Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Komentar Purbaya soal Tarif Selat Malaka Bikin Malaysia dan Singapura Kalang Kabut

Liberty Jemadu | Suara.com

Kamis, 23 April 2026 | 15:22 WIB
Komentar Purbaya soal Tarif Selat Malaka Bikin Malaysia dan Singapura Kalang Kabut
Gagasan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tentang tarif di Selat Malaka membuat negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura kalang kabut. [Antara]
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan wacana penerapan tarif di Selat Malaka yang memicu penolakan negara-negara tetangga.
  • Malaysia dan Singapura menegaskan bahwa pengambilan keputusan Selat Malaka harus melalui konsensus bersama.
  • Menlu Sugiono menyatakan Indonesia tidak akan menerapkan tarif karena tindakan tersebut melanggar konvensi hukum laut internasional UNCLOS.

Suara.com - Komentar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tentang wacana menarik tarif di Selat Malaka membuat negara-negara tetangga kalang kabut. Menteri Luar Negeri Singapura dan Malaysia buru-buru memberikan klarifikasi yang menentang ide Purbaya tersebut.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan pada Rabu (22/4/2026) mengatakan keputusan terkait Selat Malaka tak bisa dibuat sepihak oleh Indonesia, seperti yang dilakukan Iran di Selat Hormuz. Ia menegaskan Selat Malaka merupakan tanggung jawab empat negara termasuk Malaysia, Singapura dan Thailand.

"Apa pun keputusan tentang Selat Malaka harus melibatkan kerja sama empat negara, tak bisa dibuat sepihak," kata Mohamad dilansir dari kantor berita Bernama.

Ia mengatakan Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand memiliki kesepakatan patroli bersama di Selat Malaka. Karenanya hal itu menjadi basis dalam setiap keputusan soal salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia tersebut.

"ASEAN secara keseluruhan berbasis pada konsensus. Bahkan pada level subkomite, semuanya berdasar pada konsensus," tegas Mohamad.

“ASEAN is entirely based on consensus. Even at the sub-committee level, everything is based on consensus,” he said, referring to the Association of Southeast Asian Nations.

Di saat yang sama Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan juga menegaskan pihaknya tak berniat sama sekali menutup Selat Malaka seperti yang dilakukan Iran di Selat Hormuz. Ia menekankan ekonomi tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura justru tergantung pada Selat Malaka.

"Kami tak menetapkan biaya. Tiga negara ini semuanya bergantung pada perdagangan. Justru penting bagi kami untuk tetap membiakan Selat Malaka terbuka untuk semua," beber Balakrishnan disitat dari Channel News Asia.

Lebih lanjut Balakrishnan mengatakan bahwa Singapura menghormati Konvensi PBB tentang Hukum Laut atau UNCLOS, kesepakatan internasional tentang laut, sebagai basis kebijakan di Selat Malaka.

"Hak melintas dijamin untuk semua pihak. Kami tidak akan berpartisipasi dalam setiap upaya untuk menutup atau menerapkan tarif di Selat Malaka," tegas dia.

Pada Kamis ini Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono juga buka suara, untuk mengklarifikasi gagasan Purbaya. Sugiono bilang Indonesia tidak akan memberlakukan tarif di Selat Malaka karena hal itu tidak sesuai dengan UNCLOS.

“Jadi, tidak. Indonesia tidak pada posisi untuk melakukan itu (memberlakukan tarif di Selat Malaka),” tegas Sugiono.

Ia mewanti-wanti bahwa jika mengabaikan UNCLOS, maka Indonesia adalah pihak yang paling dirugikan. Alasannya karena UNCLOS adalah basis pengakuan Indonesia sebagai negara kepulauan oleh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenlu RI Pastikan Sama Sikap dengan Malaysia dan Singapura Soal Tarif Selat Malaka

Kemenlu RI Pastikan Sama Sikap dengan Malaysia dan Singapura Soal Tarif Selat Malaka

News | Kamis, 23 April 2026 | 14:58 WIB

Selat Malaka di Tengah Bayang-bayang Konflik Global, Sinyal Keras dari Singapura

Selat Malaka di Tengah Bayang-bayang Konflik Global, Sinyal Keras dari Singapura

News | Kamis, 23 April 2026 | 14:02 WIB

Konflik Selat Hormuz Berlanjut, Iran Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Berlaku Selama Ada Blokade AS

Konflik Selat Hormuz Berlanjut, Iran Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Berlaku Selama Ada Blokade AS

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:01 WIB

Kata-kata Menlu Singapura Tolak Purbaya Soal Tarif Selat Malaka

Kata-kata Menlu Singapura Tolak Purbaya Soal Tarif Selat Malaka

News | Kamis, 23 April 2026 | 11:34 WIB

Media Malaysia Beberkan 3 Negara Terdampak Besar Jika Selat Malaka Kena Tarif

Media Malaysia Beberkan 3 Negara Terdampak Besar Jika Selat Malaka Kena Tarif

News | Kamis, 23 April 2026 | 11:17 WIB

Terkini

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:25 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:55 WIB

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB