Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

M Nurhadi

Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
Donald Trump [The White House]
baca 10 detik
  • Presiden Trump menunda lima hari rencana serangan udara terhadap infrastruktur energi Iran, bergantung pada keberhasilan diskusi yang sedang berlangsung.
  • Iran membantah klaim Trump mengenai percakapan produktif, menyebutnya upaya memanipulasi harga energi global dan mengulur waktu.
  • Ketegangan dipicu ultimatum 48 jam Trump terkait Selat Hormuz, direspons Iran dengan ancaman serangan terhadap fasilitas vital regional.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pengalihan instruksi kepada Departemen Pertahanan untuk menunda seluruh rencana serangan udara terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari ke depan.

Penundaan ini, menurut Trump, bergantung pada "keberhasilan" rangkaian pertemuan dan diskusi yang tengah berlangsung saat ini.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (23/3/2026), Trump mengeklaim bahwa Washington dan Teheran telah menjalin "percakapan yang sangat baik dan produktif" selama dua hari terakhir guna mencapai penyelesaian total atas permusuhan di Timur Tengah.

Namun, pihak Iran membantah klaim tersebut. Iran pada hari ini, membantah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Washington dan Teheran telah mengadakan "percakapan produktif."

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa pernyataan Trump merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi harga energi global dan mengulur waktu untuk melaksanakan rencana militer.

Sebagai tanggapan terhadap inisiatif negara-negara regional yang bertujuan untuk de-eskalasi, kementerian menambahkan bahwa Teheran mengatakan kepada para mediator bahwa mereka bukanlah pihak yang memulai perang, dan menegaskan kembali posisinya bahwa "tanggung jawab atas konflik tersebut terletak di tempat lain."

Media yang terkait dengan pemerintah Iran, Fars dan Tasnim, secara terpisah mengutip pejabat dan sumber Iran yang mengatakan bahwa tidak ada negosiasi langsung atau tidak langsung dengan Trump, dan bahwa presiden AS telah mundur setelah ancaman Iran dianggap kredibel, termasuk peringatan bahwa target potensial dapat meluas ke fasilitas energi di seluruh wilayah.

Sebelumnya, pada hari Sabtu, Trump memberikan ultimatum 48 jam bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya sebelum tengah malam GMT hari Senin (23/3/2026).

Selat strategis tersebut saat ini praktis terblokade, sehingga menghambat sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global.

baca juga

Iran merespons ultimatum tersebut dengan ancaman yang tak kalah ekstrem. Teheran bersumpah akan melakukan "penghancuran permanen" terhadap infrastruktur vital di seluruh Timur Tengah, termasuk sistem pengairan (desalinasi), jika AS merealisasikan ancamannya.

Selain itu, Iran mengincar pembangkit listrik yang menyuplai energi ke pangkalan-pangkalan AS serta aset-aset ekonomi dan industri di mana Amerika memiliki saham di dalamnya.

Namun, klaim Trump mengenai kemajuan diplomasi ini segera dibantah oleh pihak Iran. Kantor berita Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengutip sumber anonim yang menyatakan bahwa "tidak ada kontak langsung maupun tidak langsung" antara Iran dan Donald Trump.

Sumber tersebut justru menilai bahwa Trump "mundur" setelah menyadari keseriusan ancaman Iran untuk menargetkan pembangkit listrik di Asia Barat. Hingga saat ini, kebenaran laporan dari pihak Iran tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Hannah Ellis-Petersen, pengamat kawasan, menyoroti betapa krusialnya fasilitas desalinasi bagi negara-negara di Teluk Arab.

Seperti yang dilansir dari APNews dan Shafaq, Tanpa hujan, danau, maupun sungai yang memadai, instalasi yang mengubah air laut menjadi air minum ini adalah urat nadi bagi kelangsungan hidup warga di kota-kota besar di tengah gurun.

Beberapa fakta mengenai risiko serangan terhadap infrastruktur air:

Target Empuk: Lokasi pabrik desalinasi yang berada di pesisir pantai membuatnya sangat rentan terhadap serangan rudal dari Iran.

Krisis Kemanusiaan: Melumpuhkan instalasi ini akan menyebabkan penderitaan massal bagi warga sipil tanpa harus melakukan serangan langsung ke pemukiman.

Lumpuhnya Industri: Sektor energi, termasuk minyak dan gas, sangat bergantung pada pasokan air dari proses desalinasi, sehingga kerusakan pada sistem air akan memicu keruntuhan ekonomi di seluruh kawasan.

Ketegangan saat ini berada pada fase yang sangat rapuh, di mana dunia tengah mengawasi apakah diplomasi "lima hari" yang diklaim Trump akan membuahkan hasil atau justru menjadi tenang sebelum badai besar melanda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz

Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:35 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel

Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:39 WIB

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:32 WIB

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:28 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×