Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 03 April 2026 | 10:23 WIB
WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat
Program Work From Home pemerintah dinilai tak menggangu produktivitas (Pexels/Annushka Ahuja)
  • Pengalaman pandemi menunjukkan kerja hybrid tetap mampu menjaga bahkan meningkatkan kinerja organisasi.
  • Produktivitas tidak bergantung pada lokasi kerja, melainkan kesiapan sistem digital dan manajemen kinerja.
  • WFH tidak hanya menjaga produktivitas, tetapi juga membantu menekan konsumsi energi di tengah ketidakpastian global.

Suara.com - Kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat yang mulai diterapkan pemerintah dinilai tidak akan mengganggu produktivitas kerja, bahkan berpotensi meningkatkan efisiensi, seperti yang telah terbukti selama pandemi COVID-19.

Sejumlah akademisi menilai, pengalaman selama masa pandemi menjadi bukti bahwa pola kerja hybrid kombinasi WFH dan kantor mampu menjaga kinerja organisasi tetap optimal, selama didukung infrastruktur digital yang memadai.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bonti Wiradinata, mengatakan kebijakan WFH yang diterapkan satu hari dalam sepekan merupakan langkah strategis yang tidak hanya berdampak pada penghematan energi, tetapi juga tetap menjaga produktivitas kerja.

"Kebijakan WFH Nasional setiap Jumat yang dimulai 1 April 2026 merupakan langkah strategis yang menarik untuk dibedah. Di tengah gejolak harga minyak mentah dunia yang tidak menentu, pemerintah terlihat memilih jalur 'manajemen permintaan' (demand management) daripada menaikkan harga subsidi yang berisiko memicu inflasi dan gejolak politik," ujar Bonti seperti dikutip, Jumat (3/4/2026).

Aparatur Sipil Negara (ASN) menyelesaikan pekerjaan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aparatur Sipil Negara (ASN) menyelesaikan pekerjaan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia menegaskan, kunci utama keberhasilan WFH bukan terletak pada lokasi kerja, melainkan pada kesiapan sistem dan infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung manajemen organisasi.

"Ditinjau dari perspektif politik dan manajemen organisasi sering kali mempertanyakan hal ini. Kuncinya bukan pada lokasi, melainkan pada infrastruktur digital sebagai backbone manajemen birokrasi," kata Bonti.

Senada, pakar kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai penerapan WFH satu hari dalam seminggu tidak akan menurunkan kinerja organisasi secara signifikan.

Ia bahkan menyebut, dalam beberapa kasus, pola kerja hybrid justru mampu meningkatkan efisiensi kerja jika didukung sistem yang tepat.

"Tantangan memang masih ada, terutama terkait kesiapan digital dan mekanisme pengawasan kinerja. Namun, karena kebijakan ini hanya diterapkan satu hari dalam seminggu, maka potensi gangguan terhadap koordinasi dan pelayanan publik relatif dapat diminimalkan, apalagi jika sektor-sektor layanan esensial tetap dikecualikan," kata dia.

Menurut Kristian, pengalaman selama pandemi COVID-19 telah memberikan pembelajaran penting bahwa produktivitas kerja tidak selalu bergantung pada kehadiran fisik di kantor.

Dengan dukungan sistem manajemen kinerja yang jelas, infrastruktur digital yang memadai, serta budaya kerja yang adaptif, model kerja hybrid dinilai mampu menjaga bahkan meningkatkan kinerja organisasi.

Di sisi lain, kebijakan WFH juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan konsumsi energi di tengah ketidakpastian global, terutama akibat gejolak harga minyak dunia.

Kebijakan work from home (WFH) setiap Jumat dinilai tidak menurunkan produktivitas kerja, bahkan berpotensi meningkatkan efisiensi seperti yang terbukti saat pandemi COVID-19.

Pengalaman pandemi menunjukkan kerja hybrid tetap mampu menjaga bahkan meningkatkan kinerja organisasi.
Produktivitas tidak bergantung pada lokasi kerja, melainkan kesiapan sistem digital dan manajemen kinerja.
WFH tidak hanya menjaga produktivitas, tetapi juga membantu menekan konsumsi energi di tengah ketidakpastian global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:30 WIB

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:21 WIB

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 21:33 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB