Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

IHSG Berbalik Loyo di Sesi I, 403 Saham Jeblok

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:27 WIB
IHSG Berbalik Loyo di Sesi I, 403 Saham Jeblok
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/3).
  • IHSG melemah 0,53 persen ke level 7.053 pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026, dipicu tensi geopolitik Timur Tengah.
  • Kekhawatiran pasokan energi meningkat akibat serangan kapal tanker serta ancaman jalur distribusi di Laut Merah.
  • Investor menahan diri menanti rilis data inflasi domestik dan kebijakan pemerintah terkait mitigasi dampak gejolak global.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), berakhir melemah di perdagangan sesi I, Selasa, 31 Maret 2026. Tensi geopolitik masih menjadi penyebab pelemahan indeks.

Mengutip riset Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG turun 37 poin atau 0,53 persen ke level 7.053 pada paruh pertama perdagangan.

Pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa Asia yang mayoritas berada di zona merah. Pasar merespons pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menyebut ekspektasi inflasi jangka panjang masih terkendali, namun tetap mewaspadai dampak konflik geopolitik di Timur Tengah.

Di sisi lain, dinamika perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Presiden AS Donald Trump dilaporkan membuka peluang untuk mengakhiri kampanye militer di Iran, meskipun Selat Hormuz masih dalam kondisi tertutup.

Namun, sentimen positif tersebut tertahan oleh meningkatnya risiko gangguan pasokan energi global. Serangan terhadap kapal tanker minyak Kuwait di pelabuhan Dubai serta ancaman kelompok Houthi di Laut Merah meningkatkan kekhawatiran terhadap jalur distribusi energi dunia.

Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Tekanan ini mengancam untuk semakin memperketat aliran energi dari Timur Tengah, dengan dua dari arteri perdagangan paling vital di dunia berada dalam tekanan," tulis riset tersebut.

Dari kawasan Asia, data ekonomi China menunjukkan sinyal ekspansi. Indeks manufaktur tercatat naik ke level 50,4 pada Maret 2026 dari sebelumnya 49,0, sementara indeks non-manufaktur meningkat menjadi 50,1 dari 49,5. Data ini mencerminkan ketahanan ekonomi China di tengah ketidakpastian global.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi Maret dan neraca perdagangan Februari. Kenaikan harga minyak dunia dikhawatirkan akan mendorong inflasi serta memperbesar impor migas, yang berpotensi menekan neraca perdagangan Indonesia.

Selain itu, pasar juga menantikan langkah pemerintah dalam meredam dampak gejolak global. Pemerintah dikabarkan akan merilis paket kebijakan, mulai dari penerapan work from home (WFH) terbatas, penyesuaian anggaran, hingga implementasi program B-50 sebagai upaya mitigasi risiko.

Pilarmas Investindo Sekuritas juga memberikan rekomendasi pada saham TAPG dengan rating beli (BUY), dengan level support di 1.785 dan resistance di 1.990.

Di tengah kondisi pasar yang volatil, investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan global dan data domestik yang berpotensi memengaruhi arah IHSG hingga penutupan perdagangan.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan sesi I, sebanyak 14,55 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,46 triliun, serta frekuensi sebanyak 999.700 kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 282 saham bergerak naik, sedangkan 403 saham mengalami penurunan, dan 273 saham tidak mengalami pergerakan.

Pada sesi pertama perdagangan, saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain POLA, SWID, DFAM, SURI, dan MOLI.

Sementara itu, saham yang mengalami tekanan terdalam di antaranya GSMF, NZIA, RGAS, DATA, dan MDIY.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Bergerak Fluktuatif, Bos BEI: Itu Wajar

IHSG Bergerak Fluktuatif, Bos BEI: Itu Wajar

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:25 WIB

IHSG Rebound Pagi Ini, Cek Saham yang Cuan

IHSG Rebound Pagi Ini, Cek Saham yang Cuan

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:14 WIB

Wall Street Terkoreksi, Gejolak Timur Tengah Guncang Pasar Global

Wall Street Terkoreksi, Gejolak Timur Tengah Guncang Pasar Global

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:45 WIB

Terkini

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:45 WIB

Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:37 WIB

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:57 WIB

Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU

Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:58 WIB

Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara

Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:17 WIB

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:08 WIB

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:58 WIB