuk peringatan bahwa target potensial dapat meluas ke fasilitas energi di seluruh wilayah.

Sebelumnya, pada hari Sabtu, Trump memberikan ultimatum 48 jam bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya sebelum tengah malam GMT hari Senin (23/3/2026).

Selat strategis tersebut saat ini praktis terblokade, sehingga menghambat sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global.

baca juga

Iran merespons ultimatum tersebut dengan ancaman yang tak kalah ekstrem. Teheran bersumpah akan melakukan "penghancuran permanen" terhadap infrastruktur vital di seluruh Timur Tengah, termasuk sistem pengairan (desalinasi), jika AS merealisasikan ancamannya.

Selain itu, Iran mengincar pembangkit listrik yang menyuplai energi ke pangkalan-pangkalan AS serta aset-aset ekonomi dan industri di mana Amerika memiliki saham di dalamnya.

Namun, klaim Trump mengenai kemajuan diplomasi ini segera dibantah oleh pihak Iran. Kantor berita Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengutip sumber anonim yang menyatakan bahwa "tidak ada kontak langsung maupun tidak langsung" antara Iran dan Donald Trump.

Sumber tersebut justru menilai bahwa Trump "mundur" setelah menyadari keseriusan ancaman Iran untuk menargetkan pembangkit listrik di Asia Barat. Hingga saat ini, kebenaran laporan dari pihak Iran tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Hannah Ellis-Petersen, pengamat kawasan, menyoroti betapa krusialnya fasilitas desalinasi bagi negara-negara di Teluk Arab.

Seperti yang dilansir dari APNews dan Shafaq, Tanpa hujan, danau, maupun sungai yang memadai, instalasi yang mengubah air laut menjadi air minum ini adalah urat nadi bagi kelangsungan hidup warga di kota-kota besar di tengah gurun.

Beberapa fakta mengenai risiko serangan terhadap infrastruktur air:

Target Empuk: Lokasi pabrik desalinasi yang berada di pesisir pantai membuatnya sangat rentan terhadap serangan rudal dari Iran.

Krisis Kemanusiaan: Melumpuhkan instalasi ini akan menyebabkan penderitaan massal bagi warga sipil tanpa harus melakukan serangan langsung ke pemukiman.

Lumpuhnya Industri: Sektor energi, termasuk minyak dan gas, sangat bergantung pada pasokan air dari proses desalinasi, sehingga kerusakan pada sistem air akan memicu keruntuhan ekonomi di seluruh kawasan.

Ketegangan saat ini berada pada fase yang sangat rapuh, di mana dunia tengah mengawasi apakah diplomasi "lima hari" yang diklaim Trump akan membuahkan hasil atau justru menjadi tenang sebelum badai besar melanda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz

Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:35 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel

Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:39 WIB

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:32 WIB

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:28 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×