Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

APINDO Minta Pemerintah Pikir Ulang Aturan Soal Industri Rokok Terbaru

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:16 WIB
APINDO Minta Pemerintah Pikir Ulang Aturan Soal Industri Rokok Terbaru
Pedagang menunjukkan cukai rokok yang di jual di Jakarta, Sabtu (5/11/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
  • APINDO menolak rencana batas maksimal nikotin dan tar produk tembakau karena berpotensi menekan industri padat karya strategis.
  • Pelaku usaha menyoroti bahwa karakteristik tembakau Indonesia secara alami memiliki kadar nikotin lebih tinggi dibanding negara lain.
  • APINDO menganggap masa transisi lima tahun tidak realistis dan meminta kajian komprehensif demi keberlanjutan ekonomi dan tenaga kerja.

Suara.com - Rencana pemerintah menetapkan batas maksimal kadar nikotin dan tar dalam produk hasil tembakau menuai penolakan dari kalangan pelaku usaha. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) meminta kebijakan tersebut dikaji ulang agar tidak menekan industri padat karya.

Wakil Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Anggana Bunawan, mengatakan pihaknya menghormati forum kajian yang diselenggarakan pemerintah, namun tetap menyampaikan sejumlah keberatan terhadap rencana kebijakan tersebut.

"Kita perlu mempertimbangkan faktor yang tidak bisa dihindari, salah satunya adalah karakteristik tembakau Indonesia, yang secara alami memiliki kadar nikotin lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lain," ujarnya seperti dikutip, Jumat (27/3/2026).

Menurut APINDO, industri hasil tembakau (IHT) merupakan sektor padat karya strategis yang perlu dilindungi. Industri ini disebut mampu menyerap sekitar 6 juta tenaga kerja, mulai dari petani, pekerja pabrik, hingga sektor distribusi dan logistik.

Daftar Harga Rokok Terbaru 2025, Cek Di Sini (Freepik)
Ilustrasi Rokok (Freepik)

Selain itu, sektor IHT juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara melalui cukai hasil tembakau (CHT), yang disebut menyumbang sekitar 10 hingga 30 persen dari total penerimaan negara.

Anggana menilai, di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, industri justru membutuhkan kebijakan yang lebih akomodatif, bukan sebaliknya.

Ia juga menyoroti perbedaan karakteristik tembakau Indonesia dengan negara lain, seperti Brasil, yang kerap dijadikan acuan dalam penentuan standar.

Menurutnya, perbedaan tersebut membuat penerapan batas maksimal nikotin dan tar tidak bisa disamaratakan begitu saja.

APINDO turut menilai masa transisi selama lima tahun yang direncanakan pemerintah masih belum realistis bagi kesiapan industri nasional.

Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih mendalam antar kementerian dan lembaga, agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya mempertimbangkan aspek kesehatan, tetapi juga keberlanjutan industri dan tenaga kerja.

Selain itu, APINDO juga mendorong adanya dialog konstruktif antara pemerintah dan pelaku usaha, agar proses transisi kebijakan dapat berjalan lebih optimal.

Dengan kajian yang lebih komprehensif, diharapkan kebijakan yang diambil mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan ekonomi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:26 WIB

Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal

Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:58 WIB

Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps

Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:20 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB