Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 14 April 2026 | 08:01 WIB
Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran
Ilustrasi Wall Street (Antara/REUTERS/Brendan McDermid)
  • Indeks S&P 500 melonjak 1,02 persen ke level 6.886, yang merupakan angka tertinggi sejak pecahnya konflik AS-Iran, sementara Nasdaq dan Dow Jones masing-masing turut menguat 1,23 persen dan 0,63 persen.
  • Saham-saham teknologi raksasa seperti Oracle yang melonjak hampir 13 persen dan Palantir Technologies yang naik lebih dari 3 persen menjadi motor utama pemulihan indeks pasar.
  • Meskipun pasar bereaksi positif terhadap klaim Trump mengenai keinginan Iran untuk bernegosiasi, para analis mengingatkan bahwa situasi di Selat Hormuz tetap kritis bagi harga minyak dan sentimen pasar global karena potensi ketegangan yang masih berlanjut.

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street melesat pada perdagangan Senin, 13 April 2026. Lonjakan ini setelah ada sinyal perdamaian baru dari AS dengan Iran.

Menukil dari CNBC, indeks S&P 500 melonjak 1,02 persen dan berakhir di level 6.886. Posisi ini menjadi penutupan tertinggi sejak konflik antara AS dan Iran pecah.

Tak mau ketinggalan, Nasdaq Composite melesat 1,23 persen ke posisi 23.183, sementara Dow Jones Industrial Average naik 301,68 poin atau 0,63 persen ke level 48.218.

Kenaikan pasar modal ini dipicu oleh pernyataan optimis Donald Trump. Meski AS baru saja memulai blokade di Selat Hormuz setelah perundingan di Islamabad buntu, Trump mengklaim pihak Iran telah menghubunginya.

"Kami telah dihubungi oleh pihak lain. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan," ujar Trump.

Donald Trump resmi memerintahkan blokade laut Iran setelah negosiasi damai di Islamabad menemui jalan buntu. (Gemini AI)
Donald Trump resmi memerintahkan blokade laut Iran setelah negosiasi damai di Islamabad menemui jalan buntu. (Gemini AI)

Sektor teknologi menjadi motor penggerak Wall Street. Saham Oracle melonjak hampir 13 persen, sementara Palantir Technologies naik lebih dari 3 persen. Lonjakan ini berhasil menghapus kerugian S&P 500 yang sempat terjadi sejak awal konflik Timur Tengah.

Meski sudah ada sinyal positif, Kepala Investasi Bellwether Wealth, Clark Bellin, mengingatkan bahwa konflik di Timur Tengah belum sepenuhnya usai.

"Selat Hormuz sangat kritis bagi harga minyak dan sentimen pasar global. Akan ada banyak gertakan antara AS dan Iran minggu ini," kata Bellin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran

Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 07:45 WIB

Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket

Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:21 WIB

Konflik Iran-AS Mereda, Wall Street Terus Melejit

Konflik Iran-AS Mereda, Wall Street Terus Melejit

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:03 WIB

Terkini

OJK Izinkan Punya Utang di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Ini Aturan Barunya

OJK Izinkan Punya Utang di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Ini Aturan Barunya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:32 WIB

Biaya Asuransi Masih Mahal, OJK Sebut Masyarakat Keluarkan Dana Rp 175 T

Biaya Asuransi Masih Mahal, OJK Sebut Masyarakat Keluarkan Dana Rp 175 T

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:29 WIB

Ternyata Masalah Ini yang Bikin Investor Ritel Boncos di Pasar Saham

Ternyata Masalah Ini yang Bikin Investor Ritel Boncos di Pasar Saham

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:21 WIB

Hemat Energi, Menhub Minta Kendaraan Kementerian Beralih ke Listrik

Hemat Energi, Menhub Minta Kendaraan Kementerian Beralih ke Listrik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:18 WIB

Komisarisnya Narsis di Sitinjau Lauik, Ini Profil BUMN Pusri Palembang

Komisarisnya Narsis di Sitinjau Lauik, Ini Profil BUMN Pusri Palembang

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:12 WIB

Pemudik Naik Kendaraan Pribadi Berkurang, Kecelakaan Mudik 2026 Turun 6,3 Persen

Pemudik Naik Kendaraan Pribadi Berkurang, Kecelakaan Mudik 2026 Turun 6,3 Persen

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:46 WIB

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:38 WIB

Aset Tembus Rp2.992 Triliun, OJK Perkuat Tata Kelola Dana Pensiun

Aset Tembus Rp2.992 Triliun, OJK Perkuat Tata Kelola Dana Pensiun

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:00 WIB

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 22:15 WIB

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:45 WIB