Emas Sempat Melemah di Tengah Gejolak Global, Masih Cocok Jadi Investasi?

Bella | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Minggu, 19 April 2026 | 15:53 WIB
Emas Sempat Melemah di Tengah Gejolak Global, Masih Cocok Jadi Investasi?
Ilustrasi emas. (Freepik/wirestock)
  • Dosen ekonomi UMY menyatakan investor global kini lebih memilih aset likuid berimbal hasil tinggi saat konflik geopolitik terbatas.
  • Suku bunga global yang tinggi mendorong investor mengalihkan dana dari emas ke obligasi pemerintah dan dolar AS.
  • Emas tetap dianggap aset krusial bagi bank sentral dan akan kembali unggul saat terjadi krisis keuangan sistemik.

Suara.com - Harga emas sempat mengalami penurunan di tengah konflik geopolitik Timur Tengah. Fenomena ini membuktikan bahwa emas tidak lagi menjadi satu-satunya safe haven (aset lindung nilai) di masa sekarang.

Hal itu diungkap Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dyah Titis Kusuma Wardani. Ia menilai bahwa fenomena turunnya harga emas di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi bukti bahwa definisi safe haven telah mengalami perubahan.

"Sekarang, safe haven tidak lagi tunggal. Ada beberapa lapisan yang bergantung pada jenis krisis yang terjadi," kata Dyah dikutip, Minggu (19/4/2026).

Menurut Dyah, dalam kondisi konflik terbatas seperti saat ini, investor global cenderung memilih aset yang likuid dan memberikan imbal hasil, misalnya dolar AS dan obligasi pemerintah AS.

Namun, untuk krisis yang bersifat sistemik, seperti krisis keuangan global atau ketidakpercayaan terhadap mata uang, emas tetap menjadi pilihan utama.

"Emas masih unggul untuk risiko besar seperti krisis sistem keuangan. Namun, untuk konflik terbatas, investor cenderung memilih aset lain," paparnya.

Disampaikan Dyah, bahwa di tengah suku bunga global yang masih tinggi, preferensi investor bergeser secara taktis ke instrumen yang memberikan yield. Fenomena ini kerap disebut sebagai 'cash is king'.

Obligasi pemerintah Amerika Serikat, misalnya, menawarkan kombinasi keamanan, likuiditas, dan imbal hasil yang kompetitif, sehingga hal itu menjadi pesaing kuat bagi emas.

"Investor saat ini sangat sensitif terhadap yield. Hal inilah yang membuat emas kurang menarik dalam jangka pendek," ungkapnya.

Kendati begitu, Dyah menegaskan bahwa perubahan ini bukanlah pergeseran permanen, melainkan tidak lebih dari siklus yang dipengaruhi kebijakan moneter global.

Ia memprediksi bahwa jika bank sentral seperti Federal Reserve mulai menurunkan suku bunga atau terjadi krisis besar, maka emas akan kembali menjadi primadona.

"Ini hanya rotasi aset. Ketika kondisi berubah, emas akan kembali dilirik," ujarnya.

Dalam jangka panjang, kata Dyah, peran emas sebagai aset lindung nilai dinilai tetap kuat. Ia menyoroti bahwa bank sentral di berbagai negara, khususnya negara berkembang, justru meningkatkan cadangan emas dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus memperkuat stabilitas cadangan devisa.

"Ini menunjukkan bahwa secara struktural, emas masih sangat penting dalam sistem keuangan global," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Harga BBM RI Naik, Emas Antam Langsung Meroket

Harga BBM RI Naik, Emas Antam Langsung Meroket

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 10:17 WIB

Rata-rata Lama Sekolah Warga RI Cuma 8,8 Tahun, Tantangan Utama Indonesia Emas 2045

Rata-rata Lama Sekolah Warga RI Cuma 8,8 Tahun, Tantangan Utama Indonesia Emas 2045

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 17:59 WIB

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:15 WIB

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:52 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas

Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:41 WIB

Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya

Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 09:03 WIB

Terkini

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:57 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:56 WIB

Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu karena Biaya Politik, KPK Ungkap Motif Pribadi hingga THR

Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu karena Biaya Politik, KPK Ungkap Motif Pribadi hingga THR

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:39 WIB

Iran: Damai Boleh, Perang Lagi Gak Masalah, AS-Israel Akan Merugi!

Iran: Damai Boleh, Perang Lagi Gak Masalah, AS-Israel Akan Merugi!

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:38 WIB

Gas Ikut Naik! Harga LPG Nonsubsidi Melonjak di Tengah Kenaikan BBM

Gas Ikut Naik! Harga LPG Nonsubsidi Melonjak di Tengah Kenaikan BBM

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:33 WIB

Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz

Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:28 WIB

Evaluasi WFH ASN di Jakarta, Pramono Anung: Kemacetan Turun Drastis

Evaluasi WFH ASN di Jakarta, Pramono Anung: Kemacetan Turun Drastis

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:24 WIB

Jelang Kedatangan Trump ke China, Korut Tembakkan Rudal Balistik, Korsel Ketar-ketir

Jelang Kedatangan Trump ke China, Korut Tembakkan Rudal Balistik, Korsel Ketar-ketir

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:13 WIB

Program Magang Nasional Batch I Sebentar Lagi Selesai, Peserta Diminta Lengkapi Tahapan Penutup

Program Magang Nasional Batch I Sebentar Lagi Selesai, Peserta Diminta Lengkapi Tahapan Penutup

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:03 WIB

Detik-detik Teror Kiev: Pria Rusia Tembaki Warga Tanpa Ampun, 6 Orang Tewas 14 Luka

Detik-detik Teror Kiev: Pria Rusia Tembaki Warga Tanpa Ampun, 6 Orang Tewas 14 Luka

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:03 WIB