Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Emiten TRON Sulap Bus AKAP Gunakan AI dalam Operasional

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 27 April 2026 | 16:56 WIB
Emiten TRON Sulap Bus AKAP Gunakan AI dalam Operasional
Ilustrasi Bus AKAP Gunung Harta. [SuaraBali.id/Yosef Rian]
  • PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk bekerja sama dengan PT Gunung Harta Transport Solution mengintegrasikan teknologi AI dan IoT.
  • Sebanyak 100 unit bus AKAP dipasangi perangkat MDVR, ADAS, dan DSM guna meningkatkan sistem keamanan serta pengawasan perjalanan.
  • Implementasi teknologi pada tahun 2026 ini bertujuan menciptakan operasional bus yang lebih modern, aman, serta efisien bagi penumpang.

Suara.com - PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. (TRON) mengubah sistem transportasi darat, khususnya pada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Adapun, operasional bus AKAP kini telah terintegrasiteknologi kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT).

Dalam hal ini, Emiten TRON menggandeng PT Gunung Harta Transport Solution (GHTS) untuk mengubah 100 unit bus AKAP agar bisa terhubung dengan ekosistem pintar milik perseroan.

Seluruh armada tambahan dibekali perangkat berbasis teknologi canggih seperti Mobile Digital Video Recorder (MDVR), serta sistem kamera pintar Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan Driver Status Monitoring (DSM).

Direktur Utama PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk, David Santoso, menyambut baik langkah transformasi yang dilakukan GHTS dalam mengadopsi teknologi pintar di sektor transportasi darat.

"Inisiatif GHTS untuk kembali mengintegrasikan solusi AI dan IoT kami pada 100 unit armada tambahan menunjukkan bahwa teknologi pintar kini adalah kunci utama dalam pelayanan pelanggan. Kami bangga dapat terus dipercaya sebagai mitra strategis GHTS dalam mewujudkan mobilitas yang lebih cerdas, aman, dan modern," ujarnya di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Sejumlah bus AKAP menunggu pemudik di terminal Dhaksinaga Wonosari, Rabu (26/3/2025). Diungkapkan para pengusaha bus, mudik tahun ini lebih sepi penumpang ketimbang tahun sebelumnya. Tiket mahal hingga pilihan kendaraan lain diduga jadi faktornya. [kontributor/Julianto]
Ilustrasi Bus AKAP [kontributor/Julianto]

Sementara, Direktur Utama PT Gunung Harta Transport Solution (GHTS), I Gede Yoyok Santoso, menegaskan adopsi teknologi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi yang lebih aman dan modern.

"Penambahan 100 unit perangkat MDVR, ADAS, dan DSM dari PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk di tahun 2026 ini merupakan wujud nyata komitmen tersebut. Pengalaman kami menggunakan teknologi ini sejak 2023 telah membuktikan efektivitasnya dalam menjaga disiplin pengemudi dan mengawasi operasional, sehingga para penumpang setia kami dapat menikmati perjalanan dengan rasa aman dan tenang," imbuhnya.

Untuk diketahui, Teknologi ADAS berfungsi sebagai asisten cerdas yang memberikan peringatan dini kepada pengemudi terkait potensi benturan maupun penyimpangan jalur.

Sementara itu, fitur DSM memungkinkan pemantauan kondisi pengemudi secara real-time untuk mencegah risiko kelelahan dan hilangnya fokus selama perjalanan.

Seluruh data operasional tersebut terintegrasi dan dipantau secara terpusat oleh manajemen GHTS, menciptakan sistem pengawasan yang lebih responsif dan akurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten Bank BTPN Tetapkan Dividen Rp 101,11 Miliar

Emiten Bank BTPN Tetapkan Dividen Rp 101,11 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:15 WIB

Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar

Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:41 WIB

Rugi Bersih Garuda Indonesia Susut 45% di Kuartal I-2026

Rugi Bersih Garuda Indonesia Susut 45% di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:37 WIB

Terkini

Krakatau Steel Bukukan Laba Bersih 4,6 Juta Dolar AS di Kuartal I-2026

Krakatau Steel Bukukan Laba Bersih 4,6 Juta Dolar AS di Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:48 WIB

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:13 WIB

Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?

Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:10 WIB

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:32 WIB

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas Dengan Standar HSSE Ketat

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas Dengan Standar HSSE Ketat

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:27 WIB

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:09 WIB

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:57 WIB

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:39 WIB