- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat laba bersih Rp4,3 triliun pada akhir 2025, jauh melampaui estimasi analis.
- Kenaikan laba signifikan ini didorong akuisisi Gayo Mineral Resources yang menciptakan *negative goodwill* Rp4,5 triliun.
- Laba inti DEWA naik menjadi Rp573 miliar berkat efisiensi biaya dan peningkatan margin laba kotor operasional.
Optimisme ini didasarkan pada rencana percepatan pengambilalihan pengerjaan secara in-house hingga level 100% pada proyek-proyek strategis.
Salah satu katalis utama pertumbuhan di tahun mendatang adalah penambahan volume kontrak sebesar 50 juta bcm dari proyek non-Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Perseroan juga telah mengumumkan percepatan transisi pengerjaan mandiri di proyek Bengalon yang akan dimulai pada April 2026. Dengan hilangnya ketergantungan pada subkontraktor, efisiensi biaya diharapkan semakin optimal dan memperkuat struktur keuangan perusahaan dalam jangka panjang.
Disclaimer: Investasi pada instrumen pasar modal seperti saham memiliki risiko fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh kinerja fundamental perusahaan, kondisi ekonomi makro, dan sentimen pasar. Seluruh data keuangan dalam artikel ini merupakan ringkasan laporan kinerja PT Darma Henwa Tbk ($DEWA) tahun buku 2025.