BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 10 April 2026 | 07:55 WIB
BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Rina]
baca 10 detik
  • Bursa Efek Indonesia menyuspensi saham ZINC, POLY, dan SKYB pada April 2026 akibat peningkatan harga saham yang tidak wajar.
  • Saham ZINC disuspensi karena kinerja keuangan bermasalah, likuiditas rendah, serta telah berada dalam papan pemantauan khusus selama setahun.
  • Saham SKYB dihentikan perdagangannya karena belum menunjukkan perbaikan signifikan yang memicu keraguan terhadap kelangsungan usaha perseroan di pasar modal.

Suara.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) beberapa emiten di pasar modal. Hal ini dikarenakan seiring peningkatan saham yang tidak wajar.

Adapun, tiga emiten digembok BEI adalah PT Kapuas Prima Coal Tbk (IDX: ZINC), PT Asia Pacific Fibers Tbk (IDX:POLY) dan PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (IDX: SKYB).

"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," kata Kadiv. Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A dalam keterbukaan Informasi Jumay (10/4/2026).

Sedangkan, PT Kapuas Prima Coal Tbk (IDX: ZINC) juga digembok oleh BEI juga dikarenakan masuk pemantauan khususm

Lantaran emiten ZINC memerlukan perhatian khusus karena kinerja keuangan bermasalah, likuiditas rendah, atau risiko tinggi (harga di bawah Rp51).

Selain itu, saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (IDX: YPAS) pada perdagangan terakhir, Senin (6/4/2026) kemarin, tercatat ditutup menguat 24,46 persen atau naik 340 point ke level 1.730 per saham.

Ilustrasi Saham. (Pixabay)
Ilustrasi Saham. (Pixabay)

Selanjutnya, Efek Perseroan telah tercatat pada Papan Pemantauan Khusus karena ketentuan III.1.2.

"Peraturan Bursa Nomor I-X sejak tanggal 10 April 2025. Sampai dengan 10 April 2026, Efek Perseroan telah berada dalam Papan Pemantauan Khusus selama lebih dari 1 (satu) tahun berturut-turut. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (Bursa) memutuskan untuk tetap melakukan penghentian sementara (suspensi) Perdagangan Efek PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) di Seluruh Pasar sejak Sesi I Periodic Call Auction hari Jumat, 10 April 2026 hingga pengumuman Bursa lebih lanjut," tulisnya.

Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penghentian sementara perdagangan efek PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB) sejak sesi I periodic call auction, Rabu (8/4/2026) hingga pengumuman lebih lanjut.

baca juga

Pengumuman ini tercatat di papan pemantauan khusus dengan nomor Peng-SPT-00008/BEI.PP2/04-2026.

BEI menjelaskan, penghentian SKYB diambil sebab belum terdapat perkembangan signifikan dari perbaikan yang dilakukan perseroan.

Sehingga memberikan indikasi adanya ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan perseroan dan entitas anak untuk mempertahankan kelangsungan usaha mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:36 WIB

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:03 WIB

CNAF Tebar Dividen Rp129 Miliar

CNAF Tebar Dividen Rp129 Miliar

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:32 WIB

IHSG Longsor ke Level 6.989, Ini Alasannya

IHSG Longsor ke Level 6.989, Ini Alasannya

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 17:05 WIB

Harga BBRI Tertekan Aksi Jual, Target Harga Sahamnya Masih Menarik?

Harga BBRI Tertekan Aksi Jual, Target Harga Sahamnya Masih Menarik?

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 16:58 WIB

Laba PTBA Anjlok 42,5 Persen

Laba PTBA Anjlok 42,5 Persen

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 16:08 WIB

Terkini

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

×