- Ekonom Universitas Indonesia memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,54 persen pada kuartal I 2026 di tengah dinamika geopolitik global.
- Pertumbuhan ekonomi nasional didorong oleh program strategis pemerintah seperti Danantara dan proyek strategis nasional sepanjang tahun 2026.
- Pemerintah perlu mewaspadai penurunan daya beli masyarakat yang tercermin dari melemahnya penjualan ritel serta penurunan tabungan kelompok rentan.
“Semua indikator ini mengarah pada melemahnya daya beli riil, yang berpotensi tertutupi oleh angka PDB secara keseluruhan,” kata Fithra.
Ia menekankan bahwa memasuki kuartal II-2026 akan menjadi fase krusial, terutama dengan adanya risiko normalisasi pasca-Lebaran.
Dalam skenario dasar, program pemerintah masih diharapkan mampu menahan tekanan eksternal, namun tren penurunan tabungan masyarakat berpenghasilan rendah menjadi risiko utama yang perlu dimonitor ketat.
“Transisi ke kuartal II akan menjadi titik penentu. Risiko terhadap daya beli harus diwaspadai, terutama dari kelompok rentan,” ujarnya.