- DPR RI dan pemerintah menyepakati pengesahan RUU PPRT dalam rapat paripurna pada Selasa, 21 April 2026 mendatang.
- Seluruh fraksi DPR RI menyetujui draf RUU PPRT yang memuat 12 materi strategis guna memberikan kepastian hukum.
- Regulasi ini bertujuan melindungi hak pekerja rumah tangga melalui jaminan sosial, pelatihan kompetensi, serta pengawasan ketat pemerintah.
Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga atau RUU PPRT akan disahkan dalam sidang paripurna Selasa (21/4/2026) hari ini, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.
Kepastian itu didapat setelah DPR dan pemerintah sama-sama menyetujui hal tersebut dalam rapat Badan Legislasi (Baleg), Senin (20/4) malam.
Keputusan krusial ini menandai berakhirnya penantian panjang selama puluhan tahun bagi para pekerja domestik, untuk mendapatkan payung hukum yang jelas.
Rapat baleg tersebut dipimpin langsung oleh Dasco, didampingi Ketua Baleg DPR RI Bob Hasan, serta Wakil Ketua Baleg Ahmad Iman Sukri.
Pihak pemerintah hadir dengan formasi lengkap, diwakili oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto, dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.
Kehadiran para petinggi kementerian ini menunjukkan keseriusan eksekutif dalam mengawal regulasi yang akan mengatur jutaan pekerja di sektor domestik tersebut.
Pada momen itu, seluruh fraksi di DPR menyatakan setuju tanpa terkecuali. Pandangan mini fraksi yang dibacakan satu per satu, menunjukkan keselarasan pandangan bahwa perlindungan terhadap PRT adalah kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda lagi.
Tidak ada satu pun fraksi yang menyatakan penolakan atau keberatan terhadap draf final RUU tersebut.
Setelah mendengarkan seluruh pandangan fraksi, Dasco menanyakan kesepakatan final kepada seluruh anggota dewan yang hadir.
Suasana rapat sempat hening sejenak sebelum suara setuju menggema di ruang sidang.
"Kami meminta persetujuan rapat, apakah hasil pembahasan RUU PPRT bisa diproses lebih lanjut sesuai proses perundang-undangan? Bisa disetujui?" tanya Dasco.
"Setuju," secara serempak oleh peserta rapat.
Dasco kemudian mengetuk palu sidang sebagai tanda pengesahan tingkat I.
"Baik, RUU PPRT akan diagendakan dalam sidang paripurna, Insya Allah, Selasa besok."
Terobosan 12 Materi Strategis dalam RUU PPRT