- Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi Iran merespons positif upaya pembebasan dua kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz.
- Dua kapal tersebut, LCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, terjebak akibat konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel Februari lalu.
- Langkah teknis pembebasan mulai dilaksanakan, meskipun waktu pasti keberangkatan kedua kapal tersebut belum dapat dipastikan.
Suara.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengungkap Iran memberikan respons positif terkait upaya pemerintah untuk mengeluarkan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yang terjebak di Selat Hormuz.
Adapun kedua kapal tersebut adalah LCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela menyebut sejak awal bersama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, pemerintah telah intens berkomunikasi dengan otoritas Iran.
"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl dikutip dari Antara pada Sabtu (28/3/2026).
Nabyl menyatakan bahwa langkah teknis dan operasional mulai dijalankan menyusul respons positif dari Teheran.
Namun, belum dapat dipastikan kapan kedua kapal tersebut bisa keluar dari Selat jadwal keberangkatan kapal tanker tersebut dari Selat Hormuz.

Untuk diketahui kedua kapal tersebut terjebak saat menjalankan tugas. Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party).
Sementara, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Kedua kapal tersebut terjadi akibat perang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya, Israel. Perang antar negara tersebut terjadi pada akhir Februari lalu.
Sejauh ini telah terdapat sejumlah kapal yang diizinkan Iran keluar dari Selat Hormuz di antara kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, Irak, serta Malaysia.
Berdasarkan data pelacakan real-time MarineTraffic, tercatat sekitar 1.900 kapal tidak dapat melintasi Selat Hormuz dalam kurun waktu 20 hingga 22 Maret.