Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

PANI Bidik Penjualan Rp4,3 Triliun di PIK 2, Ini Kata Aguan

M Nurhadi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 20 April 2026 | 08:00 WIB
PANI Bidik Penjualan Rp4,3 Triliun di PIK 2, Ini Kata Aguan
Sugianto Kusuma alias Aguan (Ist)
  • PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk menargetkan perolehan marketing sales sebesar Rp4,3 triliun pada tahun buku 2026.
  • Perusahaan berfokus pada pengembangan kawasan PIK2 dengan mengandalkan penjualan produk hunian residensial serta beragam unit komersial.
  • Manajemen menetapkan target tersebut dengan prinsip kehati-hatian terhadap dinamika geopolitik global serta memanfaatkan progres pembangunan infrastruktur strategis.

Suara.com - Emiten properti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) secara resmi menetapkan target pertumbuhan kinerja yang optimistis namun terukur untuk tahun buku 2026.

Pengembang kawasan berskala kota ini membidik perolehan pemasaran atau marketing sales sebesar Rp4,3 triliun di tengah kondisi pasar properti dan ekonomi global yang masih dibayangi fluktuasi.

PANI berupaya menjaga momentum pertumbuhan dengan memaksimalkan potensi pengembangan di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), yang kini tengah bertransformasi menjadi salah satu pusat ekonomi baru di utara Jakarta.

Dalam peta jalan bisnis tahun ini, segmen residensial diproyeksikan tetap menjadi tulang punggung utama pendapatan perusahaan.

Tingginya minat masyarakat terhadap hunian di kawasan terpadu menjadi landasan kuat bagi PANI untuk terus meluncurkan produk-produk perumahan inovatif. 

Selain sektor hunian, PANI juga menaruh harapan besar pada kontribusi penjualan dari produk komersial. Strategi ini mencakup penjualan kaveling tanah komersial serta produk bangunan siap pakai seperti rumah toko (ruko), rumah kantor (rukan), hingga Small Office Home Office (SOHO).

Diversifikasi produk ini sengaja dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tempat tinggal dengan kebutuhan ruang usaha bagi para pelaku bisnis di kawasan tersebut.

Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, mengungkapkan bahwa penetapan target Rp4,3 triliun tersebut telah melalui proses pengkajian yang mendalam terhadap berbagai variabel eksternal.

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian manajemen adalah dinamika geopolitik internasional yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

"Komposisi marketing sales yang kami tetapkan ini diambil setelah mencermati perkembangan geopolitik yang terjadi, sehingga unsur kehati-hatian dan target yang dapat dicapai menjadi prinsip utama kami," ujar pria yang akrab disapa Aguan tersebut dalam keterangan resminya kepada media di Jakarta, Minggu (19/4/2026).

Prinsip kehati-hatian ini tercermin dalam pemilihan produk yang diluncurkan, di mana PANI lebih mengutamakan produk yang memiliki daya serap pasar tinggi dan risiko yang terkendali, tanpa mengabaikan potensi pertumbuhan jangka panjang.

Meskipun bersikap waspada terhadap kondisi makro, perseroan tetap melihat peluang besar dari progres pembangunan infrastruktur di kawasan PIK2.

Keberadaan fasilitas penunjang berskala internasional dan konektivitas yang semakin baik menjadi faktor pembeda (unique selling point) yang kuat bagi proyek-properti milik PANI.

Salah satu infrastruktur kunci yang disoroti adalah Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Fasilitas ini diharapkan mampu menarik arus kunjungan besar melalui sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), yang pada gilirannya akan meningkatkan aktivitas ekonomi dan nilai properti di sekitarnya.

Dari sisi aksesibilitas, konektivitas menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta integrasi dengan jaringan tol dalam dan luar kota melalui Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg (KATARAJA) menjadi motor penggerak utama.

"Kehadiran fasilitas strategis seperti NICE serta konektivitas langsung menuju bandara dan melalui Tol KATARAJA akan menciptakan nilai tambah baru dan memperkuat daya tarik kawasan PIK2," tambah Sugianto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor

Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:36 WIB

CBDK Genjot Produk Margin Tinggi, Profitabilitas Terdongkrak di 2025

CBDK Genjot Produk Margin Tinggi, Profitabilitas Terdongkrak di 2025

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:10 WIB

CBDK Raup Pendapatan Rp2,5 Triliun di 2025, Laba Bersih Melonjak 48 Persen

CBDK Raup Pendapatan Rp2,5 Triliun di 2025, Laba Bersih Melonjak 48 Persen

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:10 WIB

Laba PANI Terbang 83 Persen di 2025, Efek Domino Gurita Bisnis PIK2

Laba PANI Terbang 83 Persen di 2025, Efek Domino Gurita Bisnis PIK2

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 12:58 WIB

Java Jazz Festival 2026 Pindah ke PIK 2, Boyong Jon Batiste hingga Wave to Earth

Java Jazz Festival 2026 Pindah ke PIK 2, Boyong Jon Batiste hingga Wave to Earth

Entertainment | Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00 WIB

PANI Sulap Kawasan Golf Jadi Magnet Investasi Properti Premium

PANI Sulap Kawasan Golf Jadi Magnet Investasi Properti Premium

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 08:19 WIB

Terkini

Rupiah Turun ke Rp17.685, Dampaknya Bisa Bikin Kantong Warga Makin 'Kering'

Rupiah Turun ke Rp17.685, Dampaknya Bisa Bikin Kantong Warga Makin 'Kering'

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:27 WIB

IHSG Merosot Lagi di Awal Perdagangan, DSSA dan TPIA Terus Anjlok

IHSG Merosot Lagi di Awal Perdagangan, DSSA dan TPIA Terus Anjlok

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:20 WIB

Harga Emas Antam Meroket, Hari Ini Dipatok Rp 2.789.000 per Gram

Harga Emas Antam Meroket, Hari Ini Dipatok Rp 2.789.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:06 WIB

Pertamina Operasikan Kapal Raksasa Pengangkut BBM, Bisa Angkut 160 Ribu KL

Pertamina Operasikan Kapal Raksasa Pengangkut BBM, Bisa Angkut 160 Ribu KL

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:01 WIB

Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Buka Ruang Negosiasi dengan Iran

Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Buka Ruang Negosiasi dengan Iran

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:57 WIB

IHSG Bisa Rebound Hari Ini, Saham BUMI dan PTRO Masuk Rekomendasi

IHSG Bisa Rebound Hari Ini, Saham BUMI dan PTRO Masuk Rekomendasi

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:53 WIB

Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:18 WIB

Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah

Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:06 WIB

Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan

Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:03 WIB

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:55 WIB