Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Dicky Prastya | Suara.com

Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
  • World Bank meminta maaf kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 yang terlalu rendah.
  • Permintaan maaf disampaikan saat kunjungan kerja ke Amerika Serikat setelah World Bank menerbitkan laporan East Asia and Pacific Economic Update.
  • Pemerintah Indonesia optimistis kondisi ekonomi tetap kuat karena telah melakukan reformasi birokrasi dan kebijakan fiskal sebelum terjadi ketidakpastian global.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau World Bank alias Bank Dunia sudah meminta maaf soal rendahnya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dengan angka 4,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Permintaan maaf World Bank ini disampaikan saat Menkeu Purbaya melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat minggu lalu. Adapun penilaian World Bank ini tertuang dalam laporan bertajuk East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026.

"Ada yang bilang pertumbuhan kita cuma 4,7 persen itu World Bank kan ya? Begitu ketemu di sana, oh dia minta maaf loh," katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Purbaya beralasan kalau World Bank minta maaf karena proyeksi pertumbuhan ekonomi sudah telanjur diumumkan sebelum didiskusikan. Akibat ini, ia menyebut kalau China marah dengan laporan Bank Dunia.

Namun Purbaya mengaku tidak marah dengan laporan tersebut. Ia justru malah menantang balik bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi RI dari World Bank adalah salah.

"Jadi China marah, kita enggak marah. Cuma saya bilang, 'Ya lu forecast-nya terlalu rendah.' 'Jadi gimana kita revisi enggak?' 'Enggak usah, saya akan membuktikan bahwa kamu salah'. Dia ketawa, 'Ya saya doakan juga' katanya," beber dia.

Seorang pria berjalan di dekat kantor Bank Dunia [Unsplash/Markus krisetya]
Ilustrasi World Bank. Foto: Seorang pria berjalan di dekat kantor Bank Dunia [Unsplash/Markus krisetya]

Bendahara Negara mengaku percaya diri karena saat ini Pemerintah melakukan reformasi terus-menerus, tak hanya di Kemenkeu tapi juga di K/L lain. Kebijakan ini diklaim Purbaya sudah dilakukan sebelum adanya perang Amerika Serikat vs Iran.

Hal itu dibuktikan dengan mutasi pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) maupun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu. Walhasil Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kuat menanggung ketidakpastian global.

"Sebelum perang kita sudah perbaiki ekonominya di sini, reformasi. Dari Pajak, Bea Cukai, dan lain-lain. Sehingga kondisi APBN kita kuat," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaya Koboi Purbaya Keluar Saat IMF Tawarkan Utang Jumbo Rp514 T: Wah Mukanya Langsung Asem!

Gaya Koboi Purbaya Keluar Saat IMF Tawarkan Utang Jumbo Rp514 T: Wah Mukanya Langsung Asem!

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:31 WIB

Purbaya Curhat Banyak Dapat Sentimen Negatif Ekonomi: Kadang Dipuji, Besoknya Diragukan

Purbaya Curhat Banyak Dapat Sentimen Negatif Ekonomi: Kadang Dipuji, Besoknya Diragukan

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:21 WIB

Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026

Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:04 WIB

Perdana ke Luar Negeri Jadi Menkeu, Purbaya Langsung Dapat Pertanyaan Menohok dari Investor Global

Perdana ke Luar Negeri Jadi Menkeu, Purbaya Langsung Dapat Pertanyaan Menohok dari Investor Global

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:02 WIB

Presiden Xi Jinping Telepon Pangeran Arab Saudi Desak Selat Hormuz Dibuka

Presiden Xi Jinping Telepon Pangeran Arab Saudi Desak Selat Hormuz Dibuka

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:50 WIB

Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif

Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 13:43 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB