Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Purbaya Bertemu Dubes Tiongkok Usai Wacanakan Pajak Tambahan Produk China di E-commerce

Dicky Prastya

Selasa, 31 Maret 2026 | 14:45 WIB
Purbaya Bertemu Dubes Tiongkok Usai Wacanakan Pajak Tambahan Produk China di E-commerce
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Dubes Tiongkok untuk Indonesia Wang Luto. [Instagram @menkeuri]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya bertemu Dubes Tiongkok Wang Lutong untuk memperkuat sinergi ekonomi serta potensi kerja sama kedua negara.
  • Pertemuan ini terjadi setelah Menkeu mempertimbangkan pajak tambahan untuk produk Tiongkok di *e-commerce* akibat keluhan warganet.
  • Pemerintah sedang meninjau dampak persaingan harga produk Tiongkok yang diduga mendapat subsidi ekspor hingga 15 persen.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Senin (30/3/2026) kemarin.

Dalam unggahan di akun Instagram, Purbaya mengatakan kalau pertemuan itu menjadi salah satu upaya penguatan kolaborasi dan sinergi ekonomi antar Indonesia dan China.

"Pertemuan ini merupakan salah satu upaya penguatan kolaborasi dan sinergi, khususnya di bidang ekonomi, antara kedua negara," demikian keterangan dari akun Instagram @menkeuri, dikutip Selasa (31/3/2026).

Lewat diskusi ini, Menkeu Purbaya Indonesia dan Tiongkok dapat memperluas potensi kerja sama ke depannya, termasuk di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan perdagangan internasional.

Ia juga optimistis kolaborasi ini akan membuat perekonomian Indonesia dan Tiongkok tumbuh lebih baik.

"Duta Besar Wang mengapresiasi inisiatif tersebut dan menyatakan bahwa Tiongkok turut memberikan dukungan atas penguatan kerja sama ini," tulis caption tersebut.

Rencana Purbaya tarik pajak tambahan ke produk China 

Unggahan ini muncul setelah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berencana untuk menarik pajak tambahan dari produk China yang dijual di e-commerce Tokopedia hingga TikTok Shop.

Hal ini diungkap Menkeu Purbaya usai melakukan live TikTok beberapa waktu lalu, di mana ada keluhan dari warganet soal maraknya produk China yang menguasai marketplace dan mengancam produk dalam negeri.

"Ada masukan juga yang menarik sih. Kita sudah curiga cuma itu kan konfirmasi lebih lanjut, bahwa perdagangan yang offline itu terganggu oleh perdagangan online. Yang saya pikir tadinya online sebagian besar kan orang Indonesia juga. Rupanya banyak juga yang dikuasai bukan orang Indonesia," katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

baca juga

Berangkat dari laporan itu, Purbaya mengatakan bahwa Pemerintah bakal memikirkan langkah yang lebih taktis agar penjual offline tetap bisa hidup. Begitu pula dengan para pedagang yang jualan online.

"Jadi kita akan pikirkan langkah yang lebih taktis nanti supaya yang offline bisa hidup. Tapi kalau misalnya kita switch ke online juga harusnya yang Indonesia yang hidup. Nanti kita pikirin," imbuhnya.

Bendahara Negara juga mendapatkan laporan kalau produk China mendapatkan subsidi ekspor dari Pemerintahnya hingga 15 persen. Walhasil saat dijual ke Indonesia, barang tersebut bisa dijual lebih murah.

"Kalau barang dari China bersaing dengan barang dari sini secara langsung kita at cost disadvantage atau at price disadvantage. Kenapa? Saya denger kalau orang China ekspor itu dapat 15 persen tunjangan dari pemerintahnya. Betul apa enggak untuk barang-barang di sini akan saya double check. Tapi di luar ada yang bilang seperti itu," beber dia.

Saat ditanya apakah bakal menerapkan pajak tambahan ke produk China, Purbaya mengaku bakal menampung usulan tersebut.

"Saya tampung usul Anda, saya pikirin nanti," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

97 Persen Mesin Tambang Bitcoin AS Ternyata Buatan China

97 Persen Mesin Tambang Bitcoin AS Ternyata Buatan China

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:26 WIB

Dikejar Target Ekonomi 6 Persen! Menkeu Purbaya: Jika Gagal, Mungkin Disuruh Mundur!

Dikejar Target Ekonomi 6 Persen! Menkeu Purbaya: Jika Gagal, Mungkin Disuruh Mundur!

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:11 WIB

Purbaya Ungkap Langkah Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Minyak Global

Purbaya Ungkap Langkah Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Minyak Global

Video | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:30 WIB

Harga BBM Indonesia Mau Naik, Australia Justru Potong Pajak Bahan Bakar Minyak

Harga BBM Indonesia Mau Naik, Australia Justru Potong Pajak Bahan Bakar Minyak

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:53 WIB

Strategi Jitu Pemerintah Jajaki Pasar China untuk Produk Unggulan Indonesia

Strategi Jitu Pemerintah Jajaki Pasar China untuk Produk Unggulan Indonesia

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:02 WIB

Sikat 'Underground Economy', Bea Cukai-Pajak Segel Kapal Mewah di Teluk Jakarta

Sikat 'Underground Economy', Bea Cukai-Pajak Segel Kapal Mewah di Teluk Jakarta

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:03 WIB

Terkini

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 23:05 WIB

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:31 WIB

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:04 WIB

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 21:34 WIB

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 20:07 WIB

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:45 WIB

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:32 WIB

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:29 WIB

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:28 WIB

×