Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 03 April 2026 | 06:40 WIB
Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI
Ilustrasi daging sapi. (Freepik)
  • Harga daging sapi di pasar tradisional melonjak menjadi Rp142 ribu hingga Rp145 ribu per kilogram pada April 2026.
  • Kebijakan impor 700 ribu ekor sapi oleh Badan Pangan Nasional belum efektif menurunkan harga daging di pasaran.
  • IKAPPI menyarankan pemerintah memperkuat produksi pangan dalam negeri serta memperbaiki tata niaga distribusi untuk menekan lonjakan harga.

Suara.com - Harga daging sapi di pasar tradisional kembali merangkak naik. Kenaikan ini terjadi di tengah kebijakan impor sapi yang sebelumnya digadang-gadang untuk menstabilkan harga di dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengungkapkan lonjakan harga tersebut justru bertolak belakang dengan tujuan kebijakan impor.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah melakukan impor 700 ribu ekor sapi untuk kebutuhan pangan pada pertengahan Maret lalu.

"Untuk daging sapi memang terjadi kenaikan yang tentunya ini kontradiksi terhadap alasan impor daging sapi untuk stabilisasi. Namun faktanya daging masih belum terjun bebas harganya," ujar Reynaldi kepada Suara.com, Kamis (2/4/2026).

Ia menyebutkan, harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp142 ribu hingga Rp145 ribu per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal harga daging sapi biasanya berada di rentang Rp125 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram.

"Sekarang harga daging sapi di pasar sudah berkisar Rp142 ribu sampai Rp145 ribu," kata Reynaldi.

Sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung PrioK, Jakarta Utara, Selasa (2/9).
Sapi impor di Pelabuhan Tanjung PrioK, Jakarta Utara.

Menurut dia, kenaikan harga ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap efektivitas kebijakan impor sapi yang volumenya cukup besar pada tahun ini. Bahkan, jumlah impor disebut mencapai ratusan ribu ekor sapi bakalan.

"Alasan untuk melakukan stabilisasi harga daging yaitu impor yang dilakukan pemerintah. Namun faktanya tidak cenderung turun harga dagingnya," ungkapnya.

Sebagai solusi, IKAPPI mendorong pemerintah untuk memperkuat sektor produksi dalam negeri, mulai dari pertanian, peternakan, hingga perikanan.

Upaya ini dinilai penting untuk menciptakan pasokan yang melimpah sehingga mampu menekan harga di tingkat konsumen.

"Yang terutama tentu penguatan sentra-sentra pertanian, peternakan dan perikanan kita baik dari infrastrukturnya atau juga stimulus fiskal maupun non fiskal agar apa? Agar produksi di dalam negeri berlimpah tentunya dan itu mampu menekan harga di pasaran," kata Reynaldi.

Tak hanya itu, perbaikan tata niaga pangan juga dinilai menjadi kunci untuk mengatasi lonjakan harga yang kerap terjadi. Mulai dari distribusi hingga mekanisme di pasar perlu dibenahi agar lebih efisien.

"Kedua memperbaiki tata niaga pangan kita baik dari hulu - distribusi - dan terakhir hilirnya yaitu di pasar," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Daging Sapi di Bawah HAP, Pasokan Terjamin Jelang Lebaran 2025

Harga Daging Sapi di Bawah HAP, Pasokan Terjamin Jelang Lebaran 2025

Bisnis | Jum'at, 14 Maret 2025 | 11:47 WIB

Ikappi Anggap Ucapan Viral Gus Miftah Lukai Perasaan Pedagang Kecil

Ikappi Anggap Ucapan Viral Gus Miftah Lukai Perasaan Pedagang Kecil

Bisnis | Rabu, 04 Desember 2024 | 08:39 WIB

Pedagang ITC Serentak Tutup Toko, Ikappi: Harusnya Pemerintah Beri Edukasi, Bukan Razia

Pedagang ITC Serentak Tutup Toko, Ikappi: Harusnya Pemerintah Beri Edukasi, Bukan Razia

Bisnis | Minggu, 21 Juli 2024 | 09:56 WIB

Ditanya Soal Harga Beras Masih Mahal, Jokowi Jawab Dengan Cetus: Coba Dicek!

Ditanya Soal Harga Beras Masih Mahal, Jokowi Jawab Dengan Cetus: Coba Dicek!

Bisnis | Rabu, 28 Februari 2024 | 13:48 WIB

Kemendag Diminta Tak Terburu-buru Terbitkan Izin Impor Sapi Bakalan, Utamakan Peternak Lokal

Kemendag Diminta Tak Terburu-buru Terbitkan Izin Impor Sapi Bakalan, Utamakan Peternak Lokal

Bisnis | Kamis, 15 Februari 2024 | 07:29 WIB

Pedagang Pasar: Harga Beras Tak Jelas, Premium Tembus Rp 18.500 per Kg

Pedagang Pasar: Harga Beras Tak Jelas, Premium Tembus Rp 18.500 per Kg

Bisnis | Senin, 12 Februari 2024 | 10:49 WIB

Terkini

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 16:06 WIB

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB