Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya

Dythia Novianty

Sabtu, 11 April 2026 | 07:24 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya
Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Ekonom Wijayanto Samirin memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 mampu melampaui proyeksi Bank Dunia sebesar 4,7 persen.
  • Kinerja ekonomi kuartal pertama 2026 diperkirakan menguat hingga 5,5 persen berkat dorongan konsumsi musiman dari perayaan hari besar.
  • Tantangan global, inflasi, serta risiko fenomena El Nino diperkirakan menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus angka lima persen tahun ini.

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan masih mampu melampaui proyeksi Bank Dunia, meski tantangan global membuat laju ekspansi sulit menembus angka 5 persen.

Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyampaikan optimisme tersebut dengan tetap mengingatkan adanya tekanan dari berbagai faktor eksternal dan domestik.

“Saya rasa Indonesia akan tumbuh di atas proyeksi World Bank, tetapi sulit untuk bisa tembus lima persen,” ujar Wijayanto dilansir dari laman Antara, Sabtu (11/4/2026).

Sebelumnya, Bank Dunia merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen dari sebelumnya 4,8 persen. Revisi ini mencerminkan meningkatnya tekanan global, termasuk harga energi dan ketidakpastian pasar keuangan.

Kuartal I 2026 Berpotensi Menguat

Wijayanto memperkirakan kinerja ekonomi pada kuartal pertama 2026 masih relatif kuat, dengan potensi pertumbuhan sekitar 5,5 persen.

Hal ini didorong oleh faktor musiman seperti perayaan Natal, Tahun Baru, Imlek, dan Lebaran yang meningkatkan konsumsi masyarakat.

Namun, momentum tersebut diprediksi tidak berlanjut sepanjang tahun.

Memasuki kuartal II hingga IV, ekonomi Indonesia diperkirakan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penurunan daya beli, pelemahan nilai tukar, hingga inflasi yang meningkat.

baca juga

Selain itu, ketidakpastian global membuat investor cenderung menahan ekspansi.

Tak hanya itu, risiko fenomena El Nino juga dapat memperburuk kondisi ekonomi, terutama melalui dampaknya terhadap sektor pangan dan inflasi.

Konsumsi Domestik Jadi Penopang Utama

Dalam kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada konsumsi domestik. Sementara itu, komponen lain seperti investasi, belanja pemerintah, dan ekspor diperkirakan tidak memberikan dorongan signifikan.

Wijayanto menambahkan sejumlah sektor yang berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi tahun depan.

“Sektor yang berpotensi menjadi motor pertumbuhan, antara lain perdagangan, keuangan, pertambangan dan hilirisasi, makanan-minuman, kesehatan, telekomunikasi, dan ritel,” jelasnya.

Menanggapi revisi proyeksi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut langkah Bank Dunia sebagai hal yang wajar di tengah kondisi global.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Suara.com/Dicky Prastya]

“Dengan situasi perang kan, ya mereka semua menurunkan (proyeksi) di berbagai wilayah,” kata Airlangga.

Meski begitu, ia menilai prospek ekonomi Indonesia tetap relatif kuat dibandingkan rata-rata global.

“Kalau kita lihat angka itu juga masih di atas pertumbuhan global rata-rata. Pertumbuhan global rata-rata kan di 3,4 persen,” ujarnya.

Dalam laporan terbaru April 2026, Bank Dunia menyebut perlambatan ekonomi Indonesia dipengaruhi tekanan eksternal, termasuk kenaikan harga minyak dunia dan sikap hati-hati investor global.

Namun demikian, Indonesia dinilai masih memiliki bantalan ekonomi, seperti ekspor komoditas dan program investasi pemerintah, yang dapat meredam dampak kenaikan biaya energi dalam jangka pendek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,5 Persen Meski Ada Perang

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,5 Persen Meski Ada Perang

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:20 WIB

Rosan Ingatkan Jajarannya: Kehadiran Danantara Harus Dirasakan Masyarakat!

Rosan Ingatkan Jajarannya: Kehadiran Danantara Harus Dirasakan Masyarakat!

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:00 WIB

PDB Tiongkok Tembus US$25 Triliun, Jangkar Ekonomi ASEAN Mulai Goyang?

PDB Tiongkok Tembus US$25 Triliun, Jangkar Ekonomi ASEAN Mulai Goyang?

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 11:40 WIB

Balas Rating Fitch, Purbaya Akan ke Luar Negeri: Pastikan Menkeu Ngerti Apa yang Dikerjakan

Balas Rating Fitch, Purbaya Akan ke Luar Negeri: Pastikan Menkeu Ngerti Apa yang Dikerjakan

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 22:08 WIB

PMI Manufaktur Ekspansi, tapi Fondasi Konsumsi Rakyat Rapuh

PMI Manufaktur Ekspansi, tapi Fondasi Konsumsi Rakyat Rapuh

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 14:45 WIB

Nasib Kelas Menengah: Antara Geliat Ramadan 2026 dan Fondasi Ekonomi yang Keropos

Nasib Kelas Menengah: Antara Geliat Ramadan 2026 dan Fondasi Ekonomi yang Keropos

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:50 WIB

Terkini

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:16 WIB

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:00 WIB

Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik

Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 09:59 WIB

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 09:38 WIB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:37 WIB

Hadir di Deklarasi yang Diikuti Mahasiswa Bodong di HI, Raffi Ahmad Buka Suara dan Minta Maaf

Hadir di Deklarasi yang Diikuti Mahasiswa Bodong di HI, Raffi Ahmad Buka Suara dan Minta Maaf

News | Minggu, 01 November 2026 | 09:35 WIB

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:30 WIB

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:21 WIB

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

×